Secara umum, keanggotaan dalam sebuah ikatan persaudaraan kampus diperoleh ketika seseorang masih menjadi mahasiswa tetapi kemudian berlanjut seumur hidup dengan memperoleh status alumni.[1][2] Beberapa organisasi juga menerima mahasiswa pascasarjana; sebagian lainnya bahkan memberikan keanggotaan kehormatan dalam keadaan tertentu:
Seleksi anggota baru melalui proses dua tahap berupa rushing dan pledging (atau orientasi)
Kepemilikan dan hunian atas properti residensial tempat anggota sarjana tinggal
Serangkaian simbol identifikasi kompleks yang dapat mencakup huruf Yunani, lambang kebesaran, sandi, lencana, genggaman tangan, tanda tangan, kata sandi, bunga, dan warna
Fraternitas dan sororitas juga terlibat dalam kegiatan filantropi; menyelenggarakan acara sosial; memberikan pelatihan "finishing" bagi anggota baru, seperti instruksi mengenai etiket, cara berpakaian, dan sopan santun; serta menciptakan peluang jaringan bagi anggota yang baru lulus. Fraternitas dan sororitas dapat berbentuk organisasi bebas pajak 501(c)(7) di Amerika Serikat.
Bacaan lebih lanjut
Caitlin Flanagan, "The Dark Power of Fraternities," The Atlantic, March 2014, pp.72–91.