Sejarah
Konsulat Swedia didirikan di Riga pada 1776, dan kewenangannya diperluas beberapa kali selama abad ke-19. Konsulat tersebut difungsikan sebagai konsulat berbayar pada 1881, distriknya ditambah pada 1903 dan diubah menjadi wakil konsulat pada 1906. Pada 1913, Parlemen Swedia menyetujui pendirian kembali konsulat.[1] Konsulat ditutup pada 1924, tiga tahun sebelumnya yaitu pada 1921, Swedia membuka kedutaan di Riga.[2]
Pada 4 Februari 1921, diumumkan bahwa Konsil Kerajaan telah mengakui Republik Latvia sebagai negara berdaulat dan independen.[3][4] Pada musim panas berikutnya, seorang chargé d'affaires ad interim ditunjuk untuk memimpin konsulat di Tallinn yang berfungsi sebagai kedutaan selama periode antar perang.[2][5] Pada 30 September 1921 Torsten Undén [sv; et] diangkat sebagai Menteri Pertama Swedia di Riga dan Talinn.[6] Setelah hanya satu tahun, kedutaan dipindahkan ke RIga dan misi di Talinn diturunkan peringkatnya menjadi konsultan dibawah Kedutaan Riga.[7] Kepala misi di Riga mendapatkan akreditasi untuk Talinn.[2]
Pada September 1939, utusan Swedia untuk Riga, Talin, dan Kaunas yaitu Birger Johansson (diplomat) [sv] menyampaikan surat penarikan kepada Presiden Estonia dan Lithuania setelah sidang rutin Parlemen Swedia menyetujui proposal kedutaan independen di Estonia dan Lithuania.[8] Pada 15 Juni 1940, Uni Soviet memulai pendudukannya di negara-negara Baltik. Pada 24 Agustus 1940, Swedia menutup misi diplomatiknya di Riga, Tallinn, dan Kaunas, dengan batas waktu terakhir untuk menyelesaikan penarikan pada 25 Agutus 1940.[9]
Pada 1989, Swedia membuka kantor cabang di Riga dibawah Konsulat Jenderal di Leningrad, yang dipimpin oleh seorang konsul.[10] Pada 27 Agustus 1991, Pemerintah Swedia memutuskan untuk membuka kembali hubungan diplomatik dengan Latvia. Perjanjian tersebut mulai berlaku pada hari berikutnya, 28 Agustus.[11]
Kedutaan Swedia baru di Riga diresmikan pada 29 Agustus 1991, peresmian dilakukan oleh Menteri Kehakiman Laila Freivalds.[12][13]