Ekspedisi Sumatra Kedua adalah sebuah ekspedisi hukuman (punitive expedition) yang dilakukan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat terhadap penduduk Pulau Sumatra. Setelah para pejuang atau perompak Melayu membantai awak kapal dagang Amerika Eclipse, sebuah ekspedisi yang terdiri dari dua kapal perang Amerika mendaratkan pasukan yang kemudian mengalahkan orang-orang Melayu dalam dua pertempuran singkat.
Latar belakang
Komodor George C. Read
Pada Agustus 1838, kapal dagang Amerika Eclipse sedang singgah di desa Terbangan, di Aceh Selatan, ketika 24 orang Melayu mendekat. Mualim dua kapal mengizinkan orang-orang Melayu tersebut naik ke kapal setelah mereka melepaskan senjata mereka. Beberapa saat kemudian, para pelaut Amerika mengembalikan senjata orang-orang Melayu itu sebagai tanda persahabatan. Orang-orang Melayu, yang kini kembali bersenjata pisau dan senjata tajam lainnya, kemudian menyerang awak kapal. Pertama mereka membunuh mualim dua, lalu satu per satu membunuh awak kapal lainnya. Sebagian pelaut Amerika melompat ke laut, tetapi orang-orang Melayu memburu mereka dan membunuhnya.
Peristiwa ini merupakan insiden kedua semacam itu. Pembantaian awak kapal dagang Friendship oleh orang-orang Melayu sebelumnya telah memicu Ekspedisi Sumatra Pertama pada tahun 1832. Berita pembantaian tersebut sampai kepada Komodor George C. Read pada bulan Desember 1838, ketika ia sedang berlayar di lepas pantai Ceylon sebagai komandan East India Squadron. Komodor Read segera berlayar ke tenggara menuju Sumatra dengan kapal fregat Columbia, bersama fregat John Adams.
Columbia dan John Adams sedang dalam proses pelayaran keliling dunia, bersamaan dengan—meskipun bukan bagian dari—United States Exploring Expedition tahun 1838–1842. Secara kebetulan, ekspedisi ke Sumatra ini tidak memerlukan penyimpangan rute. Selama ekspedisi, Columbia membawa rata-rata hampir 500 orang awak dan dipersenjatai dengan 50 meriam. John Adams membawa sekitar 220 perwira dan awak dengan 30 meriam.
Ekspedisi
Pengeboman di Maukek, Aceh Selatan pada 1 Januari 1839.
Ekspedisi tersebut tiba di lepas pantai Sumatra selatan pada 1 Januari 1839. Kedua kapal Amerika pertama-tama menuju Quallah Battoo. Setibanya di sana, kedua kapal Angkatan Laut AS membentuk garis pertempuran dalam jangkauan lima benteng tanah dan kayu yang melindungi desa tersebut, lalu membuka tembakan. Lebih dari satu jam kemudian, seluruh benteng hancur atau berada dalam kondisi rusak berat. Kepala desa menyerah dan berjanji tidak akan pernah lagi menyerang kapal-kapal Amerika.
Setelah itu, Komodor Read berlayar menuju Labuhan Tarok Muckie, sasaran Amerika berikutnya. Columbia dan John Adams tiba di lepas pantai Muckie keesokan harinya. Pasukan Amerika mendaratkan kekuatan sebanyak 360 perwira, marinir, dan pelaut, seluruhnya berada di bawah komando Komandan Angkatan Laut T. W. Wyman. Pasukan Wyman menyerang Muckie, sementara Columbia dan John Adams memberikan tembakan perlindungan dengan meriam mereka.
Meskipun sebagian besar penduduk melarikan diri dari desa ketika pertempuran dimulai, beberapa pria Melayu mencoba melawan serangan tersebut namun berhasil dipukul mundur. Dalam waktu singkat, Muckie dilalap api. Pasukan pendarat kemudian kembali ke kapal mereka dan berlayar meninggalkan lokasi.
Ekspedisi hukuman ini berakhir setelah pertempuran di Muckie, dan Komodor Read melanjutkan pelayaran keliling dunianya. Ekspedisi Sumatra Kedua mencapai hasil yang tidak dicapai oleh ekspedisi pertama. Catatan mengenai korban jiwa tidak ditemukan.
Referensi
Earl, George S. W. (1850). “On The Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations”. Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), halaman 119.
Murrell, William Meacham. Cruise of the Frigate Columbia Around The World Under The Command of Commodore George C. Read. Benjamin Bussey, Boston, Massachusetts (1840).