Elvianus Katoppo (21 Agustus 1900–19 Januari 1976) adalah seorang pendidik, politisi, dan tokoh Alkitab Indonesia. Ia juga seorang novelis.
Kehidupan Awal
Elvianus Katoppo lahir pada tanggal 21 Agustus 1900 di Tomohon, Hindia Belanda. Ia menempuh pendidikan di Ambonsche Kweekschool (Sekolah Guru Ambon), dan kemudian meraih Hoofdakte sebagai orang Indonesia. Ia mulai menjadi seorang guru pada tahun 1924 di Batavia. Ia bekerja sebagai direktur "Louwerierschool" di Tomohon sebelum Perang Dunia II.
Selama bekerja sebagai guru di Manado, Katoppo juga berjuang melawan Belanda dengan turut mengembangkan organisasi Indonesische Studiefonds dan organisasi pemuda gereja.
Negara Indonesia Timur
Pada tahun 1946, Katoppo menjadi satu dari tiga anggota delegasi Minahasa dalam Konferensi Denpasar. Dengan demikian, ia juga menjadi anggota Badan Perwakilan Sementara Indonesia Timur. Dalam konferensi tersebut, Katoppo mengajukan gagasan terbentuknya sebuah negara bagian kepulauan di Indonesia Timur yang mirip dengan Republik Indonesia dan bersistem parlemen bikameral.
Pada tanggal 13 Januari 1947, Katoppo dilantik sebagai Menteri Pendidikan Negara Indonesia Timur dalam Kabinet Nadjamuddin Daeng Malewa. Ia terus memegang jabatan tersebut selama masa jabatan Perdana Menteri Malewa, Warouw, dan Gde Agung selama dua tahun. Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Pendidikan, Katoppo membuka Sekolah Guru (Kweekschool) di Makassar pada tanggal 18 Februari 1948.
Setelah berhenti menjadi Menteri Pendidikan, Katoppo ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Negara Indonesia Timur mulai tanggal 2 Maret 1949.
Setelah Pensiun
Setelah NIT dilebur ke dalam Republik Indonesia, ia pindah ke Jakarta dan hingga 1955 bekerja sebagai pegawai tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan merupakan salah satu tokoh penyempurnaan ejaan bahasa Indonesia.
Pada tahun 1953 ia ikut mendirikan Universitas Kristen Indonesia,dan Lembaga Alkitab Indonesia pada tahun 1954. Pada masa hidupnya, ia pun lama menjadi Ketua Dewan Kurator Sekolah Tinggi Teologi Jakarta dan juga menyumbangkan tenaga dan pikirannya di dalam usaha mengembangkan UKI dan UI.