Indikator pH
Fenolftalein biasanya digunakan sebagai indikator keadaan suatu zat yang bersifat lebih asam atau lebih basa.[3] Prinsip perubahan warna ini digunakan dalam metode titrasi.[3] Fenolftalein cocok untuk digunakan sebagai indikator untuk proses titrasi HCl dan NaOH.[3] Fenolftalein tidak akan berwarna (bening) dalam keadaan zat yang asam atau netral, tetapi akan berwarna kemerahan dalam keadaan zat yang basa.[3] Tepatnya pada titik pH di bawah 8,3 fenolftalein tidak berwarna, tetapi jika mulai melewati 8,3 maka warna merah muda yang semakin kemerahan akan muncul. Semakin basa maka warna yang ditimbulkan akan semakin merah.[3]
Fenolftalein juga merupakan salah satu komponen indikator universal, bersama dengan metil merah, bromotimol biru, dan timol biru.[4]
Fenolftalein memiliki empat kondisi yang berbeda dalam larutan: Pada kondisi asam sangat kuat, ia dalam bentuk terprotonasi, menghasilkan warna jingga. Pada kondisi asam kuat, ia berbentuk lakton yang tak berwarna. Dalam bentuk fenolat terdeprotonasi tunggal (bentuk anion dari fenol) memberikan warna merah muda yang sangat dikenal. Dalam larutan basa kuat, warna merah muda fenolftalein perlahan memudar dan menjadi tak berwarna di atas pH 13,0. Reaksi pemudaran yang menghasilkan ion InOH3− yang tak berwarna terkadang digunakan dalam mata pelajaran kinetika reaksi.
| Species |
H3In+ | H2In | In2− | In(OH)3− |
| Structure |
 |  |  |  |
| Model |
 |  |  |  |
| pH |
<0 | 0−8.2 | 8.2−12.0 | >13.0 |
| Conditions |
strongly acidic | acidic or near-neutral | basic | strongly basic |
| Color |
orange | colorless | pink to fuchsia | colorless |
| Image |
 | |  | |
 |
| An animation of the pH dependent reaction mechanism: H3In+ → H2In → In2− → In(OH)3− |
Kepekaan fenolftalein terhadap pH digunakan dalam aplikasi lain: Beton secara alami memiliki pH tinggi karena pembentukan kalsium hidroksida ketika semen Portland bereaksi dengan air. Oleh karena beton bereaksi dengan karbon dioksida di atmosfer, pH turun menjadi 8,5-9. Jika larutan 1% fenolftalein diaplikasikan pada beton normal, ia akan berubah warna menjadi merah muda. Jika tetap tak berwarna, ini menunjukkan bahwa beton telah mengalami karbonasi.[5]
Fenolftalein digunakan dalam mainan, misalnya sebagai komponen tinta yang bisa hilang, atau warna yang menghilang pada rambut Hollywood Hair Barbie. Dalam tinta, fenolftalein dicampur dengan natrium hidroksida, yang bereaksi dengan karbon dioksida di udara. Reaksi ini menyebabkan turunnya pH di bawah batas bawah perubahan warna karena ion hidrogen dibebaskan berdasarkan reaksi:
OH−(aq) + CO2(g) → CO32−(aq) + H+(aq)
Untuk mengembangkan rambut dan pola grafis "magic", tinta disemprot dengan larutan hidroksida, yang menyebabkan munculnya gambar tersembunyi berdasarkan mekanisme yang sama seperti dijelaskan di atas pada perubahan warna dalam larutan basa. Pola akan menghilang lagi karena reaksi dengan karbon dioksida. Timolftalein digunakan untuk tujuan yang sama dan dengan cara yang sama, ketika diinginkan warna biru.[6]