Pada masa episkopatnya di San Nicolás, devosi Bunda Rosario dari San Nicolás berkembang usai laporan penampakan Maria di kota tersebut. Castagna mendirikan komisi untuk mempelajari peristiwa tersebut dan menghimpun perhatian pastoral terhadap pertumbuhan jumlah peziarah yang mengunjungi biara.[5]
Pada 22 Juni 1994, ia diangkat menjadi uskup agung Keuskupan Agung Corrientes. Ia memegang jabatan kanonik keuskupan agung tersebut pada 27 Agustus 1994.[2][1]
Castagna telah menulis sejumlah karya tentang teologi, spiritualitas Kristen, dan kehidupan pastoral. Publikasinya meliputi buku dan renungan pastoral yang ditujukan untuk rohaniwan dan umat awam di Argentina.[2]