Sejarah
Klub ini didirikan pada 20 Juni 1913 sebagai Klub Olahraga Pekerja Lovćen (RŠK Lovćen). Di antara para pendirinya terdapat pelukis Montenegro, Luka dan Milo Milunović, di mana Luka Milunović menjadi presiden pertama sekaligus kapten tim.[1] Sebagai klub tertua di Montenegro, Lovćen ikut serta dalam kompetisi nasional pertamanya pada dekade 1910-an dan 1920-an. Trofi pertama Lovćen adalah 'Olimpiade Olahraga' di Cetinje tahun 1914, sebuah turnamen yang diikuti klub sepak bola dari Montenegro, Albania, dan Austria-Hungaria.[2] Hingga Perang Dunia II, Lovćen memenangkan lima kejuaraan Montenegro (Musim Semi 1925, Musim Gugur 1925, Musim Semi 1927, Musim Gugur 1928, 1935).[3][4][5] Mereka juga menjuarai dua kali turnamen tahunan Zeta Olympiad (1926, 1927) dan tujuh kali Kejuaraan Kota Cetinje. Pada masa itu, Lovćen memiliki rival kuat dengan klub lain dari Cetinje, SK Crnogorac, serta dua klub dari Podgorica, yaitu FK Budućnost dan GSK Balšić. Keempat tim ini merupakan klub terbaik di Montenegro sebelum Perang Dunia II.
Karena mendukung Partai Buruh yang dilarang, FK Lovćen turut dilarang pada tahun 1937, sama seperti FK Budućnost. Klub ini kembali berdiri pada tahun 1944 dan 1945. Pada tahun itu, Lovćen memainkan pertandingan pertamanya setelah restrukturisasi. Di Cetinje, Lovćen dan Budućnost memainkan pertandingan pertama antarklub Montenegro pasca Perang Dunia II, dengan hasil Budućnost menang 4–2.
Bersama FK Budućnost (Podgorica), FK Sutjeska (Nikšić), dan FK Arsenal (Tivat), Lovćen menjadi anggota kompetisi sepak bola resmi pertama pasca Perang Dunia II — Liga Republik Montenegro 1946. FK Lovćen finis di posisi kedua dan berkesempatan ikut kualifikasi musim perdana Liga Utama Yugoslavia, tetapi gagal. Pada babak awal, Lovćen menang melawan Makedonija Skopje (3–0) dan menyingkirkan Borac Banja Luka (5–1, 5–1). Namun, di babak terakhir kualifikasi Liga Utama, Lovćen kalah dari Metalac Beograd (0–2, 2–6).
Kesempatan lain datang ketika Lovćen menjadi juara 'Grup B' Liga Dua Yugoslavia tahun 1956. Pada leg awal, Lovćen menyingkirkan Zenica (2–1, 0–0) dan masuk ke babak play-off grup. Di babak tersebut, mereka melawan Vardar Skopje (1–2, 0–2), Lokomotiva Zagreb (4–1, 1–6), dan Borovo (2–1, 1–4). Setelah enam pertandingan, Lovćen gagal promosi karena hanya terpaut satu poin dari zona Liga Utama.
Pada upaya ketiga dan terakhirnya di era RFS Yugoslavia, tahun 1957, Lovćen tersingkir pada babak pertama kualifikasi melawan Željezničar Sarajevo (0–0, 0–2). Satu kesuksesan besar lainnya datang pada tahun 1947, ketika Lovćen menjuarai Kejuaraan U-21 Yugoslavia.
Hingga runtuhnya Yugoslavia, Lovćen biasanya berkompetisi di Liga Dua Yugoslavia, dengan total 552 pertandingan di ajang tersebut. Penampilan terbaik mereka di divisi dua terjadi pada musim 1954–55, dengan tujuh kemenangan, dua hasil imbang, dan sembilan kekalahan, yang mengantarkan mereka finis di posisi keenam. Namun, musim paling sukses adalah 1968–69 ketika Lovćen finis di posisi keempat dengan catatan 12 kemenangan, 11 imbang, dan 7 kalah. Setelah Budućnost dan Sutjeska, Lovćen menjadi klub Montenegro tersukses pada masa itu.
Di era Republik Federal Yugoslavia (1992–2003) dan Persatuan Negara Serbia dan Montenegro (2003–2006), Lovćen bermain di liga kedua dan ketiga. Hasil terbaik dicapai pada musim 1998–99, saat mereka finis di posisi kedelapan dari 18 tim di Liga Dua. Selama beberapa musim, klub ini juga menjadi juara Piala Republik Montenegro.
Menjelang berakhirnya federasi Serbia dan Montenegro, Lovćen terdegradasi ke Liga Tiga (Liga Republik Montenegro). Pada dua musim terakhirnya (2004–05 dan 2005–06), mereka mencatatkan performa terburuk dalam sejarah modern klub.
Setelah Montenegro merdeka, Lovćen ikut serta pada musim perdana Liga Kedua Montenegro. Mereka finis sebagai juara pada musim 2006–2007 dan langsung promosi ke Liga Pertama Montenegro. Pada pertandingan pertama di Liga Pertama, 11 Agustus 2007, Lovćen bermain imbang 2–2 melawan OFK Petrovac di Cetinje dengan 2.000 penonton hadir. Pada tahun 2009, untuk pertama kalinya sejak kemerdekaan, Lovćen tampil di final Piala Montenegro, meski kalah dari OFK Petrovac. Sebelum itu, di semifinal, Lovćen menyingkirkan FK Budućnost.
Kesuksesan terbesar Lovćen di Liga Pertama terjadi pada musim 2013–14. Setelah paruh pertama musim, klub asal Cetinje ini finis di posisi ketiga. Pada paruh kedua musim, mereka mencatat rekor bersejarah 11 pertandingan tanpa kekalahan (7 kemenangan beruntun). Lovćen mengakhiri musim di posisi kedua — hasil terbaik sepanjang sejarah klub. Pada musim yang sama, 21 Mei 2014, Lovćen menjuarai Piala Montenegro untuk pertama kalinya. Dalam ajang itu, mereka menyingkirkan Zora (1–0), Crvena Stijena (8–0, 1–2), Zeta (1–0, 1–2), dan Petrovac (3–0, 0–0). Di final, Lovćen mengalahkan Titograd dan meraih trofi nasional pertama mereka. Dengan kemenangan itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Lovćen berhasil lolos ke kompetisi Eropa.
Setelah 10 musim berturut-turut di kompetisi kasta tertinggi, pada musim 2016–17, FK Lovćen finis di posisi ke-11 dan terdegradasi ke Liga Kedua Montenegro. Mereka hanya semusim di kasta kedua, lalu kembali promosi ke Liga Pertama setelah menang play-off melawan Kom (2–1; 0–0). Setahun kemudian, Lovćen kembali tampil impresif di Piala Montenegro dan mencapai final untuk ketiga kalinya. Namun, di pertandingan perebutan trofi, mereka kalah 0–4 dari Budućnost. Pada saat yang sama, FK Lovćen kembali terdegradasi ke Liga Kedua setelah kalah play-off melawan Kom (0–1; 0–1).
Masa terburuk dalam sejarah klub dimulai pada musim 2019–20, ketika FK Lovćen finis di posisi kesembilan dan terdegradasi ke Liga Ketiga Montenegro. Itu merupakan penampilan pertama Lovćen di kompetisi kasta terbawah. Pada Oktober 2020, mereka kembali mencatatkan rekor buruk dengan menelan kekalahan telak 10–1 dari Obilić.[6]