Desa danau baru saat ini di pimpin oleh M Ridwan, dia adalah kepala desa yang selalu mengayomi masyarakat.
Danau Baru adalah desa yang berdampingan langsung dengan aliran sungai indragiri, penduduk nya menggunakan bahasa melayu dan saling menjaga adat di desa nya.
Masyarakat di sini berkomunikasi dengan berbicara secara langsung atau tatap muka, dengan sopan santun, dan menggunakan bahasa melayu, dan manfaat agar masyarakat bisa lebih akrab.
ada hal-hal yang menarik di desa ini, danau baru terdapat danau yang terletak di sebrang sungai indragiri untuk perjalanan menuju ke tempat itu kita harus menyeberangi sungai dengan memakai sampan/perahu, selanjut nya untuk perjalanan menju ke sana kita harus berjalan kaki sekitar 10 menit.
Dalam pekerjaan, biasa nya masyarakat bertani sawit, dalam 2 minggu sekali petani akan memanen buah sawit tersebut.
BPD (badan permusyawaratan desa) tujuan nya itu agar setiap urusan fasilitas di desa berjalan dengan lancar, segala urusan yang ada di desa berjalan dengan tertib.
Masyarakat di sini sering memasak tempoyak ikan patin, untuk tempoyak masyarakat akan menunggu musim durian tiba, dan masyarakat akan membuat tempoyak itu sendiri di rumah nya, untuk ikan patin, masyarakat biasa nya mencari ikan sendiri di sungai indragiri.
Pembangunan tugu Desa danau baru itu berada di pinggiran sungai indragiri berbatasan antara desa alang kepayang dan kota lama, untuk bentuk tugu nya itu terdapat patung orang yang memegang dayung, jdi patung ini melambangkan budaya pacu jalur, danau baru di kenal sebagai desa jalur.
Usaha tani, ada masyarakat membuat keripik pisang dengan pisang dari kebunnya sendiri lalu keripik nya di titip kan ke warung" dan pasar.
Perubahan pada kantor desa dulu kantor desa tersebut kecil tidak layak untuk di tempati tapi sekarang sudah ada perubahan kantor desa sudah bagus dan juga terdapat bangunan baru yaitu gedung serba guna fungsi nya untuk rapat desa, cek ke sehatan.
Masyarakat meninggal kan rumah karna ada pekerjaan di luar daerah kondisi rumah tersebut saat di tinggal kan itu terbengkalai, masyarakat menganggap itu hal biasa karna itu sebuah pekerjaan dan masyarakat tidak mau terlalu ikut campur akan hal itu.