CDU sendiri dibentuk pada tahun 1950 di Jerman Barat sebagai sarana dan alat untuk para pemilih Kristen yang konservatif di Jerman Barat.[1] Meskipun demikian, pada 1949 telah terjadi kesepakatan antara CDU dan CSU terhadap suatu koalisi yang ada di parlemen/bundestag.[3]
Meskipun terbentuk koalisi antara CDU dan CSU, akan tetapi terdapat beberapa perbedaan di antara kedua partai tersebut di dalam beberapa isu seperti sosial, ekonomi, kesejahteraan negara, dan masalah domestik lainnya.[4]
Posisi Politik
CDU dan CSU memiliki beberapa perbedaan di dalam pandangan politiknya.[5] Pada dasarnya CSU lebih konservatif secara sosial terutama dalam masalah terkait dengan keluarga seperti pembayaran uang cuti kelahiran. CSU sendiri telah menciptakan suatu undang-undang yang ketat terkait dengan waktu belanja untuk melindungi pekerja di sektor ritel. CSU juga menentang ide program jaminan kesehatan sebagai pemasukan/penghasilan tetap yang banyak disetujui anggota parlemen dari CDU pada 2010.
CSU sering menganggap diri mereka sebagai penjaga hak-hak dari Bavaria (seperti Partai Nasional Skotlandia) dan kemerdekaan budaya dari birokrat-birokrat Uni Eropa bahkan saat pemimpin konservatif menguasai parlemen eropa. Sebagai contoh pada tahun 1998 ketika kanselir Jerman dari CDU, Helmut Kohl secara rutin terus menekan CSU untuk menerima dan tidak memveto mata uang tunggal euro sebagai mata uang baru Jerman. Sementara, pada faktanya, mata uang euro dicetuskan oleh Menteri Keuangan dari CSU, Theo Waigel.
Selain itu, CSU juga memiliki kecenderungan untuk berada pada posisi yang lebih kanan dibandingkan CDU.[6] Dalam isu masuknya imigran ke Jerman, CSU ingin membatasi jumlah imigran yang masuk menjadi 200.000 orang saja sementara CDU menginginkan jumlah yang lebih meskipun tetap menginginkan adanya pembatasan jumlah imigran yang masuk.[7][8][9] Hal ini dikarenakan CDU,terutama Angela Merkel, lebih banyak berkoalisi dengan FDP (Freie Demokratische Parti) dan Partai Hijau di dalam suatu koalisi bernama Koalisi Jamaika.[6][10][11]
Di dalam Uni Eropa sendiri, CDU dan CSU memiliki beberapa perbedaan pandangan politik. Di dalam posisi Turki di Uni Eropa, CDU lebih menginginkan Turki memiliki peranan di Uni Eropa sedangkan CSU lebih menginginkan peranan Turki ditunda sampai adanya kejelasan di beberapa bidang seperti demokrasi dan kebebasan beragama sehingga pembicaraan mengenai Turki wajib ditunda sampai saat tertentu.[5]