Beberapa negara lain dan Uni Eropa memiliki perwakilan diplomatik yang terakreditasi dari ibu kota negara lain.
Sejarah
Sampai tahun 1984, Brunei adalah protektorat Inggris, dengan perwakilan internasional menjadi tanggung jawab Britania Raya, yang diwakili oleh Komisariat Tinggi, dan sebelum tahun 1959, oleh Residen, yang bertanggung jawab atas pertahanan dan urusan luar negeri.[1] Tak lama sebelum kemerdekaan penuh, negara-negara lain mulai membuka perwakilan di Brunei, dengan Malaysia membuka Badan Pemerintah pada tahun 1982, yang kemudian ditingkatkan menjadi Komisariat, bersama dengan mitranya di Singapura.[2] Setelah kemerdekaan dan Brunei bergabung dengan Persemakmuran, lembaga-lembaga ini dikenal sebagai Komisariat Tinggi.[3] Demikian pula, konsulat jenderal Amerika Serikat, yang didirikan tak lama sebelum kemerdekaan pada Desember 1983, menjadi kedutaan besar.[4]
Kediaman perwakilan diplomatik di Bandar Seri Begawan
Kedutaan Besar dan Komisariat Tinggi
Entri yang ditandai dengan tanda bintang (*) adalah negara anggota Persemakmuran Bangsa-Bangsa. Dengan demikian, kedutaan besar mereka secara resmi disebut sebagai "komisariat tinggi".
↑"الدول التي لا يوجد فيها تمثيل دبلوماسي"[Countries without diplomatic representation]. Ministry of Foreign Affairs and Expatriates of Syria (dalam bahasa Arab). Diakses tanggal 10 October 2024.