Salah satu pendiri Desa Caruban adalah seorang putra Mataram, yaitu Abdhul Musthofa Prawirodirdjo atau yang dikenal dengan sentot prawiro dirdjo adalah putra dari Ronggo Prawirodirjo yang beristri putri dari Sultan Hamengkubuwono II. , ipar Sultan Hamengku Buwono IV. Ayahnya dianggap pemberontak karena melawan Belanda dan terbunuh oleh Belanda yang saat itu dipimpin oleh Daendels. Dengan kematian ayahnya, Sentot Prawirodirdjo merasa dendam kepada Belanda sehingga akhirnya bergabung dengan Pangeran Diponegoro, Caruban yang pada saat itu masih berupa hutan dan rawa, tetapi sudah berbentuk perkampungan yang kemungkinan sudah dibuka sebelumnya oleh seorang raja dari Majapahit yang pernah berkata bahwa, anak keturunannya kelak akan datang lagi ke tempat tersebut, dan sumpah dari Raja Majapahit itu terjadi karena dibuktikan dengan datangnya Sentot Prawirodirdjo, yang masih terhitung trah Mataram-Majapahit, yang pada saat kedatangannya terpesona akan keindahan alam dan juga kesuburan Desa Caruban, hingga ia teringat kepada kampung halamannya yang telah lama ditinggalkan, karena harus memenuhi tugasnya sebagai putra Mataram
Sentot Prawirodirdjo pun menjumpai banyak kesamaan desa tersebut dengan kampung halamannya, lalu memutuskan untuk sejenak singgah di desa tersebut selama sekitar 2/3 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, ia terpesona oleh kecantikan seorang putri dari Caruban, yaitu Putri Pandansari yang masih terhitung trah Brawijaya V. Tanpa waktu lama, ia memutuskan untuk menikahi Putri Pandansari yang telah membuatnya jatuh hati saat pertama ia menginjakkan kaki di bumi caruban
Dari pernikahannya dengan putri Pandansari, mereka mempunyai seorang putra yang bernama Bagus Kusumodirdjo. Setelah pernikahannya genap 3 tahun, ia meninggalkan desa beserta istri dan anaknya. Sebelum ia pergi, Sentot memberikan nama wilayah ini dengan nama desa Caruban karena kekagumannya dan juga untuk mengingat kampung halamannya beserta leluhurnya.
Pertanian
Dengan luas lahan persawahan di Desa Caruban yang masih luas, hal ini menjadi pengaruh signifikan terhadap mata pencaharian masyarakat Caruban, yaitu sebagai petani, baik tembakau, jagung, kedelai, ataupun kacang-kacangan.
Letak persawahan di Desa Caruban dibagi menjadi beberapa blok yang berbatasan langsung dengan desa-desa di sekitarnya, yakni:
Siberuk (luas 19.901 Ha), Serut 1 (luas 10.465 Ha), Serut 2 (luas 3.510 Ha): terletak di sisi barat Dukuh Pandaksari
Pilang Ayu (luas 32.225 Ha): terletak di sisi timur Dukuh Pandaksari
Jumbangan Lor (luas 5.709 Ha): terletak di sisi timur Dukuh Krajan
Jumbangan Kidul: terletak di sisi timur Dukuh Gentungsari
Sasem (luas 5.350Ha): terletak di sisi selatan Dukun Gentungsari
Silanjar Timur (luas 19.910 Ha) dan Silanjar Barat (luas 12.380 Ha): terletak di sisi barat Dukuh Gentungsari
Lembaga pendidikan
Lembaga pendidikan yang ada di desa ini terdiri dari tingkat TK, SD/sederajat, dan SMP/sederajat, antara lain:
TK Aisyiyah Tegalsari
TK ABA Caruban
SD Negeri 1 Caruban
MI Muhammadiyah Caruban
Ponpes Darussalam
SMP Muhammadiyah 09 Gemuh/Ponpes Darul Arqom 4
Selain itu, juga terdapat beberapa lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang berada di setiap pedukuhan.
Wilayah administratif
Dukuh Pandaksari
Dukuh Krajan
Dukuh Gentungsari
Dukuh Tegalsari
Lurah
Mbah Lurah Guru (Dukuh Tegalsari)
Mbah Lurah Sapawiro (wafat tahun 1971)
Mbah Lurah Tomo
Mbah Lurah Sukarli Hudi Pranoto
Mbah Lurah Sudonofa
Kyai Haji Muhammad Khusnan
Hermanto
DIYAH TIN AGUSTINAH, SH
Jefri Aziz Maulana S.pd
Sarana kesehatan
UPT Puskesmas pembantu desa caruban yang terletak tepat di sebelah barat MI MUHAMMADIYAH CARUBAN.
Sarana olahraga
Untuk menunjang pengembangan pemuda khususnya dibidang olahraga desa telah memiliki sebuah lapangan olahraga/ lapangan sepak bola yang cukup luas di belakang kantor bali desa caruban.