Artikel ini berisi tentang klub sepak bola yang didirikan pada tahun 1945. Untuk klub asli yang telah dibubarkan pada tahun 2010, namun catatan sejarah dan rekornya dibeli oleh pemerintah kota melalui perusahaan ZECRO, lihat FC Politehnica Iași (1945).
27 April 1945;81 tahun lalu(27 April 1945) sebagai Sportul Studențesc Iași 16Agustus 2010;15 tahun lalu(2010-08-16) (didirikan kembali) sebagai Asociația Club Sportiv Municipal Politehnica Iași
Fotbal Club Politehnica Iași, yang umumnya dikenal sebagai Politehnica Iași atau disingkat Poli Iași, adalah klub sepak bola profesional asal Rumania yang berbasis di Kota Iași, Provinsi Iaşi, dan berkompetisi di Liga II, kasta kedua dalam sistem liga sepak bola Rumania.
Dinamai berdasarkan Universitas Teknik Gheorghe Asachi Iași, tim aslinya didirikan pada tahun 1945 dan bermain dengan warna biru dan putih di Stadion Emil Alexandrescu hingga pembubarannya pada tahun 2010.
Pada tahun yang sama, sebuah entitas baru dibentuk dengan nama ACSMU Politehnica Iași, menyusul penggabungan antara Tricolorul Breaza dan Navobi Iași. Klub baru ini langsung memulai kiprahnya di Liga II dan dianggap sebagai penerus historis dari tim asli, setelah membeli melalui lelang warna, sejarah, serta catatan prestasi klub sebelumnya.
Antara tahun 2011 hingga 2016, klub ini dikenal dengan nama CSM Studențesc Iași, sebelum kembali menggunakan nama Politehnica Iași.
Sejarah
Awal pembentukan (2010–2014)
Politehnica Iași yang asli didirikan pada April 1945 dan dibubarkan pada tahun 2010 akibat utang yang tidak terbayar.[2] Pada Agustus tahun yang sama, Tricolorul Breaza bergabung dengan Navobi Iași dan membentuk ACSMU Politehnica Iași.[3] Bermain di Liga II, tujuan klub ini adalah kembali ke kasta tertinggi sepak bola Rumania.
Ionuț Popa ditunjuk sebagai pelatih kepala klub yang baru didirikan tersebut, sementara Grigore Sichitiu terpilih sebagai presiden eksekutif.
Pada musim panas 2011, klub ini berganti nama menjadi Clubul Sportiv Municipal Studențesc Iași, atau disingkat CSMS Iași. Untuk paruh kedua musim 2011–12, mantan pemain tim nasional Rumania, Florin Prunea, ditunjuk sebagai presiden. Pada 2 Juni 2012, setelah kemenangan 4–2 atas Farul Constanța,[4] tim ini berhasil promosi ke Liga I setelah dua tahun berlaga di divisi kedua sepak bola Rumania.[5]
Pada 29 Agustus 2012, Liviu Ciobotariu ditunjuk sebagai pelatih kepala.[6] Tim ini mengakhiri musim 2012–13 di peringkat ke-17 dan terdegradasi ke divisi kedua. Meskipun sempat ada harapan untuk diterima kembali di Liga I musim 2013–14, pada akhirnya CS Concordia Chiajna yang mengamankan satu tempat terakhir di liga utama, menyusul degradasinya FC Rapid București karena masalah keuangan.[7]
Untuk Liga II musim Liga 2013–14, pelatih muda potensial Costel Enache ditunjuk untuk memimpin tim yang tetap mempertahankan para talenta mudanya, seperti Alexandru Crețu, Adrian Avrămia, dan Andrei Hergheligiu.[8]
Kembali ke kasta teratas (2014–sekarang)
Setelah Marius Lăcătuș menggantikan Enache sebagai pelatih, Politehnica finis di peringkat pertama Liga II musim 2013–14 dan kembali promosi ke Liga I. Pada musim 2014–15, klub ini untuk pertama kalinya tampil di Cupa Ligii, mengalahkan ASA Târgu Mureș dan melaju ke babak 16 besar, di mana mereka menyingkirkan mantan juara Piala Rumania dan Liga I, CFR Cluj.
Musim 2015–16 menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah singkat Politehnica Iași dan juga dalam sejarah sepak bola Kota Iași. Setelah menjalani kampanye yang sangat baik, tim finis di peringkat ketujuh dan lolos ke Liga Eropa UEFA 2016–17 di bawah arahan pelatih asal Italia, Nicolò Napoli, dengan skuad yang mengandalkan pemain-pemain berpengalaman seperti Andrei Cristea, Bojan Golubović, Ionuț Voicu, dan Branko Grahovac.[9] Pada putaran kedua Liga Eropa UEFA 2016–17, Politehnica menghadapi klub Kroasia Hajduk Split dan setelah bermain imbang 2–2 di Iași, mereka kalah 1–2 di Split dan tersingkir lebih awal dari kompetisi.[10]
Pada 22 Juli 2016, klub mengumumkan perubahan nama dari CSM Studențesc Iași menjadi CSM Politehnica Iași, nama yang dinilai lebih erat kaitannya dengan tradisi sepak bola Iași dan klub FC Politehnica Iași (1945) yang telah dibubarkan.[11]
Pada Juni 2017, presiden Florin Prunea diberhentikan setelah lima tahun memimpin Politehnica Iași.[12] Posisi tersebut kemudian diisi oleh Adrian Ambrosie. Setelah sejumlah pemain utama hengkang, seperti Lukács Bőle dan Daisuke Sato yang kontraknya berakhir, tim menjalani perombakan besar dan merekrut sejumlah pemain internasional asing, seperti Denis Rusu, Kamer Qaka, Luwagga Kizito, dan Platini. Pada 24 Februari 2018, meskipun kalah 0–1 dari juara bertahan Viitorul Constanța, Poli Iași menjadi tim pertama dari wilayah Moldavia yang lolos ke babak play-off Liga I sejak format tersebut diperkenalkan pada 2015.[13] Di bawah arahan pelatih Flavius Stoican, mereka menutup musim dengan finis di peringkat keenam, sekaligus menyamai pencapaian terbaik pendahulunya, FC Politehnica Iași.
Stadion
Politehnica Iași memainkan pertandingan kandangnya di Stadion Emil Alexandrescu. Stadion ini terletak di kawasan Copou, dekat Universitas Alexandru Ioan Cuza, dan memiliki kapasitas 11.390 tempat duduk.[14]
Pendukung
Kelompok pendukung terbesar Politehnica Iași adalah Băieții Veseli dan Ultras. Keduanya telah mendukung FC Politehnica Iași (1945) hingga klub tersebut dibubarkan dan menganggap tim baru sebagai penerusnya. Mereka juga memiliki hubungan persahabatan dengan klub asal Moldova, Zimbru Chișinău.[15]Settore Ultra pernah menjadi kelompok ultras lain, tetapi kemudian diambil alih oleh Oțelul Galați.
Rivalitas
Rival utama Politehnica Iași adalah Sporting Vaslui, dan pertandingan antara kedua klub ini dikenal sebagai "Derbi Moldavia".[16] Rivalitas tersebut berkembang pada Liga III musim 2001–02, ketika klub asal Vaslui bersaing dengan Poli Iași untuk promosi ke divisi kedua, dengan Poli Iași keluar sebagai juara dan meraih promosi. Persaingan ini kembali memanas pada Liga II musim 2003–04, saat kedua klub kembali berebut promosi dan tim berjuluk putih-biru kembali unggul.[17] Musuh lain yang lebih baru adalah Oțelul Galați, terutama karena hubungan persahabatan mereka dengan Dacia Chișinău, sehingga Peluza Nord Iași kerap melontarkan chant bernada hinaan kepada mereka di hampir setiap pertandingan.
Selain itu, terdapat pula rivalitas yang lebih kecil dengan FC Botoșani.[18]