Berbagai gejala dapat terlihat pada individu yang tertular. Gejala infeksi yang muncul paling pertama adalah anoreksia, paling cepat 8 hari setelah terpapar.[3] Individu yang terinfeksi juga sering kali tampak lesu, bergerak dengan lambat, dan menolak bergerak saat distimulasi. Kulit katak yang tertular sering kali mengelupas.[4] Gejala sitridiomikosis yang paling sering muncul adalah penebalan kulit yang langsung mengakibatkan kematian karena individu-individu yang mengalami gejala tersebut tidak dapat menyerap nutrien yang dibutuhkan, mengeluarkan racun, atau bahkan bernapas.[4] Gejala-gejala lain yang umum adalah warna kulit yang memerah.[3]
Secara keseluruhan, penyakit ini dianggap sebagai faktor yang menyebabkan penurunan populasi amfibi berskala global yang telah berdampak terhadap 30% spesies amfibi dunia.[5]
12Nichols D. K.; Lamirande E. W.; Pessier A. P.; Longcore J. E. (2001). "Experimental transmission of cutaneous chytridiomycosis in dendrobatid frogs". Journal of Wildlife Diseases. 37: 1–11. doi:10.7589/0090-3558-37.1.1.
↑Stuart S. N.; Chanson J. S.; etal. (2004). "Status and trends of amphibian declines and extinctions worldwide". Science. 306 (5702): 1783–1786. doi:10.1126/science.1103538. PMID15486254.