Plot
Musim panas tahun 2008, Chris Wang yang berusia 13 tahun (sering dipanggil Dì Di) tinggal di lingkungan kelas menengah di Fremont, California, bersama ibunya yang seorang imigran dari Taiwan, Chungsing, nenek dari pihak ayahnya yang keras kepala, Nai Nai[a], dan kakak perempuannya, Vivian. Ayah Chris jarang pulang karena sudah pindah ke Taiwan demi bekerja, dan memberikan dukungan finansial untuk keluarga mereka di Amerika lewat remitansi. Chris sangat sering ribut dengan Vivian, yang sebentar lagi bakal kuliah ke San Diego. Di sekolah, Chris bukanlah anak yang populer. Ia suka membuat video YouTube konyol bersama dua sahabatnya, Fahad (Raul Dial) dan Soup (Aaron Chang), yang kebanyakan isinya humor receh khas anak-anak.
Rasa minder dan kelakuan Chris yang kekanak-kanakan mulai merusak hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya. Lewat AIM dan Facebook, Chris mulai ngobrol dengan gebetannya, cewek blasteran Asia-Amerika bernama Madi. Ketika mereka kencan, Madi mengatakan kalau Chris itu cukup imut “untuk ukuran orang Asia”. Saat Madi mulai melakukan sesuatu yang menjurus ke aktivitas seksual, Chris menjadi terlalu gugup untuk melanjutkan. Merasa frustrasi akibat hal tersebut, sesampainya di rumah, Chris langsung berkata-kata kasar kepada Vivian. Setelah itu, Madi mencoba menghubungi lagi, tapi Chris terlalu malu untuk sekadar membalas pesannya dan malah langsung memblokir Madi di AIM. Suatu hari ketika lagi nongkrong bersama Fahad, Chris malah membuat cewek yang disukai Fahad jijik gara-gara menceritakan candaan kekerasan terhadap hewan saat mereka berdua bermain-main dengan bangkai tupai. Fahad sangat malu dan memutuskan untuk menjauh dari Chris, agar gebetannya tidak mengira ia juga adalah orang yang aneh.
Chungsing secara sepihak mendaftarkan Chris ke les bimbingan belajar Shiu Fang agar nilainya menjadi lebih baik. Suatu hari, Chris melihat ibunya sedang bertengkar dengan Nai Nai saat mencuci piring. Chungsing mengatakan Nai Nai adalah beban keluarga. Nai Nai yang tidak terima mengatakan bahwa keluarga mereka bisa hidup seperti sekarang berkat anak laki-lakinya (ayah Chris), dan Chungsing langsung membalasnya bahwa keluarga mereka bisa hidup bukan karena suaminya, tapi karena dia.
Chris melihat peluang menjadi “lebih keren” ketika tiga skater yang lebih tua mengajak dia sebagai kameramen mereka. Karena ingin terlihat keren, Chris mengaku kalau dia “blasteran Asia.” Vivian yang mulai berubah sikap sejak Chris berkata-kata kasar padanya menawarkan padanya untuk mengantarnya saat bermain skateboard bersama mereka. Saat diajak ke pesta oleh para skater, Chris mencoba alkohol dan ganja untuk pertama kalinya, tapi akhirnya malah mabuk parah. Saat pulang ke rumah, Vivian menutupi kelakuan Chris agar tidak ketahuan oleh ibunya. Sebelum berangkat untuk pindah ke San Diego, Vivian memeluk Chris untuk menunjukkan bahwa dia sebenarnya menyayanginya. Sewaktu para skater main ke rumah Chris untuk melihat hasil video yang ternyata sebagian besar tidak bisa dipakai, Chungsing tiba-tiba masuk ruangan dan mengungkap bahwa Chris bukan seorang blasteran. Chris yang malu segera mengusir ibunya dari kamarnya, membuat para skater terkejut melihat Chris yang begitu tidak sopan pada ibunya, dan langsung pergi meninggalkannya.
Saat berselancar di internet, Chris mengetahui bahwa Fahad menghapus Chris dari daftar “top 8 friends” di MySpace. Saat memeriksa daftar temannya yang online di AIM, dia menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang bisa diajak ngobrol, dan akhirnya mencoba untuk berbincang-bincang dengan bot. Dia berkeluh kesah pada bot bahwa dia tidak memiliki teman.
Di bimbel, Chris mengamuk dan memukul Josh gara-gara Josh meledeknya mengenai kencan gagalnya dengan Madi. Hal itu membuat Chris memukulnya dan membuat Chungsing sampai harus datang dan minta maaf ke tempat les. Di saat akan pulang, saat Chungsing memarahi Chris atas perbuatannya, Chris balik membantah dan mengatakan kalau ibunya adalah seniman gagal yang tidak memberikan kontribusi apa-apa ke keluarga. Chungsing dan Chris bertengkar hebat, sehingga menyebabkan Chris tidak mau ikut ibunya pulang dan berlari dengan penuh amarah dan rasa frustrasi. Malam itu, Chris memutuskan tidak mau pulang ke rumah dan tidur di sebuah playground.
Ketika akhirnya Chris balik ke rumah, dia bertanya kenapa ibunya tidak mencarinya. Chungsing bercerita tentang Vivian yang juga pernah kabur waktu umur 14. Menurut Chungsing, Chris tidak sekeras kepala kakaknya, sehingga yakin kalau dia akan pulang ke rumah. Ibunya kemudian bercerita bahwa mungkin saja dia bisa menjadi seorang seniman sukses bila saja dulu tidak menikah dengan ayahnya, tapi sekarang anak-anaknya adalah impiannya sekarang.
Hari pertama masuk SMA, Chris berusaha baikan dengan Madi setelah berbulan-bulan menghindarinya. Tapi Madi menolak untuk berhubungan baik kembali karena Chris memukul temannya, Josh. Chris akhirnya bergabung dengan klub seni visual, dan Fahad menyapanya dari kejauhan. Chungsing menjemput Chris dari sekolah, dan Chris bercerita bahwa dia mengikuti klub seni kepada ibunya. Di akhir cerita, Chungsing memandang Chris di meja makan sambil tersenyum.