Musim berbiak April-Agustus, dengan luas teretori 15-30 km2. Sarang berada di dalam hutan beberapa ratus meter dari tepi hutan, terletak pada pohon besar dengan ketinggian sarang 5–20 m. Telur 1-3 (biasanya 2) butir, dierami sekitar 42 hari. Anakan rajawali totol mulai belajar terbang dan meninggalkan sarang umur 63-67 hari.
Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan tentanga Rajawali Totol, Greater Spotted Eagle (Clanga Clanga).
Fakta Tentang Burung Rajawali [2]
1. Memiliki Penglihatan yang tajam
Burung ini memiliki Penglihatan yang sangat tajam di banding manusia ,fotoreseptor di retina rajawali lebih dari 1.000.000 per mm persegi untuk Buteo, sedangkan manusia hanya memiliki 200.000 saja. oleh karena itu sangat membantu dalam mengejar mangsa dari ketinggian. Burung rajawali adalah salah satu burung karnivora yang terkenal begitu kuat dan tangguh karena bisa terbang menembus badai.
Burung rajawali ini memiliki sayap yang sangat kuat membentang dua kali ukuran tubuhnya.
Kemampuan terbang rajawali berupa terbang melayang dengan memanfaatkan arus udara di ketinggian tanpa mengepakkan sayap sehingga burung ini tidak mudah merasa lelah.
Burung ini punya pengelihatannya cukup tajam dibandingkan dengan manusia, ketajaman indra penglihatan rajawali dimanfaatkan untuk mengejar mangsa buruannya, seperti kelinci, burung gagak, hingga ayam pegar.
Burung rajawali dewasa punya tinggi mencapai 90 cm dan sayapnya bisa membentang hingga 2 meter.
Rajawali juga membangun sarangnya di bagian pohon yang tinggi dan terletak di puncak bukit yang terjal.
Sarangnya sangat besar bahkan bisa ditempati manusia dengan ukurannya yang bisa mencapai 700 kg, dari sarang inilah rajawali bisa memantau letak mangsa buruannya.[3]
Selanjutnya burung rajawali bisa mencapai umur hingga 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur tersebut adalah sebuah pilihan bagi seekor rajawali, apakah dia ingin hidup sampai 70 tahun atau hanya sampai 40 tahun. Ketika burung rajawali mencapai umur 40 tahun, maka untuk dapat hidup lebih panjang 30 tahun lagi, dia harus melewati transformasi tubuh yang sangat menyakitkan. Dan pada saat inilah seekor rajawali harus menentukan pilihan untuk melewati transformasi yang menyakitkan itu atau melewati sisa hidup yang tidak menyakitkan tetapi singkat menuju kematian.
Pada umur 40 tahun paruh rajawali sudah sangat bengkok dan panjang hingga mencapai lehernya sehingga ia akan kesulitan memakan. Dan cakar-cakarnya juga sudah tidak tajam. Selain itu bulu pada sayapnya sudah sangat tebal sehingga ia sulit untuk dapat terbang tinggi. Bila seekor rajawali memutuskan untuk melewati transformasi tubuh yang menyakitkan tersebut, maka ia harus terbang mencari pegunungan yang tinggi kemudian membangun sarang di puncak gunung tersebut. Kemudian dia akan mematuk-matuk paruhnya pada bebatuan di gunung sehingga paruhnya lepas. Setelah beberapa lama paruh baru nya akan muncul, dan dengan menggunakan paruhnya yang baru itu ia akan mencabut kukunya satu persatu-satu dan menunggu hingga tumbuh kuku baru yang lebih tajam. Dan ketika kuku-kuku itu telah tumbuh ia akan mencabut bulu sayap nya hingga rontok semua dan menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya. Dan ketika semua itu sudah dilewati rajawali itu dapat terbang kembali dan menjalani kehidupan normalnya. Begitulah transformasi menyakitkan yang harus dilewati oleh seekor rajawali selama kurang lebih setengah tahun.