Telenovela Esmeralda pertama kali ditayangkan di Indonesia melalui saluran SCTV pada tahun 1998 dengan dubbing ke dalam Bahasa Inggris dikarenakan peraturan pemerintah melalui Departemen Penerangan saat itu. Esmeralda ini merupakan satu-satunya telenovela berbahasa Inggris dengan rating terbaik pada masa itu. Pada tahun 1999, telenovela ini ditayangkan ulang dan didubbing ulang ke dalam Bahasa Indonesia, untuk kemudian didubbing ulang kembali pada saat penayangan ulang ketiga pada tahun 2004, kedua versi Esmeralda dubbing ulang ini tayang di SCTV.
Penamaan tokoh antagonis Fátima yang diperankan oleh Laura Zapata, diubah namanya menjadi Latina, setelah aksi protes Front Pembela Islam di depan kantor SCTV pada 4 Mei 2001 lalu pada saat penayangan ulang kedua telenovela ini pada 2001, yang kemudiannya penayangan ulang ini dihentikan pada tahun yang sama. Untuk penayangan ulang ketiga pada tahun 2005 di SCTV, nama Latina digunakan untuk mengganti nama Fátima (EYD: Fatimah) agar peristiwa tersebut tidak terulang. Telenovela ini kembali ditayangkan ulang oleh MDTV sejak 1 Februari 2026, nama Fátima digunakan kembali dalam sulih suara versi MDTV.
Adaptasi tak resmi
Pada tahun 2008, rumah produksi SinemArt memproduksi sebuah sinetron berjudul Diva yang alur ceritanya mirip dengan telenovela Esmeralda ini, dan ditayangkan di stasiun televisi RCTI.
Referensi
↑"Esmeralda" (dalam bahasa Spanyol). alma-latina.net. Diarsipkan dari asli tanggal September 11, 2011. Diakses tanggal April 3, 2016.