Makanan manisKrokan merupakan salah satu contoh penganan manis tradisional asal Swedia.
Makanan manis atau kembang gula (Confectionery) adalah sebuah seni[1][2] dalam membuat manisan atau berbagai jenis makanan bergula.[1][2] Penganan manis umumnya kaya akan gula dan karbohidrat, meskipun batas pengertiannya sulit ditetapkan secara tegas.[3] Secara umum, penganan manis dibagi ke dalam dua kategori besar yang saling beririsan: penganan roti dan tepung serta penganan gula.[4]
Penganan roti dan tepung (baker’s confectionery), juga disebut penganan tepung, terutama mencakup kue manis, pastri, dan berbagai produk panggang sejenis. Jenis penganan ini tidak termasuk roti sehari-hari, sehingga menjadi cabang khusus dari hasil produksi seorang baker.
Sementara itu, penganan gula (dikenal sebagai candy making di Amerika Serikat) mencakup berbagai permen (disebut juga sweets, singkatan dari sweetmeats[5] di banyak negara berbahasa Inggris), kacang berlapis gula, cokelat, permen karet kunyah maupun gelembung, pastillage, serta berbagai penganan lain yang bahan utamanya adalah gula. Dalam beberapa kasus, penganan cokelat, yakni manisan berbahan dasar cokelat—dianggap sebagai kategori tersendiri, demikian pula versi bebas gula dari penganan gula.[6][7] Istilah candy (di Kanada dan Amerika Serikat), sweets (di Britania Raya, Irlandia, dan sejumlah negara lainnya), serta lollies (di Australia dan Selandia Baru) merupakan sebutan populer bagi berbagai jenis penganan gula.
Profesi seorang pembuat penganan manis atau konfeksioner mencakup keahlian yang dijalankan oleh dua profesi dalam tradisi Prancis: pâtissier (ahli kue dan pastri) serta confiseur (ahli olahan gula).[5] Dunia industri penganan manis juga meliputi lembaga pendidikan kejuruan khusus dan meninggalkan catatan sejarah yang sangat kaya.[8] Tradisi pembuatan penganan manis telah dikenal sejak zaman kuno, terus dinikmati sepanjang Abad Pertengahan, hingga berkembang menjadi ragam modern seperti yang dikenal pada masa kini.