Secara umum, desa Cendana merupakan perkebunan tropis yang sebagian besar dimanfaatkan sebagai lahan tani kering untuk menanam tanaman Palawija, buah-buahan tropis sederhana seperti manggis, jambu dan jeruk dan lainnya serta sektor paling menguntungkan yaitu kayu. Seperti kayu Alba, Mahoni, Sengon dan lainnya. Namun tak lain dan tak bukan, semenjak perbaikan kecil jalan pada pertengahan bulan Juni membuat sebagian pohon di dusun Cendana rusak untuk melebarkan jalan.
Pemerintahan
Kepala Desa: Soejono
Wilayah Administratif
Daftar Dusun
Bogoan (Dulu Kebogoan) terdiri dari Bogoan Kulon --> 'Berbatasan dengan Banyumas' dan Bogoan Wetan
Purwadadi (Dulu Patean)
Kreteg --> 'Berbatasan dengan Banyumas'
Karangcengis terdiri dari Karangcengis dan Dukuhyudha
Cendana
Toya
Gandhasuli --> 'Berbatasan dengan Banyumas'
Daftar Wilayah Non-Penduduk / Lahan pertanian kering
Persil dan Luwung di utara dusun Purwadadi
Anim membentang dari selatan dusun Purwadadi hingga ujung utara dusun Bogoan (Grumbul Bogoan Wetan)
Kedungsapi dari selatan grumbul Bogoan Kulon hingga Selatan grumbul Dukuhsura
Daerah lahan tani kering / perternakan lainnya
Ekonomi
Matapencaharian
Matapencaharian masyarakat desa Cendana kini memang berbeda. Berdasarkan data pekerja di pabrik-pabrik industri bulu mata, kayu, minuman mineral dan pabrik industri lain yang sebagian besar berada di kecamatan Padamara, terdapat sekitar 54 pekerja yang rata-rata perempuan dari desa Cendana. Itu membuktikan, sebanyak 43% pemuda-pemudi yang tidak melanjutkan sekolah akan bekerja di pabrik industri-industri tersebut. Belum lagi produksi bulu mata yang dapat dikerjakan dirumah. Hal ini tentu dapat mengurangi pengangguran serta mengubah mayoritas matahpencaharian desa Cendana yang semula petani (Sekarang hanya orang-orang 40 tahunan) menjadi buruh Pabrik. Selain petani dan buruh pabrik, sebagian kecil juga bermatapencaharian sebagai pedagang. Pedagang dalam skala kecil dan menengah. Pedagang ini biasanya memperoleh barang dagangannya dari kabupaten sebelah (Banyumas) karena akses jalan yang lebih mudah, serta harga yang lebih terjangkau (selisih 0,78% menurut survey). Ini seharusnya menjadi PR pemerintahan Purbalingga untuk segera membangun akses jalan yang baik tetapi tanpa merusak alam seperti kejadian di jalan dusun Cendana. Namun, walaupun begitu, sebagian orang juga masih setia berbelanja di pasar tradisional kabupaten sendiri yang letaknya jauh di pusat kecamatan kutasari dan jalan yang rusak.
Masalah Kemiskinan
Kemiskinan di desa Cendana memang berangsur-angsur turun seiring dengan meningkatnya produktivitas SDM yang semakin meningkat. Namun adakalanya BLT dan Beasiswa BOS tidak tepat sasaran.
Sosial dan Pendidikan
Masalah Sosial
Tak begitu sering terjadi masalah sosial. Mungkin hanya percekcokan antar tetangga atau perorangan serta remaja-remaja yang gila dangdut dan perkelahian umum. Jadi secara keseluruhan desa Cendana aman.
Pendidikan
Pendidikan di desa Cendana memang belum menjadi yang utama bagi sebagian orang. Ini dibuktikan dengan sedikitnya anak yang akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinngi. Namun keadaan ini berangsur-angsur membaik. Walaupun ada beberapa orang yang tak bisa melanjutkan karena alasan ekonomi. Seperti tidak mampu mendaftar ulang yang terlalu mahal.
Aadapun daftar sekolah di desa Cendana:
RA Diponegoro Cendana di dusun Bogoan grumbul Bogoan Wetan
Paud Ummi Aiman di dusun Bogoan grumbul Bogoan Kulon
TK Pertiwi Cendana di dusun Cendana
SD Negeri 2 Cendana di dusun Bogoan grumbul Bogoan Wetan
Cabang SD Negeri 2 Cendana (SD Negeri 3 Cendana) di dusun Purwadadi
SD Negeri 1 Cendana di dusun Cendana
MI P2A Cendana di dusun Karangcengis grumbul Karangcengis