Bakung lembah (Convallaria majalis),[2][3] juga ditulis sebagai bakung-lembah,[1] adalah tumbuhan berbunga kawasan hutan dengan bunga putih berbentuk lonceng, menggantung, dan beraroma manis yang tumbuh dalam malai pada musim semi. Tumbuhan ini merupakan spesies asli Eropa, Asia Barat dan Asia Utara.[4]
Varietas sebelumnya, Convallaria majalis var. montana (asli Amerika Utara bagian timur) dan Convallaria majalis var. keiskei (asli Asia bagian timur), kini telah dipisah menjadi spesies yang berbeda, masing-masing Convallaria pseudomajalis,[5] dan Convallaria keiskei.[6]
Karena tingginya konsentrasi glikosida jantung (kardenolida) yang kuat, tumbuhan ini sangat beracun jika dikonsumsi oleh manusia atau hewan lainnya.[7][8]
Nama lainnya meliputi lonceng Mei, air mata Bunda Maria, dan air mata Maria. Nama bahasa Prancisnya, muguetcode: fr is deprecated , terkadang muncul pada nama-nama parfum yang meniru aroma bunga ini. Di Inggris pra-modern, tumbuhan ini dikenal sebagai glovewort (karena merupakan wort yang digunakan untuk membuat salep bagi tangan yang sakit), atau Apollinaris (menurut legenda bahwa tumbuhan ini ditemukan oleh Apollo).[9]
Deskripsi
Dedaunan dan bunga
Convallaria majalis adalah tumbuhan ternamenahun yang sering membentuk koloni luas dengan menyebarkan batang bawah tanah yang disebut rimpang. Tunas tegak yang baru terbentuk di ujung geragih pada musim panas.[10] Tunas-tunas ini tumbuh pada musim semi menjadi tunas berdaun baru yang masih tetap terhubung dengan tunas lainnya di bawah tanah. Batangnya tumbuh setinggi 15–35cm (6–14in), dengan dua (atau jarang tiga) daun yang panjangnya sekitar 5–20cm (2–8in) dan lebarnya 3–7cm (1–3in).[3][11] Batang berbunga memiliki sebuah tandan satu sisi yang terdiri dari enam hingga dua belas bunga menggantung di bagian atas batang.[3]
Bunganya memiliki enam tepal putih (kecuali untuk spesies Convallaria majalis var. "Rosea", yang memiliki tepal merah muda), menyatu di bagian pangkal membentuk bentuk lonceng dengan ujung melengkung ke luar berdiameter 5–10mm (0,2–0,4in), dan beraroma manis; berbunga pada akhir musim semi, biasanya bulan Mei hingga Juni di Britania;[3][11] pada musim dingin yang sejuk di Belahan Bumi Utara, tumbuhan ini dapat berbunga sedini bulan Maret.[butuh rujukan]Buahnya adalah buah buni kecil berwarna merah jingga yang beracun dengan diameter sekitar 5–7mm (0,2–0,3in) yang rata-rata mengandung 3,9[12] biji besar berwarna keputihan hingga kecokelatan yang mengering menjadi manik bulat bening tembus pandang selebar 1–3mm (0,04–0,12in). Buah tersebut bertahan selama rata-rata 47,5 hari. Buah ini rata-rata mengandung 85,8% air, dan berat keringnya meliputi 14,6% karbohidrat dan 1,3% lipid.[12] Tumbuhan ini bersifat tidak serasi sendiri, dan koloni yang terdiri dari klon tunggal tidak menghasilkan biji.
Di masa lalu, tumbuhan ini secara luas diperlakukan dalam tiga varietas,[10][14] namun ketiganya kini dipisahkan sebagai spesies yang berbeda.[15]
Convallaria majalis var. majalis, dari Eropa dan Asia bagian barat, dengan urat tengah berwarna putih pada bunganya – sekarang dikenal sebagai Convallaria majalissensu stricto.[4]
Convallaria majalis var. keiskei, dari Tiongkok dan Jepang, dengan buah merah dan bunga berbentuk mangkuk – sekarang dikenal sebagai Convallaria keiskei.[6][16][17]
Convallaria majalis var. montana – dari kawasan selatan Pegunungan Appalachia, dengan urat tengah bunga berwarna kehijauan[18][14] – sekarang dikenal sebagai Convallaria pseudomajalis.[5]
C. transcaucasica diakui sebagai spesies, subspesies, atau varietas yang berbeda dari C.majalis oleh beberapa otoritas, namun secara umum tidak diterima sebagai spesies yang terpisah.[4] Spesies yang sebelumnya disebut Convallaria japonica kini diklasifikasikan sebagai Ophiopogon japonicus.[17]
Persebaran
Convallaria majalis adalah tumbuhan asli Eropa, di mana ia sebagian besar menghindari tepian Mediterania,[19] serta tidak ditemukan di Irlandia sebagai spesies asli, meskipun telah ternaturalisasi di sana.[2]
Seperti banyak tumbuhan berbunga menahun lainnya, C.majalis menunjukkan mode reproduksi ganda dengan menghasilkan keturunan secara aseksual melalui cara vegetatif dan secara seksual melalui biji, yang dihasilkan melalui fusi gamet.[20]
Ekologi
Convallaria majalis adalah tumbuhan tempat teduh parsial, dan tipe mesofilik yang menyukai musim panas yang hangat. Tumbuhan ini tumbuh secara luas baik di tanah asam maupun tanah basa, menyukai tanah yang berkelodak atau berpasir, tetapi juga tumbuh secara lokal di tanah rawa basah,[2][21] sebaiknya dengan jumlah humus yang melimpah. Tumbuhan ini merupakan spesies Euroasiatik dan iklim suboseanik yang dapat ditemukan dari permukaan laut hingga ketinggian 490m (1.600ft) di Britania Raya,[2] serta di Eropa tengah dan selatan hingga ketinggian 2.300m (7.500ft).[11][22]
Buahnya terkadang diambil oleh hewan pengerat pemakan biji-bijian, yang memakan sebagian besar bijinya tetapi hanya sebagian kecil dari daging buahnya. Perilaku mereka menimbun biji maupun buah utuh telah diamati. Karena beberapa biji tak pelak lagi lolos dari pemangsaan, hewan-hewan ini juga bertindak sebagai agen penyebar biji.[24]
Kultivar
Convallaria majalis ditanam secara luas di taman karena bunganya yang beraroma wangi dan kemampuannya sebagai penutup tanah di lokasi yang teduh. Tumbuhan ini telah meraih Penghargaan Garden Merit dari Royal Horticultural Society.[25][26] Dalam kondisi yang menguntungkan, tumbuhan ini dapat membentuk koloni yang besar.
Berbagai macam dan kultivar ditanam, termasuk yang memiliki bunga ganda, bunga berwarna merah muda, dedaunan variegata, dan kultivar yang tumbuh lebih besar daripada spesies aslinya.[17]
C. majalis 'Albostriata' memiliki daun bergaris putih
C. majalis 'Green Tapestry', 'Haldon Grange', 'Hardwick Hall', 'Hofheim', 'Marcel', 'Variegata' dan 'Vic Pawlowski's Gold' adalah kultivar variegata lainnya[17]
C. majalis 'Berlin Giant' dan C.majalis 'Géant de Fortin' (sinonim 'Fortin's Giant') adalah kultivar yang tumbuh lebih besar[17]
C. majalis 'Flore Pleno' memiliki bunga ganda.[17]
C. majalis 'Rosea' yang terkadang ditemukan dengan nama C.majalis var. rosea, memiliki bunga merah muda.[17]
Sebuah kultivar variegata di awal musim semi
'Flore Pleno' berbunga ganda
'Rosea'
Secara tradisional, Convallaria majalis ditanam di dalam pot dan dipaksa mekar pada musim dingin untuk menghasilkan bunga selama bulan-bulan musim dingin, baik sebagai tanaman pot maupun sebagai bunga potong.[27]
Kimia
Susunan kimia umum dari glikosida jantung
Kira-kira terdapat 38 glikosida jantung (kardenolida) berbeda—yang sangat beracun jika dikonsumsi oleh manusia atau hewan—ditemukan di dalam tumbuhan ini, di antaranya:[7][8][28]
Aroma bakung lembah, khususnya ligan bourgeonal, pernah diyakini dapat menarik spermamamalia.[29] Penemuan fenomena ini pada tahun 2003 mendorong penelitian mengenai resepsi bau,[30] namun sebuah studi tahun 2012 menunjukkan bahwa pada konsentrasi tinggi, bourgeonal meniru peran progesteron dalam merangsang sperma untuk berenang (kemotaksis), sebuah proses yang tidak berhubungan dengan resepsi bau.[31]
Toksikologi
Semua bagian tumbuhan ini berpotensi menjadi racun, termasuk buah buni merahnya yang mungkin menarik bagi anak-anak.[7][8][32] Jika tertelan, tumbuhan ini dapat menyebabkan sakit perut, mual, muntah, dan detak jantung tidak teratur.[28]
↑Chase, M.W.; Reveal, J.L. & Fay, M.F. (2009), "A subfamilial classification for the expanded asparagalean families Amaryllidaceae, Asparagaceae and Xanthorrhoeaceae", Botanical Journal of the Linnean Society, 161 (2): 132–136, doi:10.1111/j.1095-8339.2009.00999.x
12Weakley, A. S. (2020). Flora of the southeastern United States. University of North Carolina Herbarium, North Carolina Botanical Garden. hlm.281. (Halaman unduhan)
↑"Convallaria L."Plants of the World Online. 2020-05-31. Diakses tanggal 2025-08-09.
Ehrlén, Johan; Eriksson, Ove (1991). "Phenological variation in fruit characteristics in vertebrate-dispersed plants". Oecologia. 86 (4): 463–470. doi:10.1007/BF00318311. ISSN0029-8549.