Eti mulai merintis karier di dunia politik sebagai kader Partai Nasdem pada tahun 2011. Ia diamanahi untuk mengelola keuangan Ormas Partai Nasdem hingga tahun 2013. Di tengah tugasnya sebagai bendahara partai, Eti juga dipercaya menjadi Ketua Paguyuban Cirebon Bangkit sejak tahun 2012 hingga sekarang.
Meski mengemban jabatan penting pada waktu bersamaan, Eti berhasil menunjukkan kualitas kinerja yang maksimal. Tidak heran jika di tahun 2013, Eti kemudian didapuk sebagai Ketua DPD Partai Nasdem Kota Cirebon.
Meski terbilang baru dalam kegiatan politik, Eti adalah kader terbaik Partai Nasdem yang berdedikasi. Alumnus SMA Negeri 1 Cirebon ini memiliki jaringan yang kuat dan luas di bidang usaha yang digelutinya sebelum terjun ke politik praktis. Hal itu membuat Eti terbiasa bergaul dengan semua kalangan, tentunya juga menjadi bekal untuk mengelola partai dan mengemban amanah baru.
Atas dukungan rakyat dan rekan-rekannya, Eti sukses menduduki kursi Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon masa jabatan 2014–2018. Sebelum kemudian mendapat kepercayaan untuk memimpin Kota Udang bersama Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis.
Pada Pilwalkot Cirebon 2018, kontribusi Eti dalam meyakinkan masyarakat berbuah manis. Ia bersama Azis memenangkan pilwalkot dan menjadi pemimpin Kota Cirebon hingga 2023 ini.
Lewat Visi SEHATI (Sehat, Hijau, Agamis, Tentram, dan Inovatif), upaya Eti dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat begitu terasa selama empat tahun selama berkarya dan menyusun program kerja. Ia rajin blusukan untuk meninjau langsung kondisi lapangan.
Eti juga mencetuskan program "Ibu Dapur Ngebul" dalam rangka memberdayakan potensi para ibu (perempuan) di bidang usaha guna memperkuat perekonomian keluarga. Kesungguhan Eeng dalam memajukan sektor UMKM pun terlihat dari unggahannya di media sosial yang ikut mempromosikan produk-produk dari para pelaku UMKM Kota Cirebon, mulai dari camilan, minuman, hingga kerajinan tangan.
Atas hal tersebut, Eti Herawati diganjar penghargaan Tokoh Peduli UMKM Kota Cirebon pada ajang Anugerah Times Indonesia (ATI) 2021 dari Times Indonesia. Tidak hanya lingkup UMKM, pembangunan infrastruktur dan pengadaan barang dan jasa pun masih terus dimaksimalkan.