Buntu Pepasan (Bugis:ᨅᨘᨈᨘ ᨄᨙᨄᨔcode: bug is deprecated ) adalah kecamatan di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Indonesia.[1] Sebelum menjadi bagian dari Kabupaten Toraja Utara, Kecamatan Buntu Pepasan merupakan bagian dari Kabupaten Tana Toraja. Wilayah Kecamatan Buntu Pepasan terbagi menjadi satu kelurahan dan 12 lembang. Di Kecamatan Buntu Pepasan terdapat sebuah tradisi yang disebut Ma'pasilaga Tedong.
Sejarah
Kecamatan Buntu Pepasan menjadi bagian dari Kabupaten Toraja Utara sejak pembentukan kabupaten ini pada tahun 2008. Pembentukannya ditetapkan melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2008.[2] Kecamatan Buntu Pepasan sebelum menjadi bagian dari Kabupaten Toraja Utara, termasuk wilayah Kabupaten Tana Toraja.[3]
Administrasi
Lokasi Kecamatan Buntu Pepasan berada di titik koordinat 02° 49’ 53” Lintang Selatan dan 119° 51’ 26” Bujur Timur. Luas wilayah Kecamatan Buntu Pepasan adalah 131,72km2. Jarak wilayahnya dengan ibu kota Kabupaten Toraja Utara di Kecamatan Rantepao adalah 26km. Ketinggian rata-rata di wilayah Kecamatan Buntu Pepasan adalah 1.415 meter di atas permukaan laut dan terdiri dari perbukitan.[4] Kecamatan Buntu Pepasan merupakan salah satu dari dua kecamatan terluas di Kabupaten Toraja Utara selain Kecamatan Baruppu'. Gabungan kedua wilayah ini mecakup 25,52% wilayah Kabupaten Toraja Utara.[5] Kecamatan Buntu Pepasan menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Toraja Utara yang terletak di bagian utara. [6] Wilayah Kecamatan Buntu Pepasan terbagi menjadi satu kelurahan dan 12 desa.[4] Nama-nama kelurahan dan desa di Kecamatan Buntu Pepasan dan luasnya sebagai berikut:[7]
Ibu kota Kecamatan Buntu Pepasan terletak di Kelurahan Sapan. Kecamatan Buntu Pepasan berbatasan dengan Kabupaten Luwu Utara (Kecamatan Rongkong) di sebelah utara. Di sebelah selatan, Kecamatan Buntu Pepasan berbatasan dengan Kecamatan Rindingallo dan Kecamatan Kapala Pitu. Lalu di sebelah timur, Kecamatan Buntu Pepasan berbatasan dengan Kecamatan Sa'dan dan Kecamatan Kapala Pitu. Kecamatan Buntu Pepasan juga berbatasan dengan Kecamatan Baruppu' di sebelah barat.[7]
Tradisi
Ma'pasilaga Tedong
Ma'pasilaga Tedong merupakan salah satu tradisi lokal di Kecamatan Buntu Pepasan. Tradisi ini khususnya memiliki komunitas utama di Desa Sarambu. Ma'pasilaga tedong diadakan ketika upacara Rambu Solo' telah selesai diadakan.[8]
Ma' Badong
Tarian dan nyanyian tradisional sakral masyarakat Toraja yang dilakukan saat upacara pemakaman (Rambu Solo')
Ma' Dondi'
Tradisi lisan berupa nyanyian ratapan berbalas pantun tanpa iringan musik dalam upacara pemakaman adat Toraja (Rambu Solo').
Ma' Bua'
Upacara adat syukuran tertinggi dalam tradisi Rambu Tuka' (sukacita), yang bertujuan untuk menyucikan atau meresmikan Tongkonan (rumah adat).
Tari Manimbong
Tarian tradisional pria Toraja yang melambangkan rasa syukur dan doa, biasanya dipentaskan pada upacara Rambu Tuka' (syukuran). Dibawakan oleh 20-30 pria dengan kostum adat, parang, dan tameng kecil.
Ma' Dandan
Tarian dan nyanyian tradisional tertua di Toraja yang dibawakan oleh kaum perempuan dalam upacara adat Rambu Tuka' (syukuran/sukacita). Tarian ini bermakna ucapan syukur kepada Tuhan dan sering ditampilkan bersamaan dengan tari pria, Manimbong, terutama dalam ritual Ma'