Film dokumenter ini menghasilkan kontroversi yang luas di mana sangat dikritik oleh perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat yang terlibat dalam industri produksi pangan.[2]
Michael Pollan adalah konsultan film ini yang juga muncul dalam film, Eric Schlosser membantu produksi dan juga muncul dalam film, dan Participant Media (yang juga memproduksi film dokumenter Al Gore, An Inconvenient Truth tahun 2006) adalah rumah produksi film ini.[2] Film ini memakan waktu tiga tahun dalam pembuatannya.[6] Namun ada beberapa perbedaan informasi tentang berapa lama film ini diproduksi, karena dalam wawancara lain, sutradara Robert Kenner menyebutkan bahwa film ini membutuhkan waktu enam tahun.[7]
Sutradara Robert Kenner mengklaim bahwa ia menghabiskan sejumlah besar anggaran film ini untuk biaya hukum, berusaha melindungi dirinya dari tuntutan hukum perusahaan-perusahaan industri makanan, pestisida, pupuk, dan perusahaan-perusahaan lainnya yang dikritik dalam film ini.[6]
Sebuah kampanye pemasaran ekstensif dilakukan untuk mempromosikan film ini. Sebuah buku pendamping, Food Inc.: A Participant Guide: How Industrial Food Is Making Us Sicker, Fatter, and Poorer—And What You Can Do About It (BI: "sebuah panduan peserta: bagaimana makanan industrial membuat kita sakit, gemuk, dan lebih miskin - dan yang dapat anda lakukan tentang hal ini") dirilis pada Mei 2009.[4][8][9]Stonyfield Farm, sebuah perusahaan pembuat yogurtorganik yang terletak di New Hampshire, mempromosikan film ini dengan menampilkan informasi tentang film ini di atas cetakan tutup kertas 10 juta paket yoghurt mereka bulan Juni 2009.[10][11] Beberapa perusahaan makanan organik lainnya, antara lain Annie's Homegrown, Late July Organic Snacks, Newman's Own, dan Organic Valley juga mempromosikan film ini.[10]
Rilis dan box office
Film ini ditampilkan sebagai sneak-peek di True / False Film Festival di Missouri, Amerika Serikat pada bulan Februari 2009.[12] Film ini mendapatkan $ 61,400 dalam minggu pertama.[13] Penayangannya diperluas ke 51 teater tambahan di kota-kota besar di Amerika Serikat dan Kanada pada tanggal 19 Juni.[5][9][12][14][15] Film ini kemudian mendapat $ 280.000 pada akhir pekan kedua.[14]
Monsanto mengatakan bahwa mereka mengundang para produser film ini dalam sebuah pameran dagang produsen makanan,[20] tetapi para produser mengklaim bahwa mereka tidak diberi surat mandat pers pada acara tersebut dan tidak diizinkan untuk hadir. Operator pameran dagang tersebut mengatakan bahwa mereka tidak menyimpan catatan permintaan mandat pers yang ditolak.[21] Sebuah aliansi perusahaan produksi makanan (dipimpin oleh American Meat Institute) menciptakan sebuah situs jaringan, SafeFoodInc.org,[22] sebagai tanggapan terhadap klaim-klaim yang disebutkan dalam film ini.[5][9][18][23] Monsanto juga mendirikan situs Web mereka sendiri untuk secara khusus menanggapi klaim film ini tentang produk dan tindakan mereka.[2][19][24]Cargill (eksekutif Monsanto) mengatakan kepada Minneapolis Star Tribune bahwa perusahaan (Monsanto) menyambut "sudut pandang yang berbeda tentang bagaimana pertanian global dapat memberi makan dunia secara terjangkau sambil meminimalkan dampak lingkungan, menjamin keamanan pangan, menjamin keterjangkauan pangan dan menyediakan pekerjaan yang bermakna dalam masyarakat pertanian. "[25] Tapi perusahaan (Monsanto) mengkritik jawaban sederhana film ini dalam tugas serumit menyediakan pangan bagi 6 miliar orang yang begitu terletak berjauhan di seluruh penjuru dunia." [25]
Waralabarestoranmakanan cepat sajiChipotle menanggapi film dokumenter ini pada Juli 2009 dengan menawarkan pemutaran gratis film ini di berbagai lokasi di Amerika Serikat dan menyatakan bahwa mereka melakukan hal yang berbeda dengan yang disebutkan dalam film ini, dengan harapan para pelanggannya akan menghargai setelah melihat Food, Inc[26]
Sang sutradara, Robert Kenner, membantah anggapan bahwa ia sedang menyerang sistem produksi makanan Amerika Serikat saat ini, dengan merujuk ke salah satu wawancaranya yang menyebutkan: "Yang kami inginkan adalah transparansi dan percakapan yang bagus tentang hal ini." [27] Namun, dalam wawancara yang sama ia berpendapat," ... keseluruhan sistem (pangan) dimungkinkan oleh adanya subsidi pemerintah (Amerika Serikat) untuk beberapa tanaman penting seperti jagung. Ini adalah bentuk sosialisme yang membuat kita sakit. "[27]
Penerimaan
Film ini secara kolektif telah mendapatkan nilai tinggi dari para kritikus film, dengan nilai gabungan sebesar 97% dalam situs agregat Rotten Tomatoes,[28] dan 80/100 dalam Metacritic.[29]The Staten Island Advance menyebut film dokumenter ini sebagai "sangat bagus" dan "serius", menyimpulkan bahwa "Dokumenter bekerja ketika mereka menerangi, ketika mereka mengubah cara kita berpikir, yang menjadikan Food, Inc sebuah kesuksesan penuh dan film yang harus-lihat." [30] Surat kabar Toronto Sun menyebutnya "mengerikan" dan "memukau dengan jujur".[15] Surat kabar San Francisco Examiner juga sama-sama positif, menyebut film ini "bergaya visual" dan "Salah satu film paling penting tahun ini..." [31] Surat kabar tersebut menyebut bahwa pendekatan film ini tentang topiknya yang kontroversial "seruan yang tidak memihak bagi akal sehat" dan memuji "penelitian yang telaten dan komentar yang bijaksana ..." [31]Los Angeles Times, juga, memuji sinematografi Food, Inc, dan disebut sebagai film yang "pandai bicara" dan "penting untuk dilihat".[32]Montreal Gazette menulis bahwa meskipun film ini berfokus pada industri pembuatan makanan di Amerika, film ini penting untuk dilihat oleh siapa saja yang tinggal di sebuah negara di mana produksi pangan berskala besar terjadi.[4] Resensi surat kabar tersebut menulis Food, Inc "harus-lihat ", tetapi juga memperingatkan bahwa beberapa adegan adalah "bukan untuk yang lemah hati".[4]St Louis Post-Dispatch menulis bahwa film dokumenter dan buku-buku lain telah memeriksa masalah serupa sebelumnya. Namun, film ini masih layak untuk dilihat: "Sudut pandang konglomerat-pangan telah diulas dalam film dokumenter kurang ambisius yang disebut King Corn, dan yang lebih-ambisius dokumenter yang disebut The Corporation menyentuh pada ancaman dari perusahaan multinasional; tapi film ini menyentuh titik terpenting, dan melakukannya dengan gaya." [33] Tinjauan tersebut menyimpulkan bahwa bagian paling kuat dari film ini terfokus pada upaya Monsanto mematenkanbenih dan menuntut siapa saja yang menggunakan benih tersebut tanpa izin.[33]
The San Francisco Chronicle, sambil menulis bahwa film ini memiliki "bakat dramatis", menyimpulkan: "... film ini melontarkan kritikan satu per satu, membuat kasusnya dengan kekuatan metodis dan tanpa henti mencoba meradikalisasi atau paling tidak membangkitkan rakyat yang tertidur." [3] Tinjauan lainnya tidak selalu positif, seorang komentator di majalah Forbes menyebut film ini menarik tetapi tidak lengkap. Resensi tersebut menulis bahwa film ini "gagal menjawab bagaimana kita bisa memberi makan negara atau dunia" dengan model pertanian berkelanjutan yang dianjurkan oleh pembuat film, dan gagal untuk mengatasi masalah-masalah kritis biaya dan akses pangan.[20]The Washington Times mengatakan film ini sebagai "tidak berdaya" karena hanya sedikit eksekutif perusahaan yang berharap untuk diwawancarai oleh pembuat dokumenter, meskipun setuju bahwa film ini berusaha untuk menuju keseimbangan.[34]
Pada tanggal 18 November2009, sebuah komite dari anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences untuk cabang film dokumenter memilih Food, Inc. dalam daftar pendek 15 calon yang dipertimbangkan sebagai salah satu lima fitur dokumenter yang menjadi nominasi untuk Academy Awards ke-82 pada tahun 2010.[36]
Referensi
↑"Food, Inc. (2009)". Yahoo! Inc. 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-11-26. Diakses tanggal 2009-11-10.
↑Food Inc.: A Participant Guide: How Industrial Food Is Making Us Sicker, Fatter, and Poorer—And What You Can Do About It. Karl Weber, ed. New York: PublicAffairs, 2009. ISBN 1-58648-694-2