Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang tidak mengakui Republik Tiongkok dan mengklaim wilayah Pulau Formosa sebagai bagian wilayahnya secara efektif menghalangi penggunaan nama resmi "Republik Tiongkok" di dalam organisasi-organisasi internasional. Menurut pandangan RRT, penggunaan nama "Republik Tiongkok" memberikan kesan keberlanjutan suatu negara yang RRT anggap telah ia gantikan pada tahun 1949.
Ketika organisasi-organisasi internasional menurunkan kedudukan atau bahkan mengeluarkan Taiwan dari organisasi tersebut pada tahun 1970-an dan 1980-an, Republik Tiongkok yang dikuasai oleh Kuomintang (KMT) menolak untuk dinamakan "Taiwan, Tiongkok" oleh karena nama tersebut mengimplikasikan Taiwan sebagai bagian dari pemerintahan Republik Rakyat Tiongkok. Pada saat itu, KMT juga menolak nama "Taiwan" dan "Formosa" karena masih menganggap dirinya sebagai pemerintahan sah seluruh Tiongkok. Oleh karenanya, KMT memilih nama yang dianggap netral, "Tionghoa Taipei" (Bahasa Inggris: Chinese Taipei).
Pada bulan November tahun 1979 Komite Olimpiade Internasional, yang kemudian diikuti oleh semua federasi olahraga internasional, mengadopsi sebuah resolusi yang mengakui Komite Olimpiade Nasional Taiwan sebagai National Olympic Commitee of Chinese Taipei (Bahasa Indonesia: Komite Olimpiade Nasional Tionghoa Taipei)[3] dan setiap tim maupun atlet yang datang dari Taiwan diharuskan berkompetisi dengan nama Tionghoa Taipei. Di bawah resolusi ini, Tionghoa Taipei mengadopsi Bendera Olimpiade Tionghoa Taipei sebagai bendera mereka.
Namun bendera ini tidak diakui di dalam beberapa media massa. Tahun 1992, semasa Olimpiade Musim Dingin di Albertville, Prancis, CBS menggunakan Bendera Nasional Republik Tiongkok dengan kode resmi "TPE". Semasa Olimpiade Musim Panas 2004, Federasi Bisbol Australia di dalam situs webnya menggunakan Bendera Nasional Republik Tiongkok untuk merujuk pada negara ini. Banyak pula jaringan berita dan situs web yang memilih untuk menggunakan Bendera Nasional Republik Tiongkok daripada Bendera Olimpiade Tionghoa Taipei.
Penerjemahan
Kedua pihak (RRT dan Taiwan) sama-sama setuju dengan penggunaan Bahasa Inggris "Chinese Taipei". Walaupun demikian, terdapat perbedaan istilah dalam bahasa Mandarin. RRT menggunakan istilah "Zhongguo Taipei" (中国台北); zhongguo secara harfiah berarti "Tiongkok", dan penerjemahan ini berkonotasi bahwa Taipei adalah bagian dari negara Tiongkok. Secara kontras, Taiwan menerjemahkannya sebagai "Zhonghua Taipei" (中華臺北), yang mana Zhonghua sebagai sebuah entitas kebudayaan dan etnis. (lihat pula konsep Zhonghua Minzu)
Pada tahun 2000, pemerintah Republik Rakyat Tiongkok menekan Organisasi Miss Universe untuk menggantikan nama Miss Taiwan menjadi Miss Chinese Taipei. Tiga tahun kemudian di kontes kecantikan Miss Universe, kontestan Miss China dan Miss Taiwan berkompetisi secara bersamaan untuk pertama kalinya, menyebabkan pemerintah Tiongkok meminta Miss Taiwan menggunakan nama Miss Chinese Taipei. Sampai sekarang baik Miss Universe maupun Miss World melarang kontestan dari Taiwan untuk berkompetisi dengan label "Taiwan". Pada tahun 2005, pada kontes kecantikan Miss Earth, panitia kontes pada mulanya menginjinkan kontestan Li Fan Lin berkompetisi dengan nama "Miss Taiwan", tetapi setelah seminggu mengikuti kontes ini diubah menjadi "Taiwan ROC". Kejadian ini tidak menimbulkan reaksi ataupun protes dari pemerintahan RRT.
Bendera Paralimpiade Tionghoa Taipei
Penggunaan nama "Tionghoa Taipei" menyebabkan beberapa orang mengira bahwa "Taipei" adalah sebuah negara (alih-alih nama kota). Untuk mengurangi kebingungan, media pemberitaan menggantikan rujukan "Tionghoa Taipei" dari publikasi pers organisasi-organisasi Internasional dengan "Taiwan". Dalam ajang-ajang olahraga, tim dari Taiwan disingkat menjadi "Tim Zhonghua" (中華隊; Zhonghua memiliki arti Tionghoa yang condong ke aspek kebangsaan daripada aspek politik).