Left Field – 330ft (101m) Medium Left-Center – 360ft (110m) True Left-Center – 375ft (114m) Center Field – 395ft (120m) True Center Field – 400ft (122m) True Right-Center – 375ft (114m) Medium Right-Center – 360ft (110m) Right Field – 330ft (101m) Backstop – 55ft (17m)
Stadion Dodger adalah sebuah stadion bisbol yang terletak di kawasan Los Angeles, California, Amerika Serikat. Stadion ini merupakan markas tim Los Angeles Dodgers yang berkompetisi di Major League Baseball (MLB). Dibuka pada tahun 1962, stadion ini dibangun dalam waktu kurang dari tiga tahun dengan biaya sebesar 23 juta dolar AS. Stadion ini merupakan stadion bisbol tertua di MLB yang berada di sebelah barat Sungai Mississippi, serta yang tertua ketiga secara keseluruhan setelah Fenway Park di Boston (1912) dan Lapangan Wrigley di Chicago (1914). Selain itu, stadion ini adalah stadion bisbol terbesar di dunia berdasarkan kapasitas tempat duduk. Sering dijuluki sebagai “stadion yang menguntungkan pelempar”, stadion ini telah menjadi lokasi terjadinya 13 no-hitter, dua di antaranya merupakan perfect game.
Stadion ini menjadi tuan rumah Major League Baseball All-Star Game pada tahun 1980 dan 2022, serta Seri Dunia sebanyak dua belas kali, yaitu pada tahun 1963, 1965, 1966, 1974, 1977, 1978, 1981, 1988, 2017, 2018, 2024, dan 2025. Stadion ini juga menjadi tuan rumah babak semifinal dan final World Baseball Classic pada tahun 2009 dan 2017, serta pertandingan bisbol ekshibisi saat Olimpiade Musim Panas 1984. Pada 3 Agustus 2013, stadion ini menjadi lokasi turnamen sepak bola yang menampilkan empat klub: tim tuan rumah Los Angeles Galaxy serta Real Madrid, Everton, dan Juventus dari Eropa. Los Angeles Kings dan Anaheim Ducks juga memainkan pertandingan musim reguler pada tahun 2014 sebagai bagian dari NHL Stadium Series. Selain itu, stadion ini pernah menjadi markas Los Angeles Angels dari tahun 1962 hingga 1965.
Stadion ini juga kerap disebut sebagai Stadion Chavez Ravine, atau cukup “Chavez Ravine”, sesuai dengan fitur geografis tempat stadion tersebut berada. Kadang-kadang stadion ini dijuluki “Blue Heaven on Earth”, sebuah julukan yang diciptakan oleh mantan manajer Dodgers, Tommy Lasorda.[2]
Sejarah
Pembangunan
Para petugas kepolisian Los Angeles County secara paksa mengusir Aurora Vargas dari rumahnya di Malvina Avenue, sebagai bagian dari "Pertempuran Chávez Ravine"
Pada pertengahan 1950-an, presiden tim Brooklyn Dodgers, Walter O’Malley, berupaya membangun stadion berkubah di wilayah Brooklyn, Kota New York. Namun, dia tidak berhasil mencapai kesepakatan dengan pejabat kota terkait pembebasan lahan, dan akhirnya membuat perjanjian dengan Kota Los Angeles. Lahan yang kemudian digunakan untuk membangun Stadion Dodger sebelumnya telah diambil alih dari pemilik dan penghuni setempat oleh Pemerintah Kota Los Angeles melalui mekanisme eminent domain, dengan dana dari Undang-Undang Perumahan Federal tahun 1949. Kota tersebut awalnya berencana mengembangkan proyek perumahan publik Elysian Park Heights, yang mencakup sekitar dua lusin gedung 13 lantai dan lebih dari 160 rumah deret dua lantai, serta taman bermain dan sekolah yang dibangun kembali, termasuk sebuah perguruan tinggi.
Sebelum pembangunan proyek perumahan dimulai, iklim politik setempat berubah drastis setelah Norris Poulson terpilih sebagai wali kota Los Angeles pada tahun 1953. Proyek-proyek perumahan publik yang diusulkan, seperti Elysian Park Heights, kehilangan sebagian besar dukungan karena dikaitkan dengan ide-ide sosialis. Setelah negosiasi panjang, kota membeli kembali properti Chavez Ravine dari Otoritas Perumahan Federal dengan harga yang jauh lebih rendah, dengan syarat lahan tersebut digunakan untuk kepentingan umum. Baru pada 3 Juni 1958, setelah para pemilih Los Angeles menyetujui referendum “Taxpayers Committee for Yes on Baseball”, Dodgers dapat memperoleh 352 acre atau sekitar 1,42 km² lahan Chavez Ravine dari kota. Pemerintah Los Angeles secara paksa mengusir para penghuni, yang sebagian besar merupakan warga Hispanik. Selama Stadion Dodger masih dalam pembangunan, Dodgers bermain di stadion berkapasitas terbesar di liga dari tahun 1958 hingga 1961, yaitu di markas sementara mereka, Coliseum Memorial Los Angeles, yang mampu menampung lebih dari 90.000 penonton.
Penulis berbasis di Los Angeles, Mike Davis, dalam karya pentingnya tentang kota tersebut berjudul City of Quartz, menggambarkan proses membujuk pemilik rumah di Chavez Ravine untuk menjual properti mereka. Hampir semua pemilik rumah asli yang berbahasa Spanyol pada awalnya menolak menjual. Para pengembang kemudian menawarkan pembayaran tunai langsung melalui agen-agen berbahasa Spanyol. Setelah penjualan pertama terjadi, pemilik yang tersisa ditawari jumlah uang yang semakin kecil, guna menimbulkan kepanikan bahwa mereka tidak akan menerima kompensasi yang layak atau akan tertinggal sebagai segelintir penolak terakhir. Banyak warga tetap bertahan meskipun mendapat tekanan dari pengembang, yang memicu “Pertempuran Chavez Ravine”, perjuangan selama sepuluh tahun untuk mempertahankan hak atas properti mereka, yang pada akhirnya tetap mereka kalah.
Stadion Dodger merupakan stadion Major League Baseball pertama sejak pembangunan awal Stadion Yankee yang dibangun sepenuhnya dengan pendanaan swasta, dan menjadi yang terakhir hingga Oracle Park di San Francisco dibuka pada tahun 2000. Peletakan batu pertama dilakukan pada 17 September 1959. Puncak-puncak perbukitan setempat diratakan, dan tanahnya digunakan untuk menimbun Sulfur Ravine dan Cemetery Ravine guna menciptakan permukaan rata bagi area parkir dan stadion. Gedung bekas Sekolah Dasar Palo Verde tidak dihancurkan, melainkan dikubur dan kini berada di bawah area parkir di barat laut base ketiga. Sebanyak 8 juta yard kubik atau sekitar 6,1 juta meter kubik tanah dipindahkan selama proses pembangunan. Sebanyak 21.000 unit beton pracetak, sebagian berbobot hingga 32 ton, dibuat di lokasi dan dipasang menggunakan derek khusus untuk membentuk kerangka struktural stadion. Stadion ini awalnya dirancang agar dapat diperluas hingga berkapasitas 85.000 kursi dengan memperluas dek atas di atas paviliun outfield, tetapi rencana tersebut tidak pernah direalisasikan.
Era Frank McCourt
Pembongkaran kursi di Stadion Dodger, 2005Bekas restoran all you can eat di paviliun lapangan kanan
Pada akhir musim 2005, Los Angeles Dodgers melakukan renovasi besar selama jeda musim berikutnya.[11]
Perbaikan terbesar adalah penggantian hampir seluruh kursi stadion. Kursi lama telah digunakan sejak 1975 dan memberikan nuansa khas “era luar angkasa” dengan warna kuning cerah, oranye, biru, dan merah. Kursi baru menggunakan skema warna asli tahun 1962 yang lebih lembut, yaitu kuning, oranye muda, pirus, dan biru langit. Sebanyak 2.000 pasang kursi dijual seharga 250 dolar AS per pasang untuk tujuan amal.
Bagian kursi di sepanjang garis base diubah menjadi tempat duduk bergaya retro tipe box dengan ruang kaki lebih luas dan meja kecil. Struktur beton stadion juga diperbaiki. Renovasi ini menandai fase kedua dari rencana peningkatan multi-tahun Stadion Dodger.
Renovasi
Pemandangan Stadion Dodger dari udara pada tahun 2012
Antara tahun 2003 dan 2005, stadion ini meningkatkan fasilitasnya dengan pemasangan layar video LED. Layar utama berukuran tinggi 27 kaki atau sekitar 8,2 meter dan lebar 47 kaki atau sekitar 14 meter.[12]
Pada tahun 2008, Dodgers mengumumkan proyek senilai 412 juta dolar AS untuk membangun museum Dodgers, toko, dan restoran di sekitar stadion. Dalam siaran pers, tim menjelaskan fitur-fitur renovasi sebagai berikut:
Dodger Way, jalur masuk berjajar pepohonan menuju plaza besar yang ditata lanskap di luar area center field, terhubung dengan promenade yang berisi restoran, toko, dan museum Dodger Experience yang menampilkan sejarah Dodgers secara interaktif.
Green Necklace, jalur hijau yang mengelilingi stadion dan memungkinkan pengunjung berjalan di sekeliling taman, mengubah area parkir menjadi jalur pejalan kaki yang terhubung dengan plaza dan promenade.
Top of the Park, plaza luar ruang berskala besar dengan panorama 360 derajat yang menampilkan cakrawala pusat kota Los Angeles, Teluk Santa Monica, Pegunungan Santa Monica dan San Gabriel, serta lapangan Stadion Dodger.[13]
Renovasi tingkat atas yang direncanakan pada musim 2008–09 ditunda karena penyelenggaraan World Baseball Classic 2009, perceraian Frank dan Jamie McCourt, serta kondisi ekonomi yang lemah.[14] Untuk melunasi pinjaman dari pemilik sebelumnya, News Corporation, Frank McCourt menggunakan Stadion Dodger sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman 250 juta dolar AS.[15]
Pada tahun 2008, Dewan Kota Los Angeles secara bulat menetapkan kode pos tersendiri, 90090, bagi kawasan Stadion Dodger, yang juga diberi nama baru, Dodgertown.[16]
Kepemilikan baru dan renovasi lanjutan
Stadion Dodger selama promosi "malam kembang api" pasca pertandingan, menampilkan layar HD baru sebagai pengganti papan video dan papan skor persegi panjang yang lamaTommy Lasorda's Trattoria, sebuah restoran Italia di area tribun lapangan kanan Stadion Dodger, merupakan hasil dari renovasi kecil tahun 2014
Setelah penjualan tim pada tahun 2012, arsitek dan perencana kota Janet Marie Smith ditunjuk untuk memimpin renovasi stadion yang telah berusia 50 tahun.[17] Renovasi dimulai pada musim dingin 2012, termasuk penggantian papan video dengan layar definisi tinggi, pembangunan ruang ganti dan ruang latihan baru, serta perbaikan toilet, stan makanan, sistem suara, dan kandang latihan pukulan.
Renovasi besar yang selesai pada musim 2013 mencakup papan skor HD heksagonal, sistem suara baru, koridor yang lebih luas, area berdiri tambahan, fasilitas toilet yang ditingkatkan, serta taman bermain anak.[18]
Renovasi lanjutan antara musim 2013 dan 2014 meliputi perluasan koridor paviliun, restoran baru seperti Think Blue Bar-B-Que dan Tommy Lasorda’s Trattoria, toko resmi tim permanen, area bullpen dengan bar, serta relokasi pepohonan di puncak stadion.[19]
Pada 23 Juli 2019, diumumkan renovasi senilai 100 juta dolar AS yang mencakup plaza center field seluas sekitar 0,81 hektare dengan taman bermain anak, pemindahan patung Jackie Robinson ke area tersebut, area penghormatan bagi legenda Dodgers, bar olahraga, dan taman bir.[20]
Renovasi juga mencakup lift dan eskalator baru yang menghubungkan tribun outfield dengan tingkat lapangan dan tingkat lainnya, pintu masuk utama baru, serta pembuatan patung Sandy Koufax di samping patung Robinson. Meskipun renovasi selesai pada musim 2020 yang tertunda akibat pandemi COVID-19, peresmian patung Koufax ditunda selama dua tahun.[21]
Desain
Tangga menuju dek atas dan tempat duduk cadangan
Stadion Dodger merupakan salah satu fasilitas khusus bisbol terakhir yang dibangun sebelum era stadion serbaguna dimulai. Stadion ini dibangun di dekat pertemuan beberapa jalan bebas hambatan di sekitar pusat kota Los Angeles, dengan area parkir luas yang mengelilinginya. Dengan banyaknya stadion baru MLB yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir, kini Stadion Dodger menjadi stadion tertua ketiga yang masih digunakan, serta yang tertua di Pantai Barat.
Stadion Dodger menghadirkan sejumlah fitur desain inovatif. Salah satunya adalah bagian tempat duduk di tingkat dugout yang tertutup dan dilengkapi layar pelindung di belakang home plate. Pemilik Dodgers, Walter O’Malley, terinspirasi untuk memasukkan fitur ini setelah melihatnya di Stadion Korakuen, Tokyo, saat tur persahabatan pascamusim Brooklyn Dodgers ke Jepang pada tahun 1956. Area tempat duduk dugout asli tersebut diganti dengan kursi box yang lebih konvensional dalam renovasi tahun 1999, tetapi konsepnya kemudian ditiru di Progressive Field di Cleveland dan Angel Stadium of Anaheim.
Dua ciri paling khas Stadion Dodger adalah atap bergelombang di atas masing-masing paviliun outfield serta bagian puncak poros lift setinggi 10 lantai yang menampilkan logo Dodgers, menjulang tepat di belakang home plate pada tingkat tempat duduk paling atas.
Area parkir unik dengan struktur tanah bertingkat dibangun di belakang tribun utama, memungkinkan pemegang tiket memarkir kendaraan hampir sejajar dengan tingkat tempat duduk mereka, sehingga meminimalkan penggunaan jalur landai di dalam stadion. Stadion ini juga dirancang tahan gempa, sebuah pertimbangan penting di California, dan telah bertahan dari beberapa gempa besar.
Pada awalnya, Stadion Dodger dilengkapi dua papan skor elektronik besar Fair Play di atas paviliun left field dan right field. Papan di right field menampilkan informasi pertandingan yang sedang berlangsung, sedangkan papan di left field menampilkan skor pertandingan dari kota lain serta pesan lainnya. Papan skor tambahan yang lebih kecil dipasang di tingkat lapangan pada pagar kursi box di luar dugout base pertama dan base ketiga pada musim perdana tahun 1962. Papan pesan di left field diganti dengan papan video Mitsubishi Electric Diamond Vision pada tahun 1980. Papan skor tambahan di tingkat lapangan kemudian diganti dengan unit yang lebih besar di fasad tingkat tempat duduk Loge atau tingkat kedua pada tahun 1998, dan selanjutnya digantikan lagi oleh papan video pita pada tahun 2006. Papan skor pertandingan luar kota di tingkat lapangan dipasang di dinding left field dan right field pada tahun 2003.
Lampu strobo ditambahkan pada tahun 2001; lampu ini berkedip ketika Dodgers memasuki lapangan, setelah terjadi home run oleh pemain Dodgers, dan setelah kemenangan Dodgers. Pada tahun 2018, lampu strobo berwarna biru juga ditambahkan.
Transportasi
Stadion ini dikelilingi area parkir yang sangat luas. Menjelang pertandingan, lalu lintas padat merayap di jalan-jalan berbukit dari berbagai arah menuju stadion. Stasiun terdekat dalam sistem Los Angeles Metro Rail adalah Stasiun Chinatown. Dari sana, jaraknya sedikit lebih dari satu mil (1,61 km) dengan berjalan kaki, tersedia jembatan penyeberangan di ujung utara Yale Street yang melintasi Jalan Bebas Hambatan 110.[22]
Dodger Stadium Express
Bus Dodger Stadium Express di Stadion Dodger
Dodger Stadium Express adalah layanan bus gratis yang dioperasikan oleh Los Angeles County Metropolitan Transportation Authority atau Metro, yang mengangkut pemegang tiket menuju dan dari Stadion Dodger saat pertandingan kandang. Layanan ini didanai oleh Mobile Source Air Pollution Reduction Review Committee serta pendapatan tol dari Metro ExpressLanes. Bus mulai beroperasi dua setengah jam sebelum pertandingan dimulai. Layanan kembali beroperasi setelah akhir inning ketujuh dan berlanjut hingga 45 menit setelah out terakhir atau 20 menit setelah acara pascapertandingan..[23][24]
Rute Union Station
Rute Union Station beroperasi tanpa henti antara Union Station dan Stadion Dodger, menggunakan jalur bus khusus di sepanjang Sunset Boulevard dan Vin Scully Avenue. Bus berangkat dari sisi barat Union Station, di depan Fred Harvey Room yang bersebelahan dengan Alameda Street. Layanan dari Union Station beroperasi setiap 5 hingga 10 menit hingga akhir inning kedua. Bus pada rute ini berhenti di pintu masuk Center Field dan Top Deck. Union Station dilayani oleh Metro Jalur A, B, dan D, berbagai rute Metro Bus, serta menyediakan koneksi kereta regional melalui Metrolink dan Amtrak.[23][24]
Rute South Bay
Rute South Bay menghubungkan kawasan South Bay dengan Stadion Dodger melalui Harbor Transitway. Bus berhenti di Slauson, Manchester, Harbor Freeway, Rosecrans, dan Harbor Gateway Transit Center. Stasiun-stasiun ini juga dilayani oleh Jalur J, dan tersedia koneksi ke Jalur C di Stasiun Harbor Freeway. Layanan dari South Bay beroperasi setiap 30 menit, dengan keberangkatan terakhir dari Harbor Gateway dijadwalkan pada waktu pertandingan dimulai. Bus pada rute ini berhenti di pintu masuk Right Field.[23][24]
Kereta gantung gondola
Los Angeles Aerial Rapid Transit merupakan proyek kereta gantung gondola yang diusulkan untuk menghubungkan Union Station dengan stadion, dengan satu stasiun perantara di Los Angeles State Historic Park. Jalur ini juga akan melayani Elysian Park yang berada di dekat stadion.[25]
↑Stacie Wheeler (22 Januari 2012). "50 Years of Dodger Stadium". Dodgers Way. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Oktober 2017. Diakses tanggal 25 Oktober 2017. Record attendance: 1 (April 13, 2009) (Giants)