Efek piza adalah istilah yang terutama digunakan dalam kajian agama dan sosiologi untuk suatu fenomena ketika unsur-unsur atau kebudayaan suatu bangsa ditransformasikan atau lebih diterima di tempat lain, kemudian dibawa kembali ke tempat asal kebudayaan tersebut,[1] atau suatu keadaan ketika pemahaman diri daripada suatu komunitas dipengaruhi oleh sumber asing.[2] Efek tersebut dinamai menurut gagasan bahwa toping piza masa kini dikembangkan oleh imigran asal Italia di Amerika Serikat, bukan di negara asalnya, kemudian diperkenalkan kembali ke Italia sampai akhirnya menjadi contoh hidangan Italia yang populer.[3]
↑Agehananda Bharati (1970). "The Hindu Renaissance and its Apologetic Patterns". The Journal of Asian Studies. 29 (2). Association for Asian Studies: 267–287. doi:10.2307/2942625. JSTOR2942625.