Plot
Di kerajaan Lamia, seorang peri ibu baptis yang ceroboh dan agak menyebalkan bernama Lucinda Perriweather memberi “hadiah” aneh kepada bayi bernama Ella of Frell, yaitu kemampuan untuk selalu taat. Sejak itu, Ella harus menuruti setiap perintah siapa pun tanpa bisa melawan.
Sebelum meninggal, ibu Ella berpesan agar jangan pernah menceritakan tentang kutukan itu kepada siapa pun, karena bisa dimanfaatkan untuk hal buruk. Ia juga meyakinkan Ella bahwa dalam dirinya ada kekuatan yang lebih besar dari sihir mana pun.
Beberapa tahun berlalu, ayah Ella, Sir Peter, menikah lagi dengan seorang sosialita kaya, Dame Olga, yang memperlakukan Ella dengan kejam. Suatu hari, saat memprotes ketidakadilan di depan umum, Ella bertemu Pangeran Char atau Charmont, yang langsung tertarik padanya dan mengundangnya ke pesta penobatannya.
Namun, rasa iri muncul dari Hattie, putri Dame Olga. Setelah mengetahui rahasia ketaatan Ella, Hattie mulai mempermainkan dan mempermalukannya. Tak tahan lagi, Ella bertekad untuk mencari Lucinda agar bisa membatalkan kutukan itu.
Dibantu peri rumah tangga keluarga, Mandy, Ella mendapatkan bantuan dari Benny, kekasih Mandy yang secara tidak sengaja berubah menjadi buku sihir hidup. Melalui Benny, Ella mengetahui kalau Lucinda sedang berada di Giantville, dan ia pun memulai perjalanannya ke sana.
Dalam perjalanannya, Ella menolong Slannen, seorang peri kecil yang bercita-cita menjadi pengacara, bukan penghibur seperti aturan kerajaan. Mereka kemudian ditangkap oleh kawanan ogre, tetapi diselamatkan oleh Pangeran Char, yang akhirnya memutuskan ikut bersama mereka.
Di perjalanan, Ella membuka mata Char terhadap ketidakadilan yang menimpa para elf dan raksasa akibat hukum-hukum zalim yang dibuat oleh Sir Edgar, paman Char sekaligus wali raja. Hubungan Ella dan Char pun semakin dekat, dan keduanya mulai saling jatuh cinta.
Namun, ketika Edgar mengetahui rahasia kutukan Ella dari saudara tirinya, ia memerintahkan Ella untuk membunuh Char tepat tengah malam dan melarangnya memberi tahu siapa pun. Edgar juga mengaku bahwa dialah pembunuh ayah Char, dan kematian sang pangeran akan membuatnya naik tahta.
Putus asa, Ella menulis surat perpisahan untuk Char dan meminta Slannen mengikatnya di pohon jauh dari istana, agar ia tak bisa melaksanakan perintah itu. Saat Slannen pergi mencari bantuan, Lucinda muncul. Ella memohon agar kutukannya dicabut, tapi Lucinda tersinggung dan menyuruh Ella membebaskan diri dengan kekuatannya sendiri, lalu melepaskan rantai yang mengikatnya.
Tak bisa melawan sihir, Ella kembali ke istana tepat saat pesta berlangsung. Char mengajaknya ke aula cermin dan melamarnya. Saat Ella hampir menusuknya karena perintah kutukan, ia melihat bayangan dirinya dan ibunya—dengan segenap tekad memerintahkan dirinya sendiri untuk tidak lagi patuh pada siapa pun. Seketika, kutukannya pun lenyap.
Namun sebelum sempat menjelaskan, Char melihat belati di tangannya, dan Edgar segera menuduhnya berkhianat dan memenjarakannya. Dengan bantuan Benny, Slannen dan sekelompok elf, raksasa, serta ogre menyusup ke istana dan menyelamatkannya. Mereka lalu mengetahui bahwa Edgar telah meracuni mahkota Char agar pangeran tewas saat penobatan.
Di tengah kekacauan besar yang terjadi, Mandy berhasil mengembalikan Benny ke wujud manusianya. Ella dan Char melawan para penjaga, hingga akhirnya Ella berhasil membongkar rencana jahat Edgar. Saat mencoba memakai mahkota itu sendiri, Edgar keracunan dan tumbang.
Tak lama kemudian, Ella dan Char menikah. Dalam pernikahan itu, Char bersulang untuk era baru yang penuh keadilan dan kesetaraan bagi seluruh warga Lamia. Edgar ternyata masih hidup, tapi kini lumpuh dan duduk di kursi roda. Film ditutup dengan seluruh pemeran menari dan menyanyikan lagu “Don’t Go Breaking My Heart”, sebelum Ella dan Char berangkat menuju bulan madu mereka.