Keluarga Kim, secara resmi disebut Garis Keturunan Gunung Paektu (Hangul:백두혈통code: ko is deprecated ), dinamai dari Gunung Paektu, dalam wacana ideologi Partai Buruh Korea (WPK), dan sering disebut sebagai Dinasti Kim setelah berakhirnya Perang Dingin, merupakan garis keturunan kepemimpinan Korea Utara selama tiga generasi, yang berasal dari pendiri dan pemimpin pertama negara tersebut, Kim Il Sung. Kim Il Sung memerintah Korea Utara pada tahun 1948, setelah berakhirnya kekuasaan Jepangyang memecah belah wilayah tersebut pada tahun 1945. Setelah kematiannya pada tahun 1994, peran Kim Il Sung sebagai pemimpin tertinggi diwariskan kepada putranya, Kim Jong Il, dan kemudian pada tahun 2011 kepada cucunya, Kim Jong-un. Ketiganya menjabat sebagai pemimpin WPK, dan sebagai pemimpin tertinggi Korea Utara sejak negara ini didirikan pada tahun 1948.
Pemerintah Korea Utara menyangkal adanya kultus kepribadian di sekitar keluarga Kim, dan menggambarkan pengabdian rakyat kepada keluarga tersebut sebagai manifestasi pribadi dari dukungan terhadap kepemimpinan negara mereka.[1] Keluarga Kim telah digambarkan sebagai monarki absolut[2][3][4] de facto atau kediktatoran turun-temurun.[5]
↑Young W. Kihl, Hong Nack Kim. North Korea: The Politics of Regime Survival. Armonk, New York: M. E. Sharpe, Inc., 2006. p.56.
↑Robert A. Scalapino, Chong-Sik Lee. The Society. University of California Press, 1972. p.689.
↑Bong Youn Choy. A history of the Korean reunification movement: its issues and prospects. Research Committee on Korean Reunification, Institute of International Studies, Bradley University, 1984. Pp. 117.
Kim, Nam-Sik (Spring–Summer 1982). "North Korea's Power Structure and Foreign Relations: an Analysis of the Sixth Congress of the KWP*". The Journal of East Asian Affairs. 2 (1). Institute for National Security Strategy: 125–151. JSTOR23253510. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)