PT PLN Nusantara Power Construction atau biasa disingkat menjadi PLN NPC, adalah anak usaha dari PLN Nusantara Power yang bergerak di bidang EPC fasilitas ketenagalistrikan.[3][4]
Sejarah
Perusahaan ini didirikan pada bulan Oktober 2000 dengan nama PT Delta Rekadaya Mandiri untuk berbisnis di bidang EPC fasilitas ketenagalistrikan. Pada bulan September 2003, seluruh saham perusahaan ini diambil alih oleh PT Pembangkitan Jawa Bali, PT Indonesia Power, PT PLN Batam, PT Rekayasa Industri, dan Yayasan Pendidikan & Kesejahteraan PLN. Nama perusahaan ini kemudian diubah menjadi PT Rekadaya Elektrika. Pada tahun 2008, perusahaan ini mendapat kontrak untuk membangun empat PLTU dengan nilai kontrak mencapai US$ 74,4 juta, yakni PLTU Kendari berkapasitas 2x10 MW, PLTU Tanjung Balai Karimun berkapasitas 2x7 MW, PLTU Ende berkapasitas 2x7 MW, dan PLTU Tidore berkapasitas 2x7 MW.[5]
Pada tahun 2020, perusahaan ini menyelesaikan pembangunan PLTU Gorontalo Unit 1 dan Unit 2. Pada tahun 2022, perusahaan ini mendivestasi mayoritas saham PT Rekadaya Elektrika Consult ke PT PLN Enjiniring dan mengakuisisi mayoritas saham PT Prima Power Nusantara yang dipegang oleh PT PLN Enjiniring.[3][4] Pada bulan Agustus 2023, perusahaan ini mendapat kontrak dari PLN Batam untuk membangun PLTMG Sekupang berkapasitas 50 MW.[8] Pada tahun 2024, nama perusahaan ini diubah menjadi seperti sekarang.
Referensi
123"Dewan Direksi". PT PLN Nusantara Power Construction. Diakses tanggal 15 November 2023.
↑"Dewan Komisaris". PT PLN Nusantara Power Construction. Diakses tanggal 15 November 2023.