Makam Dalem Wangsa Goparana di SubangPintu masuk makam Rd. Aria Wangsa Goparana
Dalem Wangsa Goparana atau Raden Aria Wangsa Goparana (Sunan Sagalaherang) adalah putra Sunan Wanaperih yang merupakan raja di Kerajaan Talaga Manggung sekitar abad ke-16 Masehi. Sunan Wanaperih adalah putra sulung dari Prabu Pucuk Umum dan Ratu Sunyalarang. Prabu Pucuk Umum atau Raden Rangga Mantri merupakan keturunan Raja Pajajaran Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja, sedangkan Ratu Sunyalarang merupakan saudari sebapak dengan Nyai Ratu Pucuk Umun, istri dari Pangeran Santri dan ibu dari Prabu Geusan Ulun, penguasa Kerajaan Sumedang Larang, sehingga Sunan Wanaperih merupakan sepupu satu kakek dengan Prabu Geusan Ulun.
Sunan Wanaperih memerintah di Walangsuji kemudian digantikan oleh puteranya, Apun Surawijaya, dengan pusat pemerintahan di Talaga.
Berbeda dengan saudaranya yang meneruskan jejak ayahnya sebagai raja di Talaga Manggung, Dalem Wangsa Goparana memilih pindah ke Sagalaherang Subang untuk menyebarkan agama Islam, kelak keturunannya ada yang menjadi bupati seperti Jayasasana (Raden Wira Tanu I) yang mendiami wilayah Cikundul atau Cikalongkulon dan merupakan Bupati sekaligus perintis pemukiman wilayah Cianjur.
Sagalaherang di tahun 1920
Dalem Wangsa Goparana merupakan murid dari Sunan Gunung Jati yang menjadi tokoh kunci penyebaran agama Islam di wilayah Subang dan sekitarnya. Sekitar tahun 1530 Masehi ia mengadakan perjalanan dalam rangka menyebarkan agama Islam, wilayah penyebaran agama Islam yang didatanginya di antaranya Subang, Purwakarta, Cianjur, Sukabumi dan Limbangan. Menurut cerita rakyat, Dalem Wangsa Goparana diyakini merupakan tokoh perintis pemukiman di Sagalaherang dan bahkan dipercaya sebagai pemberi nama wilayah Sagalaherang sehingga dia juga dikenal sebagai penguasa Sagalaherang atau Sunan Sagalaherang. Pada masa itu wilayah Sagalaherang merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Sumedang Larang.[1]
Dalem Tumenggung Yudanegara, atau Raden Tumenggung Aria Yudanegara (kadang disebut Yudanagara), adalah salah satu putra Dalem Wangsa Goparana yang lahir sekitar abad ke-16 Masehi dan dikenal dalam melanjutkan perjuangan ayahnya menyebarkan agama Islam dan memimpin wilayah Sagalaherang.
Keturunan Dalem Tumenggung Yudanegara tersebar di Subang, Bandung, dan wilayah lain di Jawa Barat. Dalem Tumenggung Yudanegara berputra Rd. Aria Tjakrayudha berputra Rd. Aria Tjakradiprana berputra Rd. Aria Judasesana berputra Rd. Rangga Brajadinata I berputra Rd. Ngabehi Indrakusumah berputra Panembahan Rangga Aria Madamadia (Kepala Cutak Sagalaherang).[2]
Panembahan Rangga Aria Madamadia atau Raden Ngabehi Madamadia (kadang disebut Mahamadia) beristrikan Nyi Mas Tedjakusumah binti Kyai Patih Soeradimerta dan memiliki dua belas putra, empat di antaranya yaitu:
Raden Rangga Martayuda (Demang Batu Sirap)
Raden Prawiradiredja
Raden Martadiredja
Raden Mastawadana Mertawadana, berputra Raden Astadipoera.