Bangunan baru halte ini dikerjakan di bawah bangunan Stasiun LRT Kuningan dan mulai dioperasikan kembali pada 24 Maret2023, sehingga Halte Departemen Kesehatan dapat terintegrasi langsung dengan Stasiun LRT Kuningan.[1] Pada tahun 2023, Halte Departemen Kesehatan berubah nama menjadi Halte Kuningan menyesuaikan nama stasiun LRT di atas halte tersebut dan juga sebagai netralisasi nama halte untuk mencari keuntungan dari penjualan hak penamaan.[2]
Bangunan dan tata letak
Pada saat awal dioperasikan, Halte Departemen Kesehatan, dengan nama Depkes yang mengikuti nama institusi yang berada di sebelah barat halte, memiliki bangunan berukuran sedang dengan 2 dermaga di tiap sisi peronnya. Halte diakses melalui jembatan penyeberangan orang (JPO) tangga dan rampa untuk menyeberang Jalan HR Rasuna Said. Tidak banyak fasilitas yang tersedia di dalam halte kala itu.
Halte Departemen Kesehatan sempat menempati bangunan temporer lantaran terdampak oleh pembangunan LRT Jabodebek. Halte Departemen Kesehatan temporer berlokasi begitu jauh dari halte yang lama, yakni sekitar 500 meter di utara halte asli bahkan melewati persimpangan Jalan Raya Casablanca. Memiliki jumlah dermaga dua kali lebih banyak, yakni 4 buah dermaga di tiap sisi halte, akses menuju halte pun ditempuh melalui JPO eksisting yang berada di depan Kedutaan Besar Malaysia. Meski demikian, ditambahkan fasilitas toilet uniseks yang ada pada peron sisi barat halte, yang belum pernah ada pada bangunan halte yang lama.
Sebagai halte yang terintegrasi dengan stasiun LRT, Halte Kuningan kini dibuat lebih luas mengikuti bangunan stasiun di atasnya dengan dermaga yang kini berjumlah 6 buah di tiap sisi peron halte. Akses menuju halte pun dilalui dengan JPO yang terintegrasi di sisi utara stasiun LRT dengan lift di sisi timur di depan Menara Bank Mega Syariah serta tangga dan lift di sisi barat di depan kompleks Kementerian Kesehatan. Selain itu, ditambahkan pula fasilitas umum di dalam halte seperti toilet ramah disabilitas dan musala. Dahulu di depan halte, difungsikan wastafel yang dimanfaatkan pelanggan untuk mencuci tangan selama wabah Pandemi COVID-19, yang kini sudah tidak digunakan lagi.