Desa Doko masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Kediri. Letak wilayahnya berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri dan Kota Kediri. Desa Doko berbatasan dengan Desa Gogorante di sebelah timur. Di sebelah barat, Desa Doko berbatasan dengan Kota Kediri (Kelurahan Banjaran). Di sebelah utara, Desa Doko berbatasan dengan Desa Sukorejo. Sedangkan di sebelah selatan, Desa Doko berbatasan dengan Kota Kediri (Kelurahan Burengan).
Pemerintahan
Di Desa ini terdapat kantor Bupati Kediri / Kabupaten Kediri, yaitu pusat pemerintahan Kabupaten Kediri, karena hal itu juga disini juga banyak berdiri kantor-kantor pemerintahan, contohnya Kantor DPRD Kabupaten Kediri.
Pariwisata, ekonomi dan budaya
Desa ini berkembang seiring meningkatnya kualitas dalam berbagai aspek. Salah satu contoh desa ini sangat dekat dengan objek-objek wisata, pusat perbelanjaan, dan olahraga baik di Kota Kediri maupun Kabupaten Kediri.
Sektor pariwisata dan budaya desa ini dekat dengan Monumen SLG,
Monumen SLG adalah monumen yang didirikan di tengah-tengah jalan simpang lima Gumul, monumen ini kedepannya merupakan ikon pariwisata Kabupaten Kediri dengan daya tariknya yaitu:
Diorama, Mini Market, Gedung Pertemuan dan Resto tersedia di dalamnya.
Desa ini terletak tidak jauh dari Petilasan Sri Aji Joyoboyo, yaitu tempat moksa Prabu Sri Aji Joyoboyo yang terkenal sebagai Raja Kediri abad XII dan juga ramalan Jongko Joyoboyonya.
Di desa ini ada acara adat tradisional yang masih dilestarikan sampai sekarang yaitu Ziarah Ritual Bersih Desa Doko. Acara ini diperingati setiap satu tahun sekali pada bulan Suro. Dalam tradisi ini biasanya dilakukan pagelaran wayang, juga ada iring-iringan dari para penduduk yang berpakaian mirip dengan para prajurit pada masa pemerintahan kerajaan dulu.
Desa ini cenderung ramai karena selain wilayah inti dari Kabupaten Kediri juga berbatasan dengan pusat Kota Kediri dan dekat dengan Pasar Banjaran, Kolam Renang Pagora, Stadion Brawijaya, selain itu juga dekat dengan Kediri Mall, Kediri Town Square dan Golden Swalayan.