Cilame adalah salah satu desa dari 11 (sebelas) desa yang berada dalam wilayah Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Penamaan Desa Cilame sendiri berasal dari nama sebuah pohon yang tumbuh dan berdiri di sekitar sumber mata air yang berlokasi di Kampung Cibatu (dahulu dikenal Kampung Kebon Kalapa) tepatnya di lahan tanah milik H. Muhidin, pohon tersebut adalah pohon LAME. Pada perkembangannya, wilayah Desa Cilame bertambah luas setelah Desa Cijamil Leutik bergabung ke dalam wilayah Desa Cilame (tahun 1905)
Cilame juga terkenal akan ke kentalan nya di dunia Perpremanismean nya banyak tokoh tokoh masyarakat dan preman juga Residivist kambuhan beberapa nama di antara nya adalah ,Ujang Digul , Fredy Sulistiono, Iwan ,Wewey Manopo ,Angga Utang, Oday, Asep layunk, Bopeng, dll. Nama nama tersebut sangat tersohor sebagai preman dan Residivist , selain itu mereka memiliki massa dan pendukung yg banyak di wilayah Cimahi Cilame sampai dengan Padalarang kabupaten Bandung Barat.
Secara geografis Desa Cilame terletak di “jantung” Kabupaten Bandung Barat dengan kontur permukaan tanah berupa dataran dan sebagian perbukitan dengan ketinggian 600 – 750 meter di atas permukaan laut yang membentang dengan koordinat antara 107° - 31` Lintang Selatan dan 6° – 50` Bujur Timur.[butuh rujukan] Luas wilayah Desa Cilame pada tahun 2021 adalah 6,69km2.[4] Wilayahnya berbatasan dengan beberapa desa, antara lain:[butuh rujukan]
Kereta api di atas jembatan Cilame pada masa Hindia Belanda
Ditinjau secara orbitasi, jarak tempuh menuju Kantor Kecamatan Ngamprah sejauh ± 4.6km dengan waktu tempuh ± 20 menit sedang jarak tempuh ke Kantor Kabupaten Bandung Barat ± 1.6km dengan waktu tempuh ± 10 menit. Sedang secara administratif, Desa Cilame terdiri dari 5 (lima) wilayah Dusun, meliputi 25 (dua puluh lima) Rukun Warga dan 150 (seratus lima puluh) Rukun Tetangga.[3]