Dawet Ayu adalah minuman khas dari Kabupaten Banjarnegara. Dawet Ayu mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional. Es Dawet Ayu asli khas Banjarnegara lezat serta segar dan sangat cocok diminum pada cuaca panas, es dawet dapat diminum panas ataupun dingin dengan menambahkan es batu. Rasanya yang segar serta manis dengan campuran gula jawa asli, inilah keistimewaan serta keunikan minuman tradisional khas Banjarnegara yang satu ini.[1]
Etimologi
Asal-usul nama dawet ayu terdapat beberapa versi, diantaranya:
Versi pertama
Ketua Dewan Kesenian Banjarnegara Tjundaroso mengatakan, dawet Banjarnegara menjadi terkenal awalnya dari lagu yang diciptakan seniman Banjarnegara bernama Bono berjudul ”Dawet Ayu Banjarnegara”. Pada tahun 1980-an, lagu dipopulerkan kembali oleh grup seni calung dan lawak Banyumas, Peang Penjol, yang terkenal di Karesidenan Banyumas pada era 1970-1980-an. Sejak itu kebanyakan orang di Keresidenan Banyumas mengenal dawet asal Banjarnegara dengan julukan dawet ayu. Lirik lagunya sederhana, tetapi mengena. Lagu bercerita tentang seorang adik yang bertanya kepada kakaknya mau piknik ke mana? Jangan lupa beli dawet Banjarnegara yang segar, dingin, dan manis.[butuh rujukan]
Versi kedua
Ada cerita lain lagi soal kemunculan nama dawet ayu. Ahmad Tohari mengatakan, berdasarkan cerita tutur turun-temurun, ada sebuah keluarga yang berjualan dawet sejak awal abad ke-20. Generasi ketiga pedagang itu terkenal karena cantik. Maka, dawet yang dijual pun disebut orang sebagai dawet ayu.[butuh rujukan]
Versi ketiga
Keterangan Tohari sejalan dengan keterangan tokoh masyarakat Banyumas, Kiai Haji Khatibul Umam Wiranu. Menurut Wiranu, nama dawet ayu muncul dari pedagang yang bernama Munardjo. Istrinya cantik[2] sehingga dawetnya disebut dawet ayu. Kini istri Munardjo masih hidup, dan tinggal di Kelurahan Rejasa Banjarnegara.[butuh rujukan]
Cara membuat
Untuk membuat minuman legendaris yang berasal dari Banjarnegara, diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:[1][3]
Membuat candil dawet
Siapkan wadah, lalu satukan tepung beras sebanyak 100 gram dengan 50 gram tepung tapioka. Tambahkan 50 ml air, lalu aduk hingga campuran menjadi licin dan tidak menyisakan butiran kasar.
Untuk menghadirkan wangi khas sekaligus warna hijau, masukkan satu sendok teh pasta pandan. Apabila tidak tersedia, gunakan pewarna hijau alami lainnya sebagai pengganti.
Tuang campuran tersebut melalui saringan agar teksturnya benar-benar lembut. Proses ini penting agar hasil akhirnya terasa lebih halus dan elastis saat disantap.
Rebus 1 liter air sampai mendidih. Setelah air bergolak, kecilkan nyala api, lalu tuangkan adonan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk agar tidak saling menempel dan membentuk gumpalan.
Biarkan hingga adonan berubah menjadi kental dan membentuk butiran kecil. Segera angkat, lalu masukkan ke dalam air dingin atau air es agar proses pendinginan berhenti dan teksturnya tetap kenyal.
Membuat pemanis gula jawa
Campurkan 250 gram gula jawa pilihan dengan 250 ml air, lalu aduk sampai gula benar-benar meleleh dan menyatu dengan udara.
Setelah itu, saring cairan tersebut untuk memecah kotoran maupun sisa ampas. Langkah ini membantu menghasilkan sirup yang lebih bersih dan tampak jernih.
Panaskan kembali larutan gula hingga mendidih dan teksturnya sedikit mengental. Perebusan ini membuat sirup lebih pekat serta tahan disimpan lebih lama.
Jika sudah mencapai kekentalan yang diinginkan, angkat dari kompor dan biarkan hingga suhu turun sebelum dipakai.
Membuat santan
Siapkan satu buah kelapa muda, lalu parut dagingnya dan peras hingga diperoleh kurang lebih 200 ml santan yang kental.
Panaskan santan tersebut sebentar sampai hampir mendidih agar lebih tahan lama dan tidak cepat basi. Hindari merebus terlalu lama agar santan tidak pecah.
Setelah itu, biarkan santan hingga dingin sebelum dituangkan sebagai pelengkap dawet.
Penyajian
Ambil gelas untuk penyajian, lalu tuangkan larutan gula jawa secukupnya sebagai lapisan dasar.
Tambahkan dawet yang sebelumnya telah direndam dalam air es ke dalam gelas tersebut.
Setelah itu tuangkan santan kental di atasnya hingga merata.
Minuman Dawet Ayu Banjarnegara pun siap disantap dalam keadaan dingin agar terasa lebih segar.
Perbedaan
Jika es dawet jepara menggunakan sagu aren, maka sedikit berbeda dengan es dawet ayu khas Banjarnegara yang menggunakan tepung beras dan tepung beras ketan.[butuh rujukan]
Galeri
Seorang pedagang dawet ayu.
Dawet ayu yang terbuat dari cendol, beras, santan kelapa, Gula, dan es.