Berikut adalah daftar kecelakaan dan insiden pesawat penumpang di Indonesia. Teks tebal dalam daftar dibawah ini menunjukkan bahwa artikel tentang kecelakaan tersebut telah dibuat.
Garuda Indonesia Penerbangan 152 merupakan insiden kecelakaan pesawat paling mematikan di Indonesia, menewaskan seluruh 234 penumpang.
26 September: Garuda Indonesia, dengan registrasi PK-GFP, jatuh di Jakarta dengan sebab tidak terdata. 3 orang dari penumpangnya tewas.
1974
7 September: Garuda Indonesia, dengan registrasi PK-GFJ, jatuh saat mendarat di bandar udara Branti, Tanjung Karang, Lampung, akibat cuaca buruk. Dari jumlah 3 awak dan 33 orang penumpang, seluruh awak dan 30 penumpang tewas, 3 orang selamat
11 Juli: Pesawat Fokker F-28 Garuda Indonesia (nomor penerbangan tidak diketahui) dengan registrasi PK-GVE terbang dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang menuju Medan dipiloti Kepten A.E. Lontoh menabrak dinding Gunung Pertektekan, anak Gunung Sibayak dalam pendekatan untuk mendarat di Bandara Polonia, Medan. Kesemua 4 awak dan 57 penumpangnya tewas.
1981
28 Maret: Garuda Indonesia Penerbangan 206 dengan rute dari pelabuhan udara sipil Talangbetutu, Palembang ke Bandara Polonia, Medan mengalami insiden pembajakan pesawat oleh lima orang teroris yang dipimpin Imran bin Muhammad Zein, dan mengidentifikasi diri sebagai anggota kelompok Islam ekstremis "Komando Jihad". Dua awak, termasuk pilot, tewas dalam insiden ini. Insiden ini menjadi peristiwa terorisme bermotif "jihad" pertama yang menimpa Indonesia dan satu-satunya dalam sejarah maskapai penerbangan Indonesia. Insiden ini kemudian dikenal dengan sebutan "Peristiwa Woyla"
1982
20 Maret: Musibah Fokker F28 Garuda Indonesia 1982 (nomor penerbangan tidak diketahui) terjadi pada tanggal 20 Maret 1982 ketika Fokker F28 yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia mendarat di landasan pacu di Bandar Udara Tanjung Karang-Branti pada saat hujan lebat. Pesawat tergelincir hanya 700 meter dari landasan pacu di bandar udara dan kemudian pesawat terbakar. Semua dari 23 penumpang dan 4 awak meninggal dunia.
13 Juni: Garuda Indonesia Penerbangan 865 dengan rute dari Fukuoka, Jepang menuju Jakarta. Ketika hendak lepas landas, pesawat meluncur keluar ujung landasan, mengakibatkan pesawat meledak dan terbakar, menewaskan 3 dari 275 penumpang seketika.
17 Juli: Sempati Air Penerbangan 304 dengan nomor penerbangan SSR 304 PK-YPM, yang dioperasikan oleh Sempati air dari bandara Husein Sastranegara, Bandung, tujuan Halim Perdana Kusuma Jakarta, jatuh di kompleks Perumahan Margahayu Permai, Bandung. Dari total 45 penumpang dan 5 awak pesawat, tewas sebanyak 30 orang, dan beberapa korban akibat rumah yang tertabrak.
5 September: Mandala Airlines Penerbangan 91Boeing 737-200 gagal take off dari Bandara Polonia Medan dalam penerbangan menuju Jakarta, lalu menerobos pagar bandara dan menabrak perumahan penduduk dan masyarakat di Jl. Jamin Ginting Medan. Dari 117 orang penumpang dan awak, hanya 17 yang selamat. Korban dari masyarakat di darat, 41 orang dinyatakan tewas.
21 Februari: Adam Air Penerbangan 172 yang menerbangi jalur Jakarta- Surabaya melakukan pendaratan keras di Bandara Juanda, mengakibatkan bagian tengah pesawat patah. Tidak ada korban tewas dalam insiden ini.
9 Januari - Sriwijaya Air Penerbangan 182 tujuan Jakarta - Pontianak mengalami hilang kontak dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Pesawat tersebut tercatat membawa 50 orang penumpang termasuk 7 anak-anak dan 3 bayi.[1] Awak yang bertugas pada penerbangan ini adalah 12 orang. Berat bagasi dilaporkan sebesar 500 kilogram.[2]
Berikut adalah pesawat milik maskapai asing yang disewa oleh maskapai Indonesia dan jatuh di luar wilayah Indonesia:
4 Desember1974 - Martinair Penerbangan 138, penerbangan sewaan dari Surabaya, Indonesia ke Kolombo, Sri Lanka. Pesawat ini dioperasikan atas nama Garuda Indonesia. Pada tanggal 4 Desember 1974, pesawat yang sudah dekat dengan bandara itu (tinggal lima belas menit lagi mendarat di Bandar Udara Internasional Bandaranaike) menabrak sebuah bukit sebelum sempat mendarat dan menewaskan seluruh penumpangnya, 182 jamaah haji Indonesia menuju Mekkah dan 9 awak.
15 November1978 - Icelandic Airlines Penerbangan 001, sebuah penerbangan sewaan, jatuh pada tanggal 15 November 1978 saat mendekati landasan pacu bandara internasional Colombo, Sri Lanka. Jatuhnya Douglas DC-8 ini menewaskan 8 dari 13 awak Islandia, 5 awak cadangan dan 170 jamaah Haji dari Kalimantan Selatan, dari total 262 penumpang dan awak pesawat. Laporan resmi otoritas Sri Lanka menyebutkan bahwa kemungkinan penyebab jatuhnya pesawat ini adalah awak pesawat gagal mengikuti prosedur pendekatan.