Lahir dari keluarga kaya yang berpengaruh di Dinasti Qing membuat Cao Xueqin mengerti benar akan kehidupan orang kaya zamannya.[2] Berdasarkan pengetahuannya akan kehidupan dan ide-ide brilian, keseriusan serta keahliannya dalam menulis, ia akhirnya dapat menyelesaikan karya termasyur miliknya yang berjudul Impian di Bilik Merah.[2] Dari keseluruhan 120 bab, 80 pertama ditulis oleh Cao Xueqin dan sisanya oleh penulis lain, Gao E.[2] Biarpun oleh dua penulis, Gao E memastikan bahwa isi Impian di Bilik Merah mengikuti ide dan pemikiran asli Cao Xueqin secara keseluruhan.[2]
Impian di Bilik Merah memiliki kekhasan dalam bidang penulisan karakter yang kuat.[2] Cao Xueqin dengan teliti menjabarkan secara detail keadaan mental, pemikiran, perasaan sang karakter.[2] Karena tingkat pendidikannya yang tinggi, ia memiliki kemampuan berbahasa lebih baik dari orang pada umumnya dan banyak memengaruhi penulis pada zaman setelahnya.[2]Impian di Bilik Merah merefleksikan seluruh kemampuan Cao Xueqin yaitu dalam penulisan puisi, drama, seni, arsitektur dan perkebunan.[2]
Rujukan
↑Guo, Man (郭漫). (2006). Five Thousand Years of Chinese History (中华上下五午前年 第6页). Beijing: Hang Kong Gong Ye Chu Ban She (航空工业出版社). Hal. 183