ENSIKLOPEDIA
Daftar film Warkop
Warkop adalah sebuah grup lawak yang beranggotakan Wahjoe Sardono (Dono), Kasino Hadiwibowo (Kasino), Indrodjojo Kusumonegoro (Indro), Nanu Moeljono dan Rudy Badil. Dono, Kasino, Nanu dan Rudy adalah mahasiswa Universitas Indonesia sedangkan Indro adalah mahasiswa Universitas Pancasila. Mereka pertama kali meraih kesuksesan lewat acara Obrolan Santai di Warung Kopi yang disiarkan oleh Radio Prambors. Dalam acara tersebut, Dono berperan sebagai Slamet yang berasal dari Jawa Tengah. Kasino memerankan macam-macam peran yaitu sebagai Mas Bei (Jawa), Acing/Acong (Tionghoa), Sanwani (Betawi) dan Buyung (Minang). Indro berperan sebagai Mastowi (Tegal), Paijo (Purbalingga), Ubai atau Ansori. Nanu memerankan karakter Poltak yang berasal dari Sumatera Utara sedangkan Rudi Badil berperan sebagai Mr. James (Tionghoa) dan Bang Cholil.
Kelompok ini kemudian melebarkan sayap ke layar lebar melalui film Mana Tahaaan... yang dirilis pada tahun 1979 dengan membawa nama Warkop Prambors. Dalam film ini hanya empat dari lima anggota Warkop yang ikut dikarenakan Rudy Badil mengundurkan dari grup karena selalu merasa demam panggung. Film ini cukup sukses tetapi tidak lama setelahnya Nanu memilih mundur dari grup dan kemudian meninggal dunia pada tahun 1983.
Pada tahun 1980, rumah produksi Parkit Film pimpinan Raam Punjabi mengadakan kerja sama untuk menjadi produser utama dari film-film Warkop. Kerja sama ini bertahan sampai tahun 1985 sebelum kemudian Warkop berpindah ke rumah produksi Soraya Intercine Films pimpinan Ram Soraya. Film Atas Boleh Bawah Boleh pada tahun 1986 menjadi film pertama Warkop di bawah naungan Soraya dan nama grupnya pun berubah dari semula Warkop Prambors menjadi Warkop DKI (akronim dari Dono-Kasino-Indro). Diluar itu beberapa rumah produksi lain juga sempat memproduksi film Warkop diantaranya Garuda Film pimpinan Hendrick Gozali.
Total selama kurun waktu antara tahun 1979 sampai 1994, Warkop telah membintangi 34 judul film bertema komedi dan satu film dokudrama.
Film-film Warkop sendiri memiliki sebuah pola khas yaitu hanya dirilis di saat momen libur hari besar seperti liburan Natal dan Tahun Baru atau liburan Idul Fitri. Merujuk pada penuturan Indro, film-film Warkop selalu berhasil menembus box office di tanah air meskipun dari 34 film yang sudah rilis tersebut ada juga yang pencapaiannya jauh di bawah harapan awal seperti IQ Jongkok dan Setan Kredit.
Film komedi
Daftar film
Mana Tahaaan (1980)

Film ini menceritakan awal mula pertemuan Slamet, Paijo, Sanwani, dan Poltak sebagai mahasiswa di Jakarta. Mereka menempati rumah kost milik Tante Mira dan menyukai pembantu di rumah kost tersebut, Halimah. Belakangan diketahui bahwa Halimah hamil. Tante Mira marah karena tidak ada mahasiswa di rumahnya yang mengaku bertanggung jawab. Setelah penyelidikan lebih lanjut, terungkap bahwa yang menghamili Halimah adalah pacar Tante Mira, Sugeng. Akibatnya, Tante Mira mengusir Sugeng dan Halimah dari rumahnya. Meskipun sempat mengusir semua mahasiswa yang tinggal di kost, Tante Mira kemudian merasa gembira ketika mengetahui bahwa mereka semua telah lulus sarjana.
Film ini merupakan satu-satunya film Warkop yang menampilkan Nanu Moeljono.[35] Ia mengundurkan diri dari Warkop tidak lama setelah film dirilis, dan karakter Poltak kemudian diperankan oleh Dorman Borisman dalam film GeEr - Gede Rasa.
Gengsi Dong (1980)
Slamet adalah anak seorang pedagang tembakau kaya, sedangkan Paijo merupakan anak pengusaha minyak dan Sanwani anak pengusaha bengkel kecil. Ketiganya sama-sama menempuh pendidikan di sebuah universitas dan jatuh cinta kepada Rita, anak seorang dosen. Mereka saling bersaing dengan menunjukkan gengsi tinggi untuk merebut perhatian Rita. Namun, ketiganya akhirnya kecewa ketika mengetahui bahwa Rita telah dijodohkan oleh ayahnya dengan seorang pilot.
Pintar Pintar Bodoh (1981)
Dono, Kasino, Indro, dan Dorman Borisman berencana membuka sebuah kantor detektif. Namun, karena ketidaksepahaman di antara mereka, persahabatan mereka terpecah menjadi dua kubu, yaitu kubu Kasino–Dono dan kubu Indro–Dorman. Kedua kubu bersaing untuk menjadi detektif terbaik, dimulai dari perekrutan seorang sekretaris cantik dan memamerkan keahlian masing-masing. Tanpa disadari, sekretaris mereka saling mengkhianati: sekretaris Indro menjalin hubungan dengan Kasino, sementara sekretaris Kasino berpacaran dengan Indro dan membocorkan rahasia perusahaan masing-masing. Persaingan ini akhirnya berujung pada kebangkrutan kedua kubu karena tidak ada pemasukan dan tidak ada masalah yang berhasil mereka selesaikan.
Film ini merupakan film pertama Warkop yang diproduksi oleh Parkit Film. Untuk pertama kalinya, nama-nama karakter seperti Slamet (Dono), Sanwani (Kasino), Paijo (Indro), dan Poltak (Dorman Borisman) tidak digunakan, digantikan oleh nama asli masing-masing pemeran.
GeEr - Gede Rasa (1981)
Setelah lulus kuliah, Slamet dan Poltak yang belum memiliki pekerjaan tetap memilih menumpang dan bekerja pada keluarga Sanwani yang kaya. Sanwani memiliki seorang adik bernama Tiwi, yang menyukai Paijo, seorang dokter. Tiwi juga menjadi perhatian Slamet dan Poltak, sehingga menimbulkan persaingan di antara mereka. Selanjutnya, terungkap bahwa Sanwani akan menikahi pacarnya, Linda, sementara Tiwi tidak jadi menikah dengan Paijo karena Paijo telah dijodohkan oleh orang tuanya.
Dalam film ini, karakter Poltak diperankan oleh Dorman Borisman. Karakter ini sebelumnya muncul dalam film Mana Tahaaan... dan diperankan oleh Nanu Moeljono.
Manusia 6.000.000 Dollar (1982)
Dono, Kasino, Indro, dan Dorman Borisman berperan sebagai anggota tim khusus dalam satuan kepolisian. Dono mengalami kecelakaan parah yang mengharuskannya diubah menjadi manusia robot dengan biaya sebesar US$6.000.000. Sebagai anggota tim khusus, mereka bertugas menyelidiki berbagai kejahatan di masyarakat, termasuk pornografi dan penculikan anak. Cerita kemudian berfokus pada sindikat penculikan profesional yang menculik anak-anak serta seorang penyanyi bernama Rita Aduhai Merdubanget.
IQ Jongkok (1981)

Dono, Kasino, dan Indro menolong Pak Broto yang mengalami kecelakaan tabrak lari. Sebelum meninggal, Pak Broto meninggalkan sebuah peta harta karun. Ketiga mahasiswa itu kemudian memasuki hutan, menaiki bukit, dan menyebrangi sungai untuk mencari harta tersebut. Dalam perjalanan, Dono menjalin hubungan dengan Maya, yang kemudian diketahui bahwa ayahnya adalah orang yang menabrak Pak Broto. Ayah Maya setuju bekerja sama dengan Dono, Kasino, dan Indro dalam pencarian harta karun, termasuk melakukan tindakan ekstrem hingga masuk penjara. Setelah gagal menemukan harta karun dan berakhirnya hubungan Dono dan Maya, ketiganya merayakan kegagalannya dengan memotong kue, yang meledak saat dipasangi lilin.
Film ini menampilkan cuplikan tayangan pernikahan antara Charles, Pangeran Wales dan Diana Spencer, yang diparodikan oleh Dono dan Maya dengan lokasi pengambilan gambar di GPIB Immanuel Jakarta.
Setan Kredit (1982)
Dono, Kasino, dan Indro mendengar berita tentang hilangnya seorang anak melalui radio, yang menawarkan hadiah bagi siapa saja yang menemukannya. Tertarik dengan hadiah tersebut, mereka mendatangi sebuah tempat yang dianggap keramat untuk mendapatkan petunjuk. Penunggu tempat itu memberikan syarat agar mereka mendatangkan orang-orang yang bersedia menerima kredit. Setelah berusaha memenuhi syarat tersebut, mereka menagih janji petunjuk, tetapi tidak memperoleh apa pun. Akhirnya terungkap bahwa anak yang hilang tersebut sebenarnya hanya bersembunyi dan berita kehilangan itu merupakan kesalahan.
Dongkrak Antik (1982)
Dalam film ini, Trio Warkop bersama Mat Solar bekerja sebagai karyawan di sebuah hotel yang dipimpin oleh Paulus. Masing-masing karakter memiliki masalahnya sendiri: Dono yang pelupa harus bersaing dengan Paulus, bosnya, untuk mendapatkan cinta seorang karyawati cantik bernama Sri Anunia; Kasino memiliki kebiasaan berkata-kata kasar; Indro mengalami gagap; dan Mat Solar tunarungu. Kelucuan muncul dari berbagai situasi, antara lain Dono yang bolak-balik mengantar rombongan wisatawan dan mengonsumsi obat perangsang sehingga menimbulkan keributan saat belajar menari, Kasino yang berpura-pura menjadi dukun di kuburan untuk menjebak Paulus, Indro yang harus dipukul di bokong agar dapat berbicara lancar, serta Mat Solar yang membuat pamannya marah karena ketuliannya.
Karakter Paulus dalam film ini didasarkan pada Paulus Wirutomo, sahabat Dono yang juga merupakan staf pengajar di Universitas Indonesia.[36]
Chips (1982)
Trio Warkop bekerja sebagai petugas pelayanan masyarakat swasta, khususnya di bidang keamanan dan ketertiban, pada sebuah lembaga bernama CHIPS (Cara Hebat Ikut Penanggulangan Masalah Sosial) yang dipimpin oleh Junet. Salah satu ungkapan khas dalam film ini adalah "jangkrik bos!", yang digunakan Kasino sebagai alasan ketika memergoki Junet sedang bermesraan dengan seorang wanita di tengah hutan. Akhir film ini tergolong tragis, karena Dono terpaksa melupakan rencananya meminang Lita. Lita harus menuruti perjodohan dengan orang lain, yang ternyata adalah Junet, mantan bosnya sendiri.
Film ini terinspirasi dan memparodikan serial televisi populer pada dekade 1980-an, California Highway Patrol (disingkat CHiPs), yang dibintangi Erik Estrada sebagai Ponchorello.
Maju Kena Mundur Kena (1983)
Dono dan Indro merupakan teman satu kos dan bekerja sebagai anak buah Kasino di sebuah bengkel. Kasino melarang keduanya untuk tertarik pada wanita, meskipun secara diam-diam ia merindukan seorang gadis yang fotonya ditemukannya di sebuah majalah. Suatu malam, Dono harus memperbaiki mobil milik seorang wanita bernama Marina, yang membuat Kasino marah karena Marina belum membayar ongkosnya. Tidak disangka, Marina kemudian pindah kos ke tempat Dono dan kawan-kawan. Kasino terkejut karena ternyata Marina adalah gadis yang selama ini dirindukannya. Meskipun Kasino berusaha mendekati Marina, Dono justru mendapat keuntungan ketika Marina, yang dikawinkan oleh kakek-neneknya, mengaku telah menikah dengan Dono.
Pokoknya Beres (1984)
Dono, Kasino, Indro, Marina, dan Anita merupakan teman satu kos di rumah milik Pak Us Us. Cerita dimulai dengan Dono yang pandai memasak dan melamar pekerjaan di berbagai restoran, namun selalu ditolak. Sementara itu, Indro dan Kasino menghabiskan waktu mengejar wanita dengan berbagai tipu muslihat, tetapi selalu gagal. Suatu ketika, Anita menghilang tanpa sepengetahuan teman-temannya karena kedatangan ayahnya. Kasino pergi mencarinya, tetapi justru ditangkap oleh polisi wanita yang dirayunya. Indro juga tertangkap polisi setelah merusak telepon umum dengan memecahkan kacanya karena terjebak akibat pintu yang macet.
Nama Robert Davis Chaniago yang muncul di akhir film diduga memiliki dua kemungkinan asal-usul. Pertama, nama tersebut terinspirasi dari seorang penulis skenario asal Amerika Serikat, Robert P. Davis. Kedua, terinspirasi dari Davis Robert, seorang pengacara terkenal di Chicago. Sutradara Arizal, yang berasal dari Sumatera Barat, kemudian menambahkan marga Chaniago untuk membentuk nama Robert Davis Chaniago.
Tahu Diri Dong (1984)
Kasino, yang merasa terampil, memasang sebuah lukisan abstrak di dinding rumah Pak Us Us, yang menjadi tempat kos mereka, sehingga plester dinding itu jebol. Ketakutan menghadapi kemarahan Pak Us Us, Kasino, Dono, Indro, Marina, dan Anita mencoba mengelabui pemilik rumah, tetapi ulah mereka cepat terungkap, dan mereka dimarahi serta disuruh segera memperbaiki kerusakan tersebut. Dono kemudian mencoba menipu kakeknya yang baru datang dari desa dengan mengaku telah menjadi dokter, tetapi kebohongannya terungkap. Cerita berlanjut dengan Anita yang ingin menguji kesetiaan pacarnya pada suatu pesta, sehingga meminta Dono berpura-pura menjadi pacarnya. Pesta tersebut menjadi kacau karena tingkah konyol Dono, membuat Anita kesal. Rangkaian kisah berikutnya berkaitan dengan lomba masak yang dibuat Indro. Karena lomba tersebut hanya diperuntukkan bagi perempuan, Dono didandani menjadi perempuan. Dono memenangkan lomba, tetapi hadiahnya dibatalkan karena penyamarannya terbongkar. Dono juga protes karena makanan yang dilombakan tidak diperbolehkan dibawa pulang, sehingga terjadi keributan berupa perang lempar kue.
Itu Bisa Diatur (1984)
Dono, Kasino, dan Indro mendapat kepercayaan untuk membuka sebuah restoran karena keahlian memasak Dono. Film menampilkan berbagai kelucuan yang terjadi di restoran, antara lain makanan yang dipesan habis, pengambilan kursi yang membuat orang jatuh saat duduk, serta seorang kritikus masakan yang terlihat angker tetapi ternyata memuji masakan mereka. Banyolan lain muncul dari interaksi Indro dan Susan, kasir restoran, yang bermain-main dengan borgol milik satpam dan tanpa sengaja terkunci, sehingga keduanya harus pergi ke mana-mana bersama, membuat pacar Indro kesal. Adegan lucu lainnya terjadi di tempat senam tempat Henny, seorang pramugari yang dikenal Dono, mengajar. Film ini juga menampilkan berbagai kelucuan khas yang timbul dari tingkah laku ketiga sekawan tersebut.
Gantian Dong (1985)
Kasino berusaha merayu Vera, seorang gadis yang bercita-cita bermain film, dengan mengaku memiliki teman sutradara terkenal yang baru pulang dari luar negeri bernama Indro. Saat liburan, Indro, Dono, Ira, dan Lia mengadakan perkemahan, dan Kasino sengaja mengajak Vera untuk ikut. Vera yang percaya bahwa Indro adalah sutradara, berusaha mendekatinya, sehingga menimbulkan berbagai konflik hingga kebohongan Kasino terbongkar. Sementara itu, Indro dibuat bingung oleh kehadiran Lola, seorang perawan tua yang berusaha merebut hatinya. Dono juga menyukai Lola, sehingga tercipta situasi persaingan di antara mereka. Kelucuan lain muncul dari ulah Kasino yang mengejar wanita di sebuah restoran. Kali ini, wanita yang diganggu adalah Julia, yang sudah memiliki pacar bernama Tony, seorang jagoan lokal. Tony menjadi cemburu dan terus mengejar Indro ke mana pun ia pergi, membuat Indro ketakutan. Dono dan Kasino menyarankan Indro untuk bersembunyi di peti mati dan mengumumkan bahwa Indro telah meninggal. Awalnya Tony percaya, tetapi akhirnya menyadari bahwa Indro hanya pura-pura mati. Konflik berakhir ketika Julia hadir dan menyelesaikan kesalahpahaman tersebut, sehingga Indro selamat.
Kesempatan dalam Kesempitan (1985)
Dono, yang bekerja di sebuah agen rokok, dan Kasino, yang bekerja di bengkel, menganjurkan agar Indro diterima menempati kos milik Tina dan Santi. Berbagai kelucuan muncul, termasuk ketika Indro kedatangan pacar dan ayah pacarnya, sehingga ia kerepotan mengatur agar Tina dan Santi yang tinggal serumah tidak dicurigai. Ibu Santi yang fanatik juga turut berkunjung, menambah kekacauan. Kelucuan lain terjadi saat Kasino mengantar pacar Dono dan mobilnya mengalami tabrakan. Kasino berpura-pura hilang ingatan untuk menutupi kejadian tersebut. Mobilnya akhirnya berhasil dijual, tetapi menimbulkan masalah karena pembeli menuntut uang kembali.
Film ini menjadi film terakhir yang menggunakan nama Warkop Prambors, sekaligus juga menjadi film terakhir Warkop di bawah rumah produksi Parkit Film.
Sama Juga Bohong (1986)
Dono, Kasino, dan Indro adalah mahasiswa yang menempati kos di rumah orang tua Nia. Mereka berhasil menciptakan sebuah robot yang kemudian akan dikomersialkan. Selama itu, mereka berkenalan dengan Chintami, seorang penyanyi top, dan bersama-sama mengadakan pertunjukan amal untuk memperbaiki rumah Ayu dan anak-anak yatim piatu yang hampir ambruk. Menjelang pertunjukan, Chintami belum muncul karena ditahan oleh manajernya yang tidak setuju dengan rencana tersebut. Dengan cara jenaka, Dono berhasil membawa Chintami ke tempat pertunjukan. Manajer Chintami mengejar sampai ke atas panggung, sehingga tercipta sebuah pertunjukan yang tidak direncanakan sebelumnya.
Atas Boleh Bawah Boleh (1986)
Dono, Kasino, dan Indro pergi berburu. Saat berburu, Dono pingsan dan dirawat oleh lurah setempat, di mana ia jatuh hati pada putri Pak Lurah. Setelah mengetahui watak gadis tersebut, Dono menghindar, tetapi mengalami kecelakaan lagi dan harus dirawat di rumah sakit. Di sana, Dono jatuh hati pada perawatnya, Susy. Indro diam-diam juga menyukai Susy, sehingga tercipta persaingan di antara keduanya. Namun, tidak ada yang berhasil meraih hati Susy karena ia memutuskan pindah ke Belanda.
Film ini merupakan film pertama Warkop yang diproduksi oleh Soraya Intercine Films dan juga film pertama yang menggunakan nama Warkop DKI.
Makin Lama Makin Asyik (1987)
Dono, Kasino, dan Indro tinggal di sebuah rumah kos. Kelucuan muncul ketika pemilik kos, Bu Sarah, sedang berpacaran, dan Kasino serta Indro memasang mikrofon sehingga suara pacaran terdengar ke seluruh kamar, memicu perseteruan dengan tiga sekawan. Kemudian, Erna, keponakan Bu Sarah, datang, dan ketiga sekawan berlomba-lomba menarik perhatiannya. Suatu ketika, Erna mengajak mereka ke sebuah klub malam, di mana mereka kembali berjumpa dengan Bu Sarah. Untuk lolos dari pengawasan Bu Sarah, Dono, Kasino, dan Indro harus menyamar menjadi wanita, memunculkan berbagai adegan lucu.
Depan Bisa Belakang Bisa (1987)
Dono, Kasino, dan Indro berperan sebagai detektif swasta dalam sebuah biro penyelidik bernama Depan Bisa Belakang Bisa, dengan Kasino sebagai atasan Dono dan Indro. Mereka mendapatkan tugas untuk mengamankan pameran permata milik investor asal Jepang, Satomata. Namun, di sisi lain, perusahaan asuransi menawarkan kontrak untuk mengawasi permata tersebut karena menilai Satomata melakukan kecurangan. Dono bekerja di pihak Satomata, sementara Indro bekerja di pihak asuransi. Indro sempat keluar dari biro, tetapi bergabung kembali setelah Kasino menyetujui transparansi honor mereka. Dono bersama seorang wanita Jepang, Michiko, melarikan permata karena Satomata terbukti melakukan kecurangan untuk menipu asuransi. Satomata dan pihak asuransi kemudian berebut permata yang justru hancur akibat dilindas Satomata. Ternyata, permata asli telah diamankan oleh Michiko, yang sesungguhnya berasal dari Bukit Tinggi dan bernama Siti Hadijah.
Film ini memparodikan empat waralaba internasional sekaligus, yaitu Sherlock Holmes, James Bond, The A-Team dan Uchuu Keiji Gavan.
Saya Suka Kamu Punya (1988)
Dono, Kasino, dan Indro diterima sebagai pemain wayang orang dalam sebuah kelompok tonil, sehingga berbagai kelucuan muncul, antara lain perkelahian yang tidak disengaja namun menghibur penonton. Masalah kemudian timbul ketika tanah tempat pertunjukan wayang orang itu menjadi incaran Gozali, seorang pengusaha real estate yang licik. Persaingan untuk menguasai tanah dan sertifikatnya menjadi sumber berbagai banyolan. Penyelesaian konflik dilakukan melalui pertandingan tinju antara Dono dan kawan-kawan melawan petarung-petarung Gozali, termasuk melawan Doyok yang menirukan gaya Bruce Lee.
Dalam film ini, Dono, bersama Baron Achmadi, juga berperan sebagai penulis naskah skenario.
Jodoh Boleh Diatur (1988)
Dono, Kasino, dan Indro mencari pasangan melalui sebuah biro jodoh. Persoalan muncul karena pasangan yang direkomendasikan oleh kepala biro menimbulkan konflik. Indro kecewa karena pasangannya sedang meneliti kesetiaan pria untuk skripsinya. Dono nyaris dipecat karena terlalu sering menggunakan telepon untuk urusan pacaran, sementara pasangan Kasino ternyata adalah seorang penipu. Calon pasangan Dono, Rita, tiba-tiba menghilang dan menitipkan bayi pada Dono melalui kakeknya. Ternyata Rita menghindar dari suaminya yang datang untuk mengajak rujuk, sehingga ia pergi karena tidak ingin dimadu. Kelucuan kemudian muncul seputar bayi tersebut, mengingatkan pada film Three Men and a Baby. Dono jatuh cinta pada bayi itu, dan ketika Rita dan suaminya kembali ke Malaysia, Dono tampak kehilangan arah hingga menyusul ke Malaysia sambil menggendong boneka, ditemani Indro dan Kasino. Setelah bertemu kembali dengan bayi tersebut, Dono kembali tersenyum dan tertawa.
Film ini menjadi satu-satunya film Warkop yang melakukan proses pengambilan gambar di luar negeri, yaitu di Malaysia. Alurnya lebih dominan bergenre drama romantis, meskipun tetap mengandung unsur komedi. Film ini pun menjadi film terakhir yang disutradarai oleh Ami Prijono.
Malu Malu Mau (1988)

Dono, Kasino, dan Indro tinggal serumah dengan Lisa dan Selly di kos milik Pak Raden. Kelucuan muncul ketika Indro dibuat penasaran oleh Kasino mengenai salah satu teman kos yang diduga jatuh hati padanya setelah membaca pengisian kuis majalah. Setelah berbagai situasi kocak, hal tersebut ternyata hanyalah salah paham. Kasino mengalami nasib malang akibat kesalahan pegawai bank yang memberikan uang berlebih. Upaya mengembalikan uang tersebut melalui prosedur yang berbelit-belit menimbulkan berbagai adegan lucu. Dono kemudian mendapat pacar orang bule, yang juga mengalami serangkaian kejadian sial.
Film ini disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra, yang sebelumnya dikenal dengan karya-karyanya yang bertema horor bersama Suzzanna.
Godain Kita Dong (1989)
Kasino dan Indro bekerja di peternakan ayam milik pamannya. Mereka merasa iri terhadap Dono, anak pamannya yang menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Saat Dono pulang, ia membawa pacar orang Amerika bernama Madonna, meskipun sebelumnya Dono telah dijodohkan oleh orangtuanya dengan Ayu Sukoco.
Sabar Dulu Doong...! (1990)
Dono, Kasino, Indro, bersama dua teman wanita mereka, Winny dan Anita, berhasil mengubah sebuah bangunan tua warisan ayah Winny menjadi sebuah hotel bintang tiga. Pengelolaan hotel menjadi sumber berbagai kelucuan, antara lain investigasi Dono terhadap tamu yang dicurigai menyembunyikan wanita di salah satu kamar, yang ternyata adalah adik tamu tersebut; Indro yang bersikap genit terhadap tamu turis asal Prancis yang dijuluki Winny sebagai "Bule Belel"; Dono yang menyukai binatang seperti tikus peliharaannya, Omen; orang mati yang ternyata hanya tertidur karena kelelahan; tamu yang berjalan dalam tidurnya, diketahui sebagai Mevrouw Rudolf; hingga penyusupan seorang pemburu bandit yang sebenarnya mencari tikus.
Melalui film Sabar Dulu Doong...!, Ida Farida menjadi sutradara wanita pertama dan satu-satunya yang pernah menyutradarai film Warkop.
Mana Bisa Tahan (1990)
Dalam film ini, Dono memiliki dua pacar sekaligus, Windy dan Cindy. Kehidupan Dono menjadi rumit karena kesulitan mengatur pertemuan dengan keduanya, yang sering menimbulkan salah paham. Situasi ini membuat Kasino dan Indro merasa iri, sehingga mereka berusaha merusak hubungan Dono dengan kedua pacarnya. Mereka menjelek-jelekkan Dono di hadapan orang tua Windy dan Cindy dengan harapan hubungan tersebut berakhir. Dono kemudian merencanakan balas dendam terhadap Kasino dan Indro, dengan tujuan memberikan pelajaran atau sekadar membalas ulah mereka. Film ini menggambarkan dinamika persahabatan dan hubungan cinta segitiga yang penuh kekacauan dan intrik. Tindakan saling mengerjai dan balas dendam menjadi elemen utama, memberikan sentuhan komedi dan situasi lucu di antara Dono, Kasino, dan Indro.
Lupa Aturan Main (1991)

Dono, Kasino, Indro, bersama Bella dan Debby, menempati sebuah rumah yang kedatangan tamu seorang penyanyi cantik bernama Donna. Saat kunjungan Donna, terjadi kehebohan akibat ulah seorang perampok bergigi tonggos yang berkeliaran mencari target. Dono dan kawan-kawan bertekad menangkap perampok tersebut. Melalui koran yang memberitakan keberanian Dono menantang perampok, mereka menyusun strategi untuk menangkapnya. Perampok yang muncul ternyata adalah seorang polisi yang ditugaskan untuk mengawal Dono. Dono dan kawan-kawan meringkusnya dengan memberi onde-onde beracun sehingga polisi tersebut teler. Kemudian muncul seorang polisi lain yang sedang menyamar sebagai perampok, yang sebenarnya adalah perampok asli. Dalam situasi genting, Sofia membujuk polisi palsu dengan onde-onde hingga teler. Di akhir cerita, polisi asli dibangunkan dan menyaksikan polisi palsu yang sebenarnya perampok tertidur, sehingga kedua pihak akhirnya bergembira.
Film ini menjadi film Warkop terakhir yang dibintangi oleh Eva Arnaz sebagai Warkop Angels.
Sudah Pasti Tahan (1991)
Film ini menceritakan kisah tiga serangkai, Dono, Kasino, dan Indro, yang tinggal bersama dua gadis cantik, Linda dan Christin, yang berhasil ditarik dari asrama putri. Linda adalah pacar Kasino, sedangkan Christin merupakan pacar Indro. Kelima tokoh ini kemudian menjadi juri dalam sebuah kontes ratu pantai yang diselenggarakan oleh seorang produser. Selama kontes berlangsung, salah satu calon ratu pantai mencoba merayu Dono, Kasino, dan Indro. Tindakan ini memicu kemarahan Linda dan Christin, yang kemudian mengerjai ketiga serangkai tersebut, menimbulkan berbagai adegan komedi.
Bisa Naik Bisa Turun (1992)
Dalam film ini, trio Warkop —Dono, Kasino, dan Indro— melamar pekerjaan dan mengikuti pelatihan sebagai satpam. Mereka mendapatkan seorang pengajar bernama Diding Boneng, yang ternyata merupakan pasien rumah sakit jiwa. Selanjutnya, mereka bekerja di sebuah perusahaan dengan menyamar sebagai wanita karena perusahaan tersebut hanya menerima karyawan perempuan. Berbagai kejadian konyol terjadi sepanjang perjalanan karier mereka, menimbulkan berbagai adegan komedi.
Masuk Kena Keluar Kena (1992)
Dono, Kasino, dan Indro tersesat ke sebuah pulau tak dikenal yang seluruh penduduknya terdiri dari wanita cantik, kecuali Kepala Suku dan tiga putrinya yang bertubuh gempal. Mereka terpaksa melarikan diri karena Kepala Suku berencana menikahkan mereka dengan ketiga putrinya. Setelah kembali ke rumah, Dono bertemu Merry. Seperti biasa, Dono, Kasino, Indro, bersama Merry, Wenny, dan Nia bermain di pantai bersama para wanita berbikini, menciptakan berbagai situasi heboh. Salah satu konflik muncul ketika seorang pria berpakaian Arab, didampingi bodyguard, mengklaim bahwa Merry telah dijodohkan dengannya. Bodyguard tersebut berhasil dipecundangi oleh Kasino hingga harus dirawat di rumah sakit. Adegan banyolan kemudian berlanjut di rumah sakit dan berakhir kembali di rumah.
Salah Masuk (1993)
Dono, Kasino, dan Indro berperan sebagai pekerja dalam pembuatan film iklan. Cerita dikembangkan melalui rangkaian situasi komedi yang berpindah-pindah. Awalnya, Dono tertarik pada seorang penari perut bernama Selly Hilton, yang kemudian dirayu oleh Indro saat Dono sedang pergi. Penari tersebut ternyata dimanfaatkan oleh orang lain untuk melakukan pemerasan. Selain itu, mereka membuat iklan bir yang melibatkan pemain bertubuh gempal, Yuli, yang justru menimbulkan kekacauan saat proses syuting. Film ini menampilkan serangkaian banyolan lain yang tidak terkait langsung dengan peristiwa sebelumnya, menekankan aspek komedi situasional dan slapstick.
Bagi-Bagi Dong (1993)
Dono tinggal bersama sahabatnya, Kasino, beserta pacarnya Kristine, dan Indro beserta pacarnya Yukem. Karena iri belum memiliki pacar, Dono pergi ke seorang dukun dan diberi seekor tikus. Di rumah, tikus tersebut dilepas dan menimbulkan kekacauan bagi kedua pacar temannya. Dono kemudian menggunakan kesempatan ini untuk meminta mereka meninggalkan rumah, sehingga ia bisa menunggu gadis kenalan barunya yang hendak dirayunya di rumah tersebut. Kristine dan Yukem meminta Dono, Kasino, dan Indro untuk menangkap tikus tersebut. Meskipun tikus berhasil ditangkap Dono, Kasino meminta agar hal ini dirahasiakan sehingga mereka dapat menemani Kristine dan Yukem tidur pada malam harinya. Berbagai kejadian konyol terjadi, termasuk ketika Kasino dan Indro terkena air panas dalam sebuah baskom dan dikerjai oleh dokter Diding Boneng di rumah sakit. Selain itu, Dono mengalami sial ketika menemukan sebuah dompet penuh uang di mall dan bertemu dengan Yulieta, mantan pacarnya, yang sedang jalan-jalan bersama pamannya. Mereka sempat makan bersama di restoran, hingga akhirnya diketahui bahwa dompet yang ditemukan Dono sebenarnya milik pamannya Yulieta.
Bebas Aturan Main (1994)
Cerita film ini dimulai ketika Dono, Kasino, dan Indro kehilangan celana mereka saat menggunakan WC umum di sebuah tempat hiburan. Dalam kepanikan, Dono secara serampangan mengambil celana seorang pria yang sedang buang air di WC sebelahnya. Pria tersebut terkejut dan marah, sehingga ketiganya melarikan diri. Belakangan diketahui bahwa pria yang celananya diambil adalah Pak Leo, ayah dari Lisa, Yuli, dan Nela, yang merupakan pacar Dono, Kasino, dan Indro. Kejadian ini menjadi titik awal serangkaian kekonyolan yang menimpa mereka. Salah satunya, Dono menyamar menjadi patung Michael Jackson untuk menyelidiki identitas Pak Leo. Berbagai adegan lucu lainnya terjadi seiring usaha mereka menghadapi situasi yang rumit dan mengundang tawa.
Saya Duluan Dong (1994)
Dono, Kasino, dan Indro menjadi pelayan di rumah makan milik orang tua Yuli, pacar Kasino. Mereka bukan pelayan biasa, melainkan ditugaskan khusus untuk menghadapi pemilik rumah makan saingan, Pak Soleh, yang sering mengganggu usaha keluarga Yuli. Suka duka mereka menghadapi ulah Pak Soleh dijadikan sumber kelucuan fisik, seperti adegan menangkap tikus yang jatuh dari loteng. Ulah Pak Soleh akhirnya terungkap kepada wartawan dan polisi, sehingga Pak Soleh ditangkap, dan Trio Warkop bersorak gembira. Selanjutnya, Pak Soleh mengadakan pertunjukan sulap dan meminta dompet para penonton, termasuk Dono, Kasino, dan Indro. Ketiga serangkai itu marah dan berusaha mengambil kembali dompet mereka, namun gagal. Dompet akhirnya dikembalikan oleh preman dalam keadaan kosong. Upaya Trio Warkop untuk menuntut Pak Soleh agar mengembalikan uang mereka tidak membuahkan hasil. Sebagai balasan, Pak Soleh memberikan mereka sebuah mobil berbentuk kapal, yang kemudian masuk ke dalam telaga setelah dilepas dari mobil Jeep yang mereka tumpangi.
Pencet Sana Pencet Sini (1995)
Dono, Indro, dan Kasino ingin memiliki mobil, tetapi mereka tidak memiliki cukup uang. Mereka kemudian memanfaatkan kedatangan paman Dono, Dewo Sastro, untuk meminta mobil. Namun, Dewo Sastro sangat pelit dan menolak permintaan mereka. Untuk mengakalinya, mereka menyusun sandiwara penculikan Dono oleh penjahat bernama Mata Satu, yang kebetulan merupakan kenalan Indro. Penjahat tersebut meminta tebusan dari Dewo Sastro, yang jumlahnya cukup untuk membeli mobil. Situasi menjadi lebih serius ketika Mata Satu menaikkan jumlah tebusan jauh di atas kesepakatan awal, sehingga Dono benar-benar dalam bahaya. Meskipun demikian, Dewo Sastro tetap menolak membayar. Kasino, Indro, dan teman-teman mereka kemudian berusaha menyelamatkan Dono. Pada akhirnya, Dewo Sastro menghadiahkan mobil mewah kepada Dono sebagai penghargaan karena berhasil menaklukkan Mata Satu.
Film ini juga menandai film terakhir Warkop DKI, karena ketiga personel memutuskan untuk tidak lagi bermain film akibat lesunya industri perfilman Indonesia yang dipenuhi film dewasa dan serbuan film impor. Warkop DKI kemudian beralih ke sinetron yang tayang di televisi pada periode 1996–2001. Film ini juga menandai akhir era kejayaan mereka, karena dua dari tiga personel grup tersebut meninggal dunia: Kasino pada 18 Desember 1997 dan Dono pada 30 Desember 2001.
Film dokudrama
Daftar film
| No. | Tahun | Judul | Sutradara | Penulis | Produser | Rumah Produksi | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 1981 | Untukmu Indonesiaku | Ami Prijono | Ikranagara | Harris Lasmana | Nusantara Film | [37] |
Untukmu Indonesiaku (1981)
Film ini awalnya ditujukan untuk memberikan kesempatan bagi penonton yang tidak sempat menyaksikan pagelaran musik "Untukmu Indonesiaku" karya Guruh Soekarnoputra.[38] Dalam proses produksinya, sutradara Ami Prijono memadukan potongan-potongan klip dari pagelaran musik tersebut dengan unsur drama yang terinspirasi dari kejadian nyata di balik layar.[39] Guruh Soekarnoputra juga tampil dalam film ini, memperlihatkan proses pembelajaran kesenian dari Bali, serta menampilkan secara singkat terbentuknya grup musik Swara Mahardhika. Fokus utama sutradara tampaknya adalah untuk menampilkan sosok Guruh, pengaruh yang membentuk dirinya —termasuk pengaruh ayahnya, Ir. Soekarno— dan keindahan alam Indonesia yang menjadi sumber inspirasinya.
Referensi
- ↑ "Mana Tahan". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-05-05. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Gengsi Dong". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-27. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Pintar Pintar Bodoh". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-10. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Geer - Gede Rasa". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-07. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Manusia 6.000.000 Dollar". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-05-14. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "IQ Jongkok". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-10. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Setan Kredit". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-10. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Dongkrak Antik". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-05-18. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Maju Kena Mundur Kena". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-09. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "CHIPS (Cara Hebat Ikut Penanggulangan Masalah Sosial)". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-11. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Pokoknya Beres". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-08-12. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Tahu Diri Dong". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-08-12. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Itu Bisa Diatur". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-11. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Gantian Dong". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-10. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Kesempatan Dalam Kesempitan". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-10. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Sama Juga Bohong". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-07. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Atas Boleh Bawah Boleh". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-30. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Makin Lama Makin Asyik". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-11. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Depan Bisa Belakang Bisa". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-13. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Saya Suka Kamu Punya". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-07. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Jodoh Boleh Diatur". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-03. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Malu-Malu Mau". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-15. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Godain Kita Dong". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-05-24. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Sabar Dulu Dong". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-30. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Mana Bisa Tahan". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-07. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Lupa Aturan Main". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-07. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Sudah Pasti Tahan". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-10. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Bisa Naik Bisa Turun". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-10. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Masuk Kena Keluar Kena". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-10. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Salah Masuk". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-16. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Bagi-Bagi Dong". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-26. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Bebas Aturan Main". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-07. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Saya Duluan Dong". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-05-28. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Pencet Sana Pencet Sini". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-11. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ 9 Potret Lawas Warkop DKI, Formasi Awal Ternyata Berlima. Suara.com. Retrieved 5 May 2022.
- ↑ Tri Hanggoro, Hendaru (24 Juli 2020). "Dono Mahasiswa Kritis". Historia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-02. Diakses tanggal 29 Juni 2022.
- ↑ "Untukmu Indonesiaku". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-07. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ Arsip Perseorangan Guruh Soekarnoputra. Diakses 5 Mei 2022.
- ↑ Cuplikan Film "Untukmu Indonesiaku". YouTube. Diakses 6 Mei 2022.