Eko yang merupakan pria asli kota Semarang pada tahun 2013 mendirikan akademi sepak bola bernama Eko Primavera Football Camp (EP FC) yang berdomisili di Semarang. Eko berdomisili di Surakarta mempunyai istri bernama Dyah Kusumawardani. Eko merupakan penggemar klub AC Milan dan merupakan anggota Milanisti Indonesia.[2]
Eko dikenal sangat dekat dengan pelatih Indra Sjafri, Eko mengikuti ke mana Indra Sjafri berlabuh. Pertemuan pertama dengan Indra Sjafri adalah pada saat Indra Sjafri menjadi mentor dalam pengambilan kursus lisensi C AFC tahun 2012. Eko dapat bergabung dalam tim yang dikepalai Indra Sjafri karena satu sebab yaitu kesamaan visi dalam pengembangan prestasi usia dini. Jadi arahnya bukan pembinaan lagi, tapi lebih ke prestasi.[3]
PSIS Semarang (asisten)
Setelah pensiun sebagai pemain, Eko mengawali karier kepelatihan dengan menjabat sebagai asisten pelatih PSIS Semarang dengan modal lisensi C AFC dan B Nasional. Eko menemani Bonggo Pribadi dan Firmandoyo.
Indonesia U-19
Mei 2013, Eko menjadi asisten Pelatih Indra Sjafri untuk membantu menangani Timnas U-19. Eko memulai pekerjaan barunya tersebut pada saat training center (TC) di Yogyakarta. Bukan hanya karena pengalaman Eko malang melintang bersama Timnas sejak ia berusia 15 tahun, tetapi kesamaan visi lah yang menyatukan Eko dan coach Indra Sjafri.[3] berhasil menjuarai Piala AFF yang digelar di Sidoarjo dan Gresik. Tak hanya itu, Eko juga menemani timnas U-19 menjalani kualifikasi Piala Asia U-19 hingga lolos sebagai pemuncak klasemen grup di atas Korea Selatan. Eko bertugas mengurus segi teknikal dan taktik, selain itu karena background dirinya sebagai pemain bertahan, ia juga fokus pada sektor belakang timnas.[4]