Suku
Mayoritas penduduk Desa Dusun Tua adalah Melayu (Jawi : ملايو; Pinyin : 末羅瑜國 Mòluóyú Guó) Terdapat juga suku minoritas lain seperti Jawa, Talang Mamak (Proto Malay), Batak, Minang, Banjar (Urang Banjar; Jawi : اورڠ بنجر), Sunda, dan Sasak (orang dari Pulau Lombok) yang sebagian besar dari mereka kini sudah terasimilasi dengan bahasa dan kebudayaan mayoritas Melayu Desa Dusun Tua yang unik.
Selain keberadaan suku-suku dalam arti kata Bahasa Indonesia seperti yang disebutkan di paragraf diatas, di Desa Dusun Tua dalam kalangan orang Melayu yang mayoritas itu wujud pula apa yang mereka panggil "suku". Suku yang dimaksudkan itu tidak sama artinya dengan perkataan suku dalam Bahasa Indonesia, ia lebih tepat dimaknakan dengan perkataan Arab bani (بني ), atau bisa juga diterjemahkan sebagai jalur keluarga, atau marga, atau keturunan atau puak.
Masyarakat Desa Dusun Tua adalah masyarakat matrilineal (matrilineal society) yang berketurunan mengikut nasab dari sebelah perempuan, dari ibu ke ibu seperti matrilineal orang Minangkabau. Suku atau bani (بني ), atau jalur keluarga dalam kalangan mayoritas orang Desa Dusun Tua (orang Melayu) adalah dari ibu mereka dan bukan ayah mereka seperti kebanyakan suku bangsa di dunia ini.
Sebenarnya banyak etnis, suku atau bangsa didunia yang mengamalkan matrilineal, berketurunan dengan nasab sebelah ibu, antaranya orang Cherokee, Hopi, Choctaw, Iroquois, Lenape, Navajo dan Tlingit di Amerika Serikat; Gitksan di Kanada; Haida di Alaska; orang Kuna di Panama; orang Kogi dan Carib di Amerika Selatan; orang Negeri Sembilan, di Malaysia; orang Trobrianders, Dobu dan Nagovisi di Melanesia; orang Nairs, Bunts, Billava, Khasi, Jaintiaand Garo di India; orang Ngalops dan Sharchops di Bhutan; orang Tamil di Sri Lanka; orang Mosuo di Tiongkok; orang Basques di Spanyol and Perancis; orang Akan dan Ashanti Afrika Barat; dan yang paling terkenal sebagai masyarakat matrilineal adalah orang Yahudi yang bertebaran di mana-mana diseluruh dunia.
Ada enam (6) pecahan suku orang Melayu di Desa Dusun Tua. Lima (5) mempunyai nama dan satu (1) tidak punya nama. Lima (5) yang punya nama adalah: Suku Imam, Suku Panglimo Porang, Suku Manjolelo, Suku Monti dan Suku Pengulu; satu (1) yang tidak punya nama adalah mereka yang berketurunan dari dua (2) kakak dan adik yaitu Budut dan Koto. Keturunan dari Budut dan Koto ini membentuk sebuah suku atau keluarga yang besar jumlah anggotanya dan mereka tidak punya nama suku. Kadang-kadang mereka disebut sebagai "Suku Melayu" tapi itu bukanlah nama resmi suku mereka. Beberapa waktu dulu mereka dipanggil sebagai "uwang dak besuku" yang berarti "orang yang tidak bersuku". Kesemua enam (6) suku yang di Desa Dusun Tua ini juga ada di Desa Dusun Tua Pelang.
Budaya dan Adat
Dari segi pakaian adat, pakaian adat Melayu di Desa Dusun Tua adalah sama seperti pakaian adat Melayu lain di Nusantara, laki-laki berbaju Melayu, berkain samping dan bersongkok (peci) atau adakalanya memakai setanjak; wanita memakai baju kurung. Dari segi adat, mereka mengamalkan adat yang sangat mirip dengan adat perpatih yang diamalkan suku Minangkabau; juga adat-adat lama yang tidak Islami sama seperti yang dilakukan orang Sakai di pedalaman Riau seperti membuat lanchang kuning untuk membuang penyakit, menyimah kampung, mempersembahkan hidangan makanan untuk hantu air, orang bunian dan sebagainya.