Pada akhir abad ke-19, Kerajaan Benin masih tetap dapat mempertahankan kemerdekaannya dan memonopoli perdagangan di kawasan tersebut. Britania tidak menyukai monopoli ini dan beberapa investor ingin mengambil wilayah Kerajaan Benin untuk memperoleh sumber daya alamnya, seperti karet, gading dan minyak sawit. Setelah konsul Britania Richard Burton mengunjungi Kerajaan Benin pada tahun 1862, ia menulis bahwa Kerajaan Benin merupakan tempat "kebiadaban serampangan yang berbau kematian", yang kemudian memperkuat keinginan untuk menundukkan kerajaan tersebut.[2]
Catatan kaki
↑"The Annexation of Benin by T.U. Obinyan". Journal of Black Studies. 19 (1). Sage Publications, Inc.: 29–40 September 1988. doi:10.1177/002193478801900103. JSTOR2784423.
↑Igbafe, Philip A. (1970). "The Fall of Benin: A Reasseesment". The Journal of African History. 11 (3): 385. doi:10.1017/S0021853700010215.
Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.