Depok adalah desa di kecamatan Cisompet, Garut, Jawa Barat, Indonesia. Desa ini merupakan desa yang terletak paling selatan di Kecamatan Cisompet, Garut. Desa Depok berbatasan langsung dengan Desa Sukanagara, Cisompet, Garut di sebelah Utara. Selatan berbatasan dengan Kecamatan Pameungpeuk yakni Desa Paas dan Desa Sirnabakti, di sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Pameungpeuk terutama Desa Bojong Kaler dan Desa Bojong Kidul yang dipisahkan oleh Perbukitan Padépokan Gunung Nagara dan Di sebelah Timur berbatasan dengan Desa Karyasari Kecamatan Cibalong yang dipisahkan oleh Perbukitan Perkebunan Afdelling Gunung Gajah.
Sejarah
Menurut hikayat cerita masyarakat sekitar, nama Depok dikaitkan dengan padepokan. Artinya perkampungan tersebut pada awalnya merupakan padepokan tempat peristirahatan para gegeden. Sebenarnya, menurut Ki Ecep (sesepuh kampung), pada era enam puluhan, kampung Depok masih merupakan perkampungan dengan tradisi yang sama dengan Baduy. Akan tetapi, setelah kampung tersebut dibumi-hanguskan gerombolan DI/TII,[1] terjadi perubahan cukup signifikan. Sekarang tidak lagi terlihat rumah-rumah panggung berjajar menghadap kiblat.
Di Desa Depok terdapat situs Gunung Nagara yang merupakan makam kuno para tokoh kerajaan masa periode Islam yang diyakini adalah tempat beristirahat para raja, Padepokan ini berdiri sebagai bentuk penghormatan dari raja-raja yang sedang bertahta. Adapun raja-raja yang berada di komplek pemakaman ini adalah Eyang Ruhi Kudratullah, Eyang Balung Tunggal, Prabu Kiansantang, Syekh Abdul Jabar, Istri Prabu Kiansantang (Ratu Gondowoni), Eyang Sembah Ibrohim dan Eyang Raksabumi.[2]
Situs Gunung Nagara ini diapit oleh dua sungai yakni sungai Cikaso[3] dan sungai Cipalebuh yang konon katanya sungai ini dipercaya sebagai syariat menggugurkan dosa agar diampuni oleh Sang Hyang Widi. Sehingga, Legenda Kian Santang Menurut sebagian besar masyarakat Depok, Situs Gunung Nagara erat kaitannya dengan penyebaran Islam di wilayah Garut Selatan yang disebarkan atas jasa Prabu Kian Santang.
Desa Depok berdiri dikaitkan dengan kemunculan Padepokan yang berada di tepian Sungai Cikaso dan adanya situs Gunung Nagara yang membentuk lingkungan sosial masyarakat Desa Depok sampai sekarang.
Geografi
Batas Wilayah
Utara
Desa Sukanagara, Kecamatan Cisompet
Selatan
Desa Paas dan Desa Sirnabakti, Kecamatan Pameungpeuk
Barat
Desa Bojong Kaler dan Desa Bojong Kidul, Kecamatan Pameungpeuk
Timur
Desa Karyasari, Kecamatan Cibalong
Topografi
Desa Depok terletak di bagian selatan wilayah Kabupaten Garut yang topografinya berbukit-bukit dan curam. Wilayah Desa Depok merupakan wilayah yang diapit oleh dua kecamatan di sebelah barat, timur dan selatan yakni Kecamatan Cibalong dan Kecamatan Pameungpeuk.[4] Di sebelah barat desa Depok terdapat bukit Padepokan Situs Gunung Nagara yang menjadi batas wilayah dengan Desa Bojong, Kecamatan Pameungpeuk dan di sebelah timur dibatasi oleh Perkebunan Karet Gunung Gajah yang berbatasan langsung dengan Desa Karyasari, Kecamatan Cibalong.
Desa Depok terletak di ketinggian 40 – 100 m di atas permukaan laut
Sungai Cikaso merupakan sungai pendek yang melewati Desa Depok dan bermuara di Samudera Indonesia. Sungai ini menjadi sungai penting bagi masyarakat di Desa Depok sebagai irigasi, dan tempat awal perkampungan didirikan meskipun seiring berkembangnya waktu pemukiman berpindah menuju wilayah mendekati jalan raya Pameungpeuk - Garut.
Penggunaan Lahan
Berdasarkan jenis tanah dan medan topografi di Desa Depok, lahan secara umum digunakan untuk persawahan, perkebunan kelapa, dan pembukaan ladang[5] di hutan.
Demografi
Kependudukan
Pada tahun 2023 tercatat jumlah penduduk di desa Depok, Kecamatan Cisompet, kabupaten Garut sebanyak 5.927 jiwa dengan kepadatan 210 jiwa/km.[6]
Mayoritas warga Desa Depok adalah Suku Sunda (99,04%) ditambah dengan warga dari suku lain seperti Suku Jawa, Melayu, Minangkabau, Batak dan suku suku lainnya dalam jumlah yang lebih kecil.
Pekerjaan warga Desa Depok sebagian besar adalah Petani, dan sisanya bekerja di sektor yang lain.
Wilayah padat didominasi penduduk yang bermukim di daerah sekitar pusat pemerintahan Desa Depok terutama di wilayah sekitar Kampung Pangligaran dan Kampung Cipicung hal itu dikarenakan sebagian pusat ekonomi dan pemerintahan berpusat di wilayah-wilayah tersebut.
Bahasa
Bahasa Sunda adalah bahasa yang dituturkan oleh masyarakat Desa Depok Kecamatan Cisompet sebagai bahasa ibu dan bahasa pergaulan.
Bahasa Indonesia juga digunakan aktif sebagai bahasa persatuan, formal, pendidikan dan komunikasi antar suku di Desa Depok.
Agama
Masyarakat Desa Depok mayoritas beragama Islam.[6]
Pendidikan
Desa Depok memiliki beragam Sarana Pendidikan dari tingkat PAUD s.d SD yang dikelola oleh pihak pemerintah ataupun yayasan, baik yang berstatus Negeri maupun Swasta. Berikut daftar Sarana Pendidikan yang ada di Desa:[7]
Taman Kanak-Kanak
Taman Kanak-Kanak Aisyiyah' Desa Depok Kecamatan Cisompet
PAUD (Kelompok Belajar) tersebar di beberapa RT dan RW
Untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah penduduk Desa menyekolahkan anak-anaknya ke Sekolah yang berada di sekitar luar wilayah Desa Depok seperti
SMP Negeri 2 Cisompet,
SMP Negeri 2 Pameungpeuk,
SMP Muhammadiyah Pameungpeuk,
SMA Negeri 5 Garut,
SMA Negeri 22 Garut dan
SMK Gunung Nagara
atau melanjutkan pendidikan dengan merantau ke luar daerah. Beberapa penduduk desa Depok bersekolah sampai tingkat perguruan tinggi di daerah lain terutama di Garut Kota, Kota Bandung dan Kota Tasikmalaya.
Kesehatan
Desa Depok memiliki sarana Puskesmas Pembantu Desa Depok yang menginduk langsung dari Puskesmas Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut.[9]
Terdapat sarana kesehatan individu seperti satu unit ambulan desa untuk merujuk pasien, mantri dan beberapa layanan bidan di RW tertentu.
Telekomunikasi
Desa Depok telah terlayani oleh telekomunikasi kabel dan seluler. Layanan telepon dan internet kabel dari PT Telekomunikasi Indonesia mencakup seluruh wilayah desa. Terdapat dua stasiun pemancar sinyal (BTS) milik Telkomsel dan XL Axiata yang menyediakan jaringan 4G LTE di Desa Depok dan sekitarnya. Selain itu, sinyal Indosat juga menjangkau desa ini dengan kualitas baik, meskipun BTS-nya berada di luar wilayah Desa Depok.
Transportasi
Desa Depok merupakan wilayah strategis yang dilintasi jalan provinsi Garut–Pameungpeuk, menjadikannya jalur penting dan ramai untuk lalu lintas dari Garut bagian utara ke selatan. Angkutan khas desa ini dikenal sebagai angkutan desa "Cisompetan" yang melayani rute Pameungpeuk–Depok mulai pukul 05.00 hingga 13.30 WIB. Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan jasa ojek pangkalan yang tersebar di sejumlah RT/RW.
Pariwisata
Desa Depok memiliki destinasi wisata Situs Padepokan Gunung Nagara sebagai ciri khas yang sudah terkenal. Selain itu terdapat beberapa objek wisata yang lain seperti: