Disiplin gereja adalah langkah yang diambil oleh gereja untuk menangani dan mengoreksi perilaku dosa di antara anggotanya kepada tujuan mendorong pertobatan, memulihkan individu agar kembali bersatu dengan Tuhan dan komunitas, serta menjaga kesucian dan integritas seluruh jemaat. Proses ini biasanya dimulai secara pribadi dengan pihak yang merasa tersakiti menegur pelaku dosa, kemudian berkembang melibatkan para penatua, dan jika pelaku tetap tidak mau bertobat, maka seluruh gereja akan terlibat. Tujuan akhir dari proses ini adalah penebusan, yang dalam kasus yang parah dan berkepanjangan, bisa termasuk pengucilan sementara dari persekutuan atau keanggotaan resmi, seperti yang dijelaskan dalam ayat-ayat seperti Matius 18:15-17.