Dujail dikenal sebagai tempat terjadinya sebuah upaya pembunuhan terhadap Presiden Irak saat itu, Saddam Hussein yang gagal pada 8 Juli1982. Kota tersebut adalah tempat berkumpulnya orang-orang Partai Daawa, yang menentang Saddam dan Perang Iran-Irak. Saddam saat itu sedang berkunjung ke sana untuk memuji mereka yang telah berjasa bagi Irak dalam perang tersebut. Saat melewati pusat kota, rombongannya diserang seorang anggota partai Daawa, tetapi Saddam berhasil lolos tanpa dicederai dalam baku tembak yang berlangsung selama tiga jam berikutnya.[butuh rujukan]
Saddam kemudian dituduh memerintahkan pasukan keamanan khususnya untuk melaksanakan serangan balasan terhadap kota tersebut. 143 orang penduduk Dujail dibunuh dalam serangan tersebut, termasuk anak-anak . 1.500 orang lainnya dipenjarakan atau disiksa, sementara warga lainnya, kebanyakan wanita dan anak-anak, dikirim ke kamp-kamp di gurun pasir. Rezim Saddam menghancurkan kota tersebut dan membangunnya kembali tak lama kemudian. Selain hukuman-hukuman tersebut, tanah pertanian seluas 1.000 km² juga dirusak; dan penanaman kembali hanya diizinkan 10 tahun kemudian.[butuh rujukan]
Persidangan untuk mengadili Saddam dan ketujuh rekannya yang terlibat peristiwa ini dimulai pada 19 Oktober2005.[butuh rujukan]