Dora Bakoyannis (bahasa Yunani: Ντόρα Μπακογιάννη) (lahir 6 Mei 1954) adalah Menteri Luar NegeriYunani; sebelumnya ia menjabat sebagai Wali kota Athena. Ia adalah perempuan pertama yang menjabat sebagai Wali kota Athena serta perempuan pertama yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Yunani. Saat ini ia merupakan perempuan yang menduduki jabatan tertinggi dalam sejarah pemerintahan Yunani. Banyak orang Yunani yang yakin bahwa suatu hari kelak ia akan menjadi Perdana Menteri perempuan pertama di Yunani.
Pada 1968, keluarga Mitsotakis melarikan diri ke Paris untuk menghindarkan pemerintahan diktatur militer yang berkuasa di Yunani selama tujuh tahun dari 1967. Mereka kembali ke Athena pada 1974 ketika pemerintahan militer runtuh. Pada tahun yang sama itu, ia menikah dengan Pavlos Bakoyiannis, seorang wartawan dan politikus yang dihormati. Mereka mempunyai dua orang anak, Alexia dan Kostas. Selama beberapa tahun kemudian ia bekerja di Kementerian Koordinasi Ekonomi dan belakangan, di Kementerian Luar Negeri. Ketika ayahnya terpilih sebagai pemimpin Partai Demokrasi Baru pada 1984, ia menjadi kepala stafnya.
Pada 1989, anggota-anggota dari kelompok teroris "17 November" membunuh suaminya, Pavlos Bakoyiannis, yang saat itu menjadi anggota parlemen, ketika ia memasuki gedung kantornya.
Ketika ayahnya terpilih sebagai Perdana Menteri pada tahun berikutnya, Bakoyannis mula-mula menjadi Menteri muda Luar Negeri, dan kemudian sebagai Menteri Kebudayaan. Ia terpilih tiga kali sebagai anggota parlemen untuk Evritania, dan belakangan untuk Athena, dengan mayoritas mutlak. Ketika Demokrasi Baru kalah dalam pemilu 1993 dan ayahnya mengundurkan diri, ia berhasil merebut kursi di komite sentral partai. Pada 2000 pemimpin baru partai, Kostas Karamanlis, menunjuknya sebagai Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan dalam cabinet bayangannya. Kini ia menikah dengan pengusaha Isidoros Kouvelos. Menurut hukum keluarga Yunani ia berhak menggunakan salah satu dari tiga nama keluarga – nama keluarga ayahnya, nama keluarga almarhum suaminya dan suaminya yang sekarang, atau kombinasi dari ketiga nama tersebut. Ia memilih untuk menggunakan nama keluarga almarhum suaminya.
Pada Juni 2002 penyelidikan terhadap kelompok teroris "17 November" diintensifkan, dan 19 orang kemudian ditangkap, dan kebanyakan dari mereka mengakui sebagai anggota kelompok teroris itu. Di antara mereka adalah tiga orang yang konon mengaku berpartisipasi dalam pembunuhan terhadap Pavlos Bakoyiannis.
Pada musim panas 2002, ketika Karamanlis sedang mencari upaya untuk memperlihatkan kekuatan partainya yang sedang berkembang dalam menghadapi Gerakan Sosialis Panhelenis yang berkuasa dalam pemilihan-pemilihan local, ia memilih Bakoyannis untuk bertarung memperebutkan kursi Wali kota Athena. Ia memimpin sekelompok besar kandidat dalam putaran pertama pada Oktober 2002 dan kemudian mengalahkan lawan Sosialisnya, Christos Papoutsis, dalam putaran kedua seminggu kemudian dengan mayoritas terbesar dalam sejarah kota itu.
Ia sukses menjadi nyonya rumah Olimpiade 2004, dan merupakan perempuan pertama yang menjadi wali kota sebuah kota yang menjadi ajang pertandingan olahraga itu.
Pada 2005, ia terpilih sebagai Wali kota dunia dan pada 14 Februari2006 ia ditunjuk oleh Kostas Karamanlis untuk menjadi Menteri Luar Negeri.