Economics of bitcoin adalah rangkaian pemikiran atas bitcoin dari sudut pandang ilmu ekonomi, sebagai bagian dari ilmu cryptonomics. Bitcoin sendiri dirancang oleh penciptanya yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto untuk berfungsi sebagai sebuah mata uang. Namun, status Bitcoin sebagai mata uang masih menjadi perdebatan.[1] Dalam ilmu ekonomi, uang didefinisikan sebagai alat penyimpan nilai, alat tukar, dan satuan hitung. Para ekonom umumnya sepakat bahwa saat ini Bitcoin belum sepenuhnya memenuhi ketiga kriteria tersebut.[2][3]
Selama satu dekade terakhir, Bitcoin telah berkembang dari sebuah eksperimen digital yang bersifat niche menjadi komponen yang semakin terintegrasi dalam pasar keuangan global dan ekonomi secara lebih luas. Transformasi ini ditandai oleh meningkatnya adopsi institusional, di mana sejumlah perusahaan besar menambahkan Bitcoin ke dalam neraca keuangan mereka, serta lembaga keuangan tradisional mulai menawarkan layanan terkait kripto.[4]
Sejumlah penelitian telah mendokumentasikan keterkaitan signifikan antara harga Bitcoin dengan fluktuasi pasar keuangan dan indikator makroekonomi, yang menunjukkan bahwa pasar mata uang kripto tidak lagi terisolasi dari sistem ekonomi konvensional. Integrasi ini memiliki dampak besar terhadap kebijakan moneter, stabilitas keuangan, dan manajemen risiko, karena pergerakan pasar Bitcoin semakin berkorelasi dengan kelas aset tradisional, terutama selama periode tekanan di pasar keuangan.