Kelurahan in Daerah Khusus Ibukota Jakarta, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Kelurahan in Daerah Khusus Ibukota Jakarta, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Cawang, Kramat Jati memiliki kode pos 13630. Kelurahan ini terletak di wilayah administrasi kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Kelurahan ini memiliki penduduk sebesar 39.126 jiwa dan luas 179.04 ha.
Batasan kelurahan ini dengan Jalan MT Haryono di sebelah utara, Kali Ciliwung di sebelah barat, Jalan Mayjend Sutoyo di sebelah timur dan Jalan Makam Pahlawan Kalibata dan jalan dekat SMA Negeri 14 Jakarta di sebelah selatan.
Demografi
2024
Berdasarkan data demografi, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramatjati, menunjukkan profil kependudukan yang sangat relevan untuk analisis ekonomi mikro. Dengan total populasi 38.545 jiwa, struktur usia yang didominasi oleh kelompok tenaga kerja produktif (usia 20-49 tahun) mengindikasikan adanya modal manusia (human capital) yang substansial. [1]Tingginya angka lulusan SLTA dan Sarjana (S1) merefleksikan kualitas modal manusia yang mumpuni untuk mendukung sektor ekonomi berbasis pengetahuan. Meskipun demikian, data juga menunjukkan tingginya jumlah penduduk dalam kategori "Pelajar dan Mahasiswa" serta "Belum/Tidak Bekerja", yang dapat diinterpretasikan sebagai potensi tenaga kerja belum terserap yang memerlukan intervensi kebijakan untuk mengurangi pengangguran struktural. Keberadaan sektor wiraswasta yang signifikan juga menyoroti peran penting ekonomi informal dalam menopang aktivitas ekonomi kelurahan. Secara keseluruhan, profil demografi ini merepresentasikan sebuah pasar domestik yang dinamis dan berpotensi besar, tetapi juga memiliki tantangan terkait optimalisasi sumber daya manusia dan penyerapan tenaga kerja.
Nama Cawang berasal dari nama seorang Letnan pasukan Melayu yang bekerja kepada Belanda, bernama Encik Awang. Nama Encik Awang akhirnya berubah menjadi Cawang. Awang adalah bawahan dari Letnan Kapten Encik Wan Abdul Bagus, yang bersama dengan timnya tinggal di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Kampung Melayu, Jatinegara.[2]
Encik dalam bahasa Melayu berarti paman. Namun, kata encik sering digunakan bagi kaum lelaki yang dihormati, seperti masih digunakan di Sumatra, Kalimantan, dan Malaysia.[3]
Pada tahun 1970-an Cawang terbagi secara regional, yakni: