Dominggus da Silva terlahir sebagai anak dari pasangan Dominicus da Silva dan Maria Dualio. Dia diketahui sempat merantau ke Jakarta. Dominggus, yang merupakan lulusan sekolah teknik menengah jurusan mesin, hijrah ke Morowali pada tahun 1991. Dia memilih bekerja di PT. Inco di Soroako, Sulawesi Selatan; tetapi memilih tinggal di Beteleme. Setiap hari Senin, dia ke Soroako dan Sabtu kembali ke Beteleme. Disana, dia bekerja sebagai sopir alat-alat berat di perusahaan pertambangan ini. Setelah dieksekusi, dia dimakamkan di Kota Palu, berbeda dengan kedua rekannya yang dipulangkan ke kampung halaman mereka.[2]