Sejarah
Dammartin berperan penting sebagai pusat sebuah county di mana pemimpinnya memainkan peran penting dalam sejarah Prancis. Count Dammartin yang pertama kali tercatat adalah Hugh, yang menjadikannya penguasa kota pada abad ke-10; tetapi dinastinya kemudian digantikan oleh keluarga lainnya pada abad ke-11. Reynald I (Renaud), count Dammartin (wafat 1227), yang merupakan salah seorang anggota koalisi yang dikalahkan oleh Raja Philip Augustus pada pertempuran Bouvines (1214), meninggalkan dua anak, yang termuda, Maud (Matilda atau Mahaut), menikahi Philip Hurepel, anak dari Philip Augustus, dan yang kedua, Alix, menikahi Jean de Trie, di mana berkat dinasti mereka county ini kembali dipersatukan setelah kematian anak Philip Hurepel, Alberic. Kekuasaannya berpindah, melalui pewaris, kepada dinasti Fayel dan Nanteuil, dan pada abad ke-15 berpindah ke Antoine de Chabannes (wafat 1488), salah seorang kesukaan Raja Charles VII, dengan pernikahannya berama Marguerite, keturunan Reynald V dari Nanteuil-Aci dan Marie dari Dammartin. Antoine de Chabannes, count Dammartin atas istrinya, bertempur dengan cara Joan of Arc, menjadi pemimpin Ecorcheurs, ikut dalam perang rakyat melawan Louis XI, dan kemudian berperang melawan bangsa Burgundia. Gereja di Dammartin didirikan olehnya tahun 148-, dan makam dan sarkofagusnya berada di sana.
Anaknya, Jean de Chabannes, meninggalkan tiga anak, yang mana anak kedua meningalkan seorang putri yang memberikan county ini pada Philippe de Boulainvilliers, oleh pewarisnya, county ini dijual tahun 1554 pada duke Montmorency. Tahun 1632 county ini diberkati oleh Louis XIII dan dipercayakan pada pangeran Conde.