H.Djohari Kahar, S.H., M.Si., gelar Datuak Bagindo (11 November 1931[2]–12 September 2021) adalah seorang pengajar dan politikusIndonesia. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Sumatera Barat selama dua periode (1977–1987) dan satu periode sebagai anggota DPR-RI (1987–1992) mewakili Sumatera Barat. Ia berasal dari Partai Golkar.[3]
Djohari Kahar menyelesaikan pendidikan di HIS Adabiah pada 1945 dan SMP Negeri Bag. B pada 1948. Dari 1947 hingga 1950, ia ikut serta menjadi anggota Tentara Pelajar Komando Sumatera Tengah di Bukittinggi dan Karesidenan Riau.[5] Ia juga diperbantukan pada Mobile Brigade Polri tahun 1949–1950. Pada 1950, ia melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri Bag. B dan lulus pada 1952. Saat SMA, ia mengetuai Ikatan Pelajar SMA Negeri Bukittinggi (Ganeca).[2]
Djohari meraih gelar sarjana dari Fakultas Hukum Universitas Andalas (FH Unand) pada 1962. Ia aktif di Ikatan Mahasiswa FH Unand Padang dan pernah menjadi ketua organisasi tersebut.
Karier
Djohari Kahar awalnya bekerja sebagai guru SMA negeri tahun 1957–1961. Ia lalu menjadi Direktur SMA Negeri II Padang tahun 1961–1963.[2][6] Selanjutnya, ia mengajar sebagai dosen luar biasa di Akademi Koperasi Negara tahun 1963–1970 dan Fakultas Ekonomi Unand tahun 1963–1985. Ia juga bekerja di Proyek Galangan Kapal Departemen Perindustrian dan Pertambangan tahun 1964–1971.[7]
Pada 1964, ia bergabung dengan Kosgoro Sumatera Barat, yang melahirkan Sekretariat Bersama (Sekber) Golkar. Di Sekber Golkar, ia menjadi sekretaris bidang organisasi tahun 1964–1972 dan diutus sebagai anggota Panitia Pemilihan Daerah (PPD) Sumatera Barat tahun 1970–1971.[7]
Pada 1972–1977 Djohari diangkat sebagai Wakil Ketua Korpri Sumatera Barat. Ia menjabat Asisten Bidang Pegawai Negeri DPD Tk. I Golkar tahun 1974-1979. Ia kembali diangkat menjadi anggota PPD Tk. I Sumatera Barat dari unsur Golkar tahun 1976-1977. Tahun 1977-1984 ia diangkat sebagai Anggota Dewan Pembina Korpri. Tahun 1979-1982 ia didapuk sebagai Wakil Ketua DPD Tk. I Golkar Sumatera Barat. Tahun 1981-1987 ia diangkat sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia Sumatera Barat. Tahun 1984-1987 Djohari menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina Korpri dan Ketua DPD I Golkar Sumatera Barat.[7]
Tahun 1977-1982 dan 1982-1987 Djohari dipilih sebagai Ketua DPRD Sumatera Barat. Pada 1982, Djohari terpilih sebagai Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Utusan Daerah Sumatera Barat berdasarkan Kep. Pres. RI Nomor 151/M tahun 1982.[7] Pada 1987, Djohari mengikuti Pemilihan umum legislatif Indonesia 1987 dan berhasil terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pemilihan Sumatera Barat berdasarkan Kep. Pres. Nomor 221/M Tahun 1987.[2]
Masih pada tahun yang sama, di bulan Oktober, Djohari Kahar bersama Lukman Harun, seorang tokoh Muhammadiyah, juga mendapatkan penghargaan dari Golkar atas perannya dalam perkembangan partai di Sumatera Barat.[3]
Wafat
Djohari wafat pada pukul 12.05 tanggal 12 September 2021 di rumahnya.[9] Jenazahnya disemayamkan di Rumah Duka Jl Palupuh No 9 Jati Padang dan dimakamkan keesokan harinya di TPU Tunggul Hitam.[10][11]