Disebabkan oleh tema utama yang mengangkat Kusni Kasdut sebagai sosok antipahlawan serta nama grup musik yang diambil dari akronim "Instruksi Presiden" yang kontroversial, album ini dibredel dan ditarik dari pasaran.[3]
Komposisi
Album dipengaruhi secara besar oleh musik folkInggris dan Irlandia,[3] dengan pengaruh-pengaruh lain seperti musik country dan musik rok psikedelis.[4] Lagu-lagu pembuka yaitu "Eloi! Lama Sabactani!" dan "Greges, Pagi Februari 1980" bercerita mengenai eksekusi Kusni Kasdut yang terjadi di Greges, Surabaya. Lagu-lagu lain dalam album tersebut berisi kritik-kritik sosial; lagu "Mana Dimana Desaku" berkisah mengenai urbanisasi. Lagu "Praduga Terhadap Paduka" bertemakan kemanusiaan dan ketuhanan, sementara lagu "Buyung / Gerhana Negeri" dan "Nyanyian 'Bencana'" bercerita mengenai ketamakan dan hubungan manusia dengan lingkungan.[4]
↑Eloi! Lama Sabactani!. Inpres. Jakarta: Musica Studio's. 1980. MSC-7139. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
↑Boer, Harlan; Resmadi, Idhar; Samack; Rahman, Taufiq; Nugroho, Wahyu (2020). This Album Could Be Your Life: 50 Album Musik Terbaik Indonesia 1955–2015. Jakarta: Elevation Books.