Cagar Alam Bantarbolang pertama kali ditetapkan berdasarkan Keputusan Hoofd Inspectur Nomor 2980/HI tanggal 19 Mei 1930 sebagai cagar alam botanis. Status tersebut diperkuat dengan SK Penunjukan Menteri Kehutanan Nomor SK.359/Menhut-II/2004 tanggal 1 Oktober 2004.
Kawasan ini ditata batas secara definitif oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah IX pada tahun 2012 dan ditetapkan sebagai Cagar Alam dengan SK penetapan nomor SK.3657/Menhut-VII/KUH/2014, dengan luas 241.968 meter persegi. Tujuan pengelolaan Cagar Alam Bantarbolang adalah perlindungan hutan dataran rendah dan potensi botanis berupa jenis Jati (Tectona grandis).
Tanah dan Geologi
Landscape Cagar Alam Bantarbolang
Cagar alam ini terletak pada ketinggian sekitar 100 meter di atas permukaan laut dengan kondisi topografi yang datar. Jenis tanah yang di Cagar AlamBantarbolang adalah Mediteran Merah Tua dan Ragosol yang memiliki formasi tanah tapak dan halang dengan kedalaman air tanah 7 – 10 meter.
Tanah mediteran merupakan hasil pelapukan batuan kapur keras dan batuan sedimen. Warna tanah ini berkisar antara merah sampai kecoklatan. Tanah mediteran banyak terdapat pada dasar dolina dan merupakan jenis tanah yang relatif subur di kawasan kapur dibandingkan jenis tanah kapur yang lainnya.
Struktur geologi berupa formasi tapak pada bagian selatan dan sebagian wilayah yang lain berupa formasi halang. Cagar Alam Bantarbolang termasuk dalam geologi undak yang berada pada morfologi dataran limpahan sungai.
Tipe Iklim
Teak (Tectona grandis)
Cagar alam ini memiliki tipe iklim B dengan suhu harian antara 26-28 °C. Kelembapan udara minimum 77% pada bulan September dan maksimum 85% pada bulan Januari. Curah hujan rata-rata 3.000-4.000 mm per tahun.
Flora & Fauna
Flora
Kawasan ini didominasi oleh pohon jati (Tectona grandis). Tumbuhan lain yang ada selain Jati adalah bambu, wuni (Antidesma bunius), gamprit (Terminalia edulis), sintok ande-andean (Antidesma tetrandum), laban (Vitex pubescens), sempu, penggung (Barringtonia racemosa), jonglot (Erigeron linifolius), dluwak (Grewia paniculata), benda (Artocarpus elastica), putat (Barringtonia acutangula), dan rengas (Gluta renghas).